Gizi Optimal Bukan Hanya soal Makanan

Gizi Optimal Bukan Hanya soal Makanan
Perwakilan PERGIZI PANGAN Indonesia Dr dr Mira Dewi MSi menjelaskan pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari di sela rangkaian program Frisian Flag Indonesia #indonesiaSIAP Sadar Gizi, Inisiatif, Aktif, Peduli) sekaligus memperingati Hari Gizi Nasional dengan tema 'Gizi Optimal Untuk Generasi Milenial' di Cirebon, Sabtu , 25 Januari 2020. ( Foto: Investor Daily/Indah Handayani )
Indah Handayani / CAH Sabtu, 25 Januari 2020 | 19:55 WIB

Cirebon, Beritasatu.com - Gizi optimal bukan hanya soal asupan makanan saja. Minum air putih yang cukup, cuci tangan, aktifitas fisik, dan olahraga juga harus diperhatikan.

Perwakilan Pergizi Pangan Indonesia Dr dr Mira Dewi MSi menjelaskan pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari dapat optimal apabila makan beragam yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk termasuk susu, buah, sayur. Namun, gizi optimal bukan hanya tentang asupan makanan saja, tetapi juga minum air putih sebanyak delapan gelas perhari.

Ditambah cuci tangan sebelum makan untuk menjaga kebersihan dan mencegah penyakit. Tak kalah penting adalah aktivitas fisik dan berolahraga.

Menurut dr Mira, aktivitas fisik bisa dilakukan setiap hari dengan berjalan sebanyak 8.000-10.000 langkah. Sedangkan olahraga bisa dilakukan minimal tiga kali seminggu dengan durasi 150 menit. "Sayangnya, aktifitas fisik dan olahraga terkadang masih enggan dilakukan masyarakat," ungkapnya di sela rangkaian program #IndonesiaSIAP (Sadar Gizi, Inisiatif, Aktif, Peduli) sekaligus memperingati Hari Gizi Nasional dengan tema 'Gizi Optimal untuk Generasi Milenial' di Cirebon, Sabtu (25/1/2020). 

Pemenuhan Gizi Ibu Hamil Cegah Risiko Stunting

Padahal, lanjut Dr Mira, aktivitas fisik dan berolahraga bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Misalnya aktivitas fisik dapat berupa menyapu, memasak, mencuci, berkebun, naik turun tangga, berjalan. Hal itu karena aktivitas fisik merupakan kegiatan dalam durasi waktu tenentu yang membutuhkan energi dan gerak otot kerangka tubuh. Aktivitas fisik pun bisa menjadi olahraga apabila dilakukan secara rutin dan terukur. Sebab, definisi olahraga itu adalah gerakan tubuh yang terstruktur dilakukan dengan baik, benar, terukur dan teratur untuk tujuan khusus.

"Contohnya apabila setiap hari ke pasar dengan berjalan kaki selama 30 menit dan dilakukan rutin di jam yang sama, itu juga bisa menjadi olahraga," jelasnya.

Muslimat NU Edukasi Asupan Gizi Anak melalui Ceramah

Dr Mira menyebutkan beraktivitas fisik selama 30 menit itu sangat berarti dalam membakar kalori dalam tubuh sehingga mencegah terjadinya obesitas. Sebut saja berjalan kaki selama itu bisa membakar kalori sebanyak 200 kalori. Kalori sebesar itu setara dengan enam tusuk sate ayam.

"Sedangkan aktivitas fisik berupa memasak selama 30 menit bisa membakar kalori sebanyak 80 kalori atau setara 1 buah ubi jalar sedang," tutupnya. 



Sumber: Investor Daily