Perempuan Lebih Rentan Kena Penyakit Kardiovaskular, Ini Alasannya

Perempuan Lebih Rentan Kena Penyakit Kardiovaskular, Ini Alasannya
Ilustrasi operasi pasien penyakit jantung. ( Foto: Antara )
/ WBP Minggu, 19 Januari 2020 | 08:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Usia pembuluh darah termasuk arteri besar dan kecil pada wanita lebih cepat menua ketimbang pria. Hal ini menjadi salah satu alasan kaum hawa cenderung lebih berisiko terkena empat tipe penyakit kardiovaskular. Demikian terungkap pada studi jurnal JAMA Cardiology.

"Penelitian kami tidak hanya mengonfirmasi perempuan secara biologis dan fisiologis berbeda dengan pria, tetapi juga alasan perempuan lebih rentan terkena empat tipe penyakit kardiovaskular," kata penulis studi dan direktur Public Health Research di the Smidt Heart Institute, Susan Cheng seperti dilansir Science Daily, Minggu (19/1/2020).

Untuk sampai pada temuan itu, Cheng dan tim menggunakan data berbasis komunitas yang dikumpulkan dari berbagai laman di seluruh negeri. Data tersebut mewakili hampir 145.000 pengukuran tekanan darah selama periode 43 tahun, dari 32.833 peserta studi yang berusia antara 5-98 tahun.

Karena risiko seseorang terkena serangan jantung, gagal jantung, atau stroke biasanya dimulai dengan tekanan darah tinggi, peneliti mencari petunjuk dan pola mengenai bagaimana tekanan darah mulai meningkat.

Pendekatan ini memungkinkan para peneliti mengidentifikasi perkembangan dan evolusi fungsi vaskular wanita sangat berbeda dari pada pria.

Faktanya, wanita menunjukkan tanda-tanda peningkatan tekanan darah jauh lebih awal dari pria.

"Ini berarti, jika kita mendefinisikan ambang hipertensi dengan cara yang sama persis, seorang wanita berusia 30 tahun dengan tekanan darah tinggi mungkin lebih berisiko mengalami penyakit kardiovaskular dari seorang pria dengan tekanan darah tinggi pada usia yang sama," kata Susan Cheng.

Penelitian ini bisa membantu para peneliti dan dokter berpikir secara berbeda dalam hal merawat dan mempelajari wanita dan kesehatan jantung mereka, menurut Christine Albert dari Departemen Kardiologi Smidt Heart Institute.



Sumber: ANTARA