Cegah Virus Korona, AP I Perketat Pemeriksaan Kesehatan

Cegah Virus Korona, AP I Perketat Pemeriksaan Kesehatan
Faik Fahmi. ( Foto: B1/Primus Dorimulu )
Thresa Sandra Desfika / YUD Rabu, 22 Januari 2020 | 16:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) melakukan pengetatan pemeriksaan kesehatan penumpang internasional di seluruh bandara yang dikelola untuk mencegah penyebaran virus Korona masuk ke Indonesia.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi menjelaskan, pengetatan pengawasan dilakukan AP I bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melalui pengoptimalan penggunaan thermal scanner untuk mendeteksi peningkatan suhu tubuh penumpang yang dipasang pada area kedatangan dan menerbitkan kartu kewaspadaan kesehatan untuk memantau kesehatan penumpang.

“Sebagai pengelola bandara internasional yang menjadi gerbang utama masuknya wisatawan ke Indonesia, kami menyadari potensi ancaman virus Korona masuk ke Indonesia. Pengetatan pemeriksaan kesehatan penumpang ini merupakan langkah kami untuk mencegah masuknya virus Korona" ujar Faik Fahmi melalui keterangan, Rabu (22/1/2020).

Bali dan Manado merupakan tujuan destinasi wisatawan terbesar asal Tiongkok yang datang melalui bandara yang dikelola oleh AP I. Sepanjang 2019, Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali) dilewati lebih dari dari 1,19 juta penumpang asal Tiongkok. Sedangkan, Bandara Sam Ratulangi (Manado) dilewati lebih dari 116 ribu penumpang asal Tiongkok.

"Memasuki libur Tahun Baru Imlek ini, Bali dan Manado berpotensi mengalami peningkatan kunjungan wisatawan asal China sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaannya," kata Faik Fahmi.

Jika terdapat penumpang yang teridentifikasi memiliki kondisi suhu tubuhnya di atas 38 derajat serta memiliki gejala umum batuk, demam, sesak napas, dan memiliki riwayat perjalanan penerbangan dari Tiongkok, terang Faik, pihaknya I akan langsung berkordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk selanjutnya penumpang tersebut akan dilakukan penanganan khusus.

Virus Korona pertama kali mewabah di Wuhan-China dan telah menyebar ke beberapa negara di Asia seperti Thailand, Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Orang yang terjangkit virus Korona menunjukkan gejala penyakit umum seperti demam, batuk, sesak napas. Dalam kondisi lebih parah, virus Korona dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan angkut, gagal ginjal, hingga menyebabkan kematian

Faik mengimbau, kepada setiap penumpang, khususnya bagi warga negara Indonesia yang akan bepergian ke luar negeri dan yang akan pulang dari luar negeri, untuk mengikuti perkembangan virus korona.

"Tidak lupa kami ingatkan juga untuk dapat menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut, selalu mencuci tangan, menjaga kondisi kesehatan tubuh serta melaporkan kondisi kesehatan kepada pihak maskapai dan petugas di bandara jika dirasa memiliki gejala seperti virus Korona," pungkas Faik Fahmi.



Sumber: BeritaSatu.com