6 Cara Cerdas Mengajak Anak Gemar Berolahraga

6 Cara Cerdas Mengajak Anak Gemar Berolahraga
Ilustrasi anak berolahraga air. (Foto: istimewa)
Indah Handayani / FER Kamis, 23 Januari 2020 | 22:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Director Sport Performance and Education Herbalife Nutrition, Dana Ryan mengatakan, saat ini banyak orang tua yang permisif kepada kebiasaan sedentary lifestyle atau gaya hidup kurang aktivitas fisik yang dijalani oleh anak-anak.

"Meski besar kemungkinan kita juga mengetahui risiko-risiko kesehatan yang akan dihadapi dengan kebiasaan ini," ungkap Dana Ryan dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Ryan menyebutkan, jika tren ini terus berlanjut, jumlah anak-anak yang malas melakukan aktivitas fisik diperkirakan akan terus meningkat. Untuk itu, kalangan orang tua diajak untuk mulai membuat anak-anak mereka beraktivitas di luar ruangan dan berolahraga.

"Semakin muda anak-anak terbiasa melakukan aktivitas fisik dan kebiasaan mengkonsumsi nutrisi yang baik, semakin besar kemungkinan hal tersebut menjadi kebiasaan seumur hidup mereka," ucapnya.

Oleh karena itu,

Ryan membagikan enam cara cerdas yang bisa dilakukan para orang tua dalam mengajak anak mereka berolahraga. Pertama, jadikan olahraga aktivitas keluarga Anak-anak mungkin tidak mau berolahraga jika mereka melihatnya sebagai tugas tambahan. Tetapi jika orang tua bergabung dengan mereka dan menjadikan berolahraga sebagai bagian dari menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga, sikap mereka kemungkinan besar akan berubah.

"Ikut terlibat dalam berbagai aktivitas seperti bersepeda bersama, bermain bola atau bahkan pergi naik gunung sekeluarga," paparnya.

Kedua, Ryan menyarankan untuk mengeluarkan TV dari kamar anak-anak. Sebaiknya, TV diletakan di ruang tamu dan sarankan mereka memainkan beberapa alternatif permainan yang menarik agar tidak terlalu banyak terpapar layar televisi.

Ketiga, rencanakan hari bermain bersama teman sebayanya. Karena dengan demikian mereka dapat menyalurkan energi. Selain itu, merasa menjadi bagian dari komunitas dan memiliki ikatan sosial akan membantu mereka lebih gemar beraktivitas fisik di luar ruangan.

Lebih lanjut, Ryan menyebutkan cara keempat adalah membiarkan anak memimpin. Hal itu karena anak-anak lebih cenderung berkomitmen pada sesuatu yang merupakan ide mereka, jadi dibiarkan memilih kegiatan yang akan dilakukan bersama keluarga. Baik itu pertandingan bola basket atau kegiatan lainnya.

Kelima, gunakan olahraga sebagai sarana aktivitas fisik tidak selalu harus menjadi tujuan akhir, itu juga bisa menjadi sarana. "Misalnya saja jika mengunjungi nenek atau ke bioskop, berjalan kaki atau bersepeda dapat menjadi pilihan," papar Ryan.

Terakhir, lanjut dia, gunakan pedometer untuk keluarga. Sebab, anak-anak senang mengukur, jadi mengapa tidak gunakan pedometer -gadget yang menghitung berapa langkah yang dilakukan untuk setiap anggota keluarga dan membandingkan jumlahnya di akhir setiap hari. Sedikit persaingan yang sehat mungkin membuat keajaiban dan memotivasi anak-anak.

Namun, perlu diingat untuk menyandingkan kegiatan fisik ini dengan nutrisi yang baik dan seimbang. Dapat dimulai dari kebun belakang rumah dan melibatkan anak-anak dalam membuat sarapan atau makan malam.

"Ketika membahas pencegahan obesitas, kita perlu fokus pada aktivitas fisik dan nutrisi sehat, tetapi juga memastikan anak-anak merasa termotivasi dalam lingkungan yang mendukung," tutupnya.

 



Sumber: Investor Daily