Belum Ada Vaksin untuk Pneumonia Tiongkok
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Belum Ada Vaksin untuk Pneumonia Tiongkok

Jumat, 17 Januari 2020 | 21:04 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kejadian luar biasa penyakit pneumonia di Kota Wuhan, Tiongkok, masih terus diwaspadai. Meski tingkat fatalitasnya terbilang rendah, tetapi penularannya cepat dan dan menyerang banyak orang dalam waktu relatif singkat. Di dunia sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah pneumonia jenis Wuhan, karenanya kewaspadaan harus ditingkatkan tiap individu maupun pemerintah untuk mencegah masuknya penyakit ini ke Indonesia.

Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Erlina Burhan pada temu media di Rumah Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Jakarta, Jumat (17/1/2020) mengatakan, di dunia belum ada vaksin untuk mencegah pneumonia yang terjadi Wuhan. Adapun vaksin yang ada saat ini hanya untuk mencegah pneumonia yang disebabkan oleh kuman pneumokokus, bukan virus seperti di Wuhan.

Vaksin Pneumokokus atau Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) 13 dengan merek dagang Prevnar memberikan kekebalan terhadap 13 strain bakteri streptococcus pneumoniae, yang paling sering menyebabkan penyakit pneumokokus pada manusia. Masa perlindungan sekitar 3 tahun. Vaksin PCV13 utamanya ditujukan kepada bayi dan anak di bawah usia 2 tahun.

Adapula vaksin Pneumokokus PPSV23 dengan nama dagang Pneumovax 2 memberikan proteksi terhadap 23 strain bakteri pneumokokus. Vaksin PPSV23 ditujukan kepada kelompok umur yang lebih dewasa. Mereka adalah orang dewasa usia 65 tahun ke atas, atau usia 2 hingga 64 tahun dengan kondisi khusus. Sementara di negara berkembang seperti Indonesia, bakteri Haemophilus influenzae type B (Hib) merupakan penyebab pneumonia dan radang otak (meningitis) yang utama. Di Indonesia vaksinasi Hib telah masuk dalam program nasional imunisasi untuk bayi.

"Sedangkan untuk pencegahan pneumonia yang sedang marak saat ini, belum ada vaksin untuk mencegahnya karena pneumonia yang di Wuhan ini disebabkan oleh corona virus jenis baru,” kata Erlina.

Erlina menegaskan, vaksin yang beredar saat ini hanya efektif untuk membunuh pneumonia karena bakteri/pneumokokus. Kondisi saat ini menurut Erlina, banyak orang salah persepsi mengenai manfaat vaksin tersebut. Sejak muncul kasus di Tiongkok, tidak sedikit orang yang minta divaksinasi. Padahal, menurut Erlina, vaksin tersebut tidak memberikan efek apa pun jika tujuannya untuk mencegah tertular pneumonia dari Tiongkok.

Selain Tiongkok, beberapa negara melaporkan kasus-kasus suspek serupa dengan di Wuhan, yaitu Singapura, Seoul, Thailand dan Hongkong. Terkait hal tersebut Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi ada satu kasus di Thailand terdeteksi virus baru yang berasal dari outbreak pneumonia di Tiongkok. Kasus tersebut merupakan traveler dari Wuhan.

Menurus data United Nations Maret 2018, terdapat banyak negara atau tempat yang menjadi tujuan pengunjung dari Wuhan di antaranya Bangkok, Hong Kong, Tokyo, Singapura, Denpasar Bali, Macau, Dubai, Sydney dan masih banyak negara lainnya. Namun, WHO belum merekomendasikan secara spesifik untuk traveler atau restriksi perdagangan dengan Tiongkok. Saat ini WHO masih terus melakukan pengamatan.

Diketahui, 31 Desember 2019 di Kota Wuhan dilaporkan adanya kasus-kasus pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya. Awalnya terdapat 27 kasus kemudian meningkat menjadi 59 kasus, dengan usia, antara 12-59 tahun. Terdapat laporan kematian pertama terkait kasus pneumonia ini, yaitu pasien usia 61 tahun dengan penyakit penyerta yaitu penyakit liver kronis dan tumor abdomen atau perut.

"Sampai sekarang belum terbukti adanya penularan dari manusia ke manusia. Namun tetap harus diwaspadai terutama mereka yang bepergian ke Wuhan dan negara lain yang memiliki kasus serupa. Karena mobilitas orang ini padat, dan penularannya mudah lewat udara,” kata Erlina.

Belum Ada Vaksin untuk Pneumonia Tiongkok

Jangan Panik
Perhimpunn Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tetapi jangan panik. Imbauan yang sama juga telah disampaikan Kementerian Kesehatan lewat dinas kesehatan sampai ke fasilitas kesehatan dan masyarakat.

"Masyarakat tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat,” kata Ketua Umum PDPI, Agus Dwi Susanto.

Diketahui pmeumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Pneumonia dapat menyerang siapa aja, seperti anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usia. Tetapi lebih banyak pada balita dan lanjut usia.

Pneumonia menyerang sekitar 450 juta orang setiap tahunnya. Data Riskesdas 2018 menunjukkan, prevalensi pneumonia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan yaitu 2%, naik dari 2013 adalah 1,8%. Jumlah penderita pneumonia sendiri di Indonesia menurut data Kemkes 2014 berkisar antara 23%-27% dan kematian akibat pneumonia 1,19%. Tahun 2010 di Indonesia pneumonia termasuk dalam 10 besar penyakit rawat inap di rumah sakit dengan angka kematian pada periode waktu tertentu dibagi jumlah kasus adalah 7,6%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Swab PCR Bagi Penumpang Pesawat, Begini Penjelasan Kemenkes

Menurut Kemenkes aturan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 bagi penumpang pesawat mempertimbangkan situasi kasus Covid-19 saat ini.

KESEHATAN | 24 Oktober 2021

Kemenkes: Hingga Akhir Desember Target Vaksinasi Capai 80%

Kemenkes menyatatakan, pemerintah menargetkan cakupan vaksinasi nasional hingga akhir tahun 2021 mencapai sekitar 70-80%

KESEHATAN | 24 Oktober 2021


Epidemiolog Nilai Wajib Swab PCR Penumpang Pesawat Tidak Urgen

Wajib swab tes PCR dipandang tidak mendesak karena penularan di moda transportasi udara paling kecil dibandingkan moda transportasi lainnya.

KESEHATAN | 24 Oktober 2021

Pemerintah Disarankan Subsidi dan Turunkan Harga Tes Swab

Pemerintah disarankan agar harga tes diturunkan serta memberikan subsidi swab PCR Covid-19.

KESEHATAN | 24 Oktober 2021

Epidemiolog Sarankan Pemerintah Subsidi Tes PCR untuk Transportasi

Pemerintah harus memberi subsidi harga serta memastikan ketersedian laboratorium swab tes PCR.

KESEHATAN | 24 Oktober 2021


Desakan Hapus Tes PCR Jadi Syarat Penumpang Pesawat Menguat

Harga eceran tertinggi (HET) tes PCR di lapangan banyak diakali oleh penyedia sehingga harganya naik berkali lipat.

KESEHATAN | 24 Oktober 2021

Pentingnya Merawat Wajah meski Kerja di Rumah

Namun, padatnya aktivitas di rumah kadang membuat seseorang lupa, bahwa merawat diri dengan memakai skincare tetap penting meski di rumah saja.

KESEHATAN | 24 Oktober 2021

Kris Tjantra: Kebijakan Test PCR Memberatkan Penumpang Pesawat

Ketua Sahabat Indonesia Maju Kris Tjantra meminta pemerintah meninjau kebijakan tes PCR yang harus dilakukan penumpang pesawat.

KESEHATAN | 24 Oktober 2021


TAG POPULER

# Tes PCR


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu


# Cristiano Ronaldo


# PSIS


# Sekjen Kemendagri



TERKINI
Menag Klarifikasi Pernyataan Kemenag Hadiah untuk NU

Menag Klarifikasi Pernyataan Kemenag Hadiah untuk NU

NASIONAL | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings