Menristek Dukung Pengembangan Obat Modern Asli Indonesia

Menristek Dukung Pengembangan Obat Modern Asli Indonesia
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Bambang Brodjonegoro, saat melakukan kunjungan kerja ke Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) Dexa Group, di Cikarang, Rabu, (8/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 9 Januari 2020 | 10:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Bambang Brodjonegoro, memberikan apresiasi kepada Dexa Group.

Baca: Pemerintah Dorong Pengembangan Produk Fitofarmaka

Pasalnya, perusahaan farmasi yang berdiri sejak tahun 1969 ini, telah mengupayakan penelitian dan pengembangan produk farmasi untuk menjadi produk yang bertaraf internasional dengan keunggulan yang inovatif dan berdaya saing, serta membawa kemajuan bagi Indonesia.

"Langkah ini merupakan wujud hilirisasi industri seperti yang diharapkan oleh pemerintah,” ujar Bambang Brodjonegoro saat melakukan kunjungan kerja ke Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) Dexa Group, di Cikarang, Rabu, (8/1/2020).

Bambang mengatakan, Dexa Group telah menghasilkan produk riset dan teknologi yang inovatif berbahan baku keanekaragaman sumber daya biodiversitas asli Indonesia.

"Tentunya ini menjadi peran pemerintah untuk membantu hilirisasi industri agar semakin banyak di konsumsi, dalam hal ini kami akan mengusulkan penggunaan obat-obatan fitofarmaka di program kesehatan pemerintah,” tandas Bambang Brodjonegoro.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Bambang Brodjonegoro, didampingi Executive Director DLBS, Raymond Tjandrawinata, saat melakukan kunjungan kerja ke Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) Dexa Group, di Cikarang, Rabu, (8/1/2020).

Baca: Perubahan Gaya Hidup Dorong Konsumsi Suplemen Kesehatan

Pimpinan Dexa Group, Ferry Soetikno mengemukakan, salah satu peran Dexa Group sebagai industri farmasi adalah mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian bahan baku obat-obatan melalui penelitian dan pengembangan produk obat modern asli Indonesia (OMAI) yang dilakukan di DLBS.

"Dexa Group berkomitmen untuk terus berinovasi dalam hal riset dan penggunaan teknologi, ini juga merupakan cara membantu pemerintah untuk mendukung percepatan kemandirian bahan baku farmasi," kata Ferry.

Executive Director DLBS, Raymond Tjandrawinata, menambahkan, DLBS sebagai organisasi riset bahan alam hingga saat ini telah meneliti dan memproduksi bahan baku aktif obat herbal.

"Upaya ini sebagai langkah mendorong kemandirian bahan baku obat nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia karena memberdayakan para petani hingga ke distributor,” terang Raymond.

Baca: Bappenas Dorong Bahan Baku Obat Diproduksi Dalam Negeri

Melalui DLBS, lanjut Raymond, Dexa Group melakukan kegiatan riset di tingkat hulu dengan mengembangkan sediaan farmasi dan memproduksi Active Pharmaceutical Ingredients (API) yang berasal dari makhluk hidup.

"Di tingkat hilir, inovasi pengembangan dari DLBS ini menghasilkan 18 produk berizin edar fitofarmaka dari 26 produk berizin edar fitofarmaka di Indonesia," kata Raymond.

Hilirisasi hasil riset Dexa Group berupa Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang berdaya saing tinggi, telah banyak diresepkan oleh para dokter untuk pasien di Indonesia. Obat ini juga telah diekspor ke empat benua di Afrika, Amerika, Asia, dan Eropa.



Sumber: BeritaSatu.com