Diduga Terinfeksi Virus Korona, Pekerja Proyek Kereta Cepat Diisolasi RSHS Bandung

Diduga Terinfeksi Virus Korona, Pekerja Proyek Kereta Cepat Diisolasi RSHS Bandung
Ruangan isolasi infeksi khusus Kemuning di Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS),Bandung, Jawa Barat. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / AB Senin, 27 Januari 2020 | 15:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Humas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Deny Yusdiana menyebut pasien yang diduga terinfeksi virus korona dan diisolasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung adalah salah seorang pekerja proyek tersebut. Karyawan tersebut sempat dirawat di RS Cahya Kawaluyaan Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebelumn dirujuk ke RSHS.

"Semua pekerja yang menunjukkan gejala demam dan flu serta memiliki riwayat perjalanan keluar negeri, manajemen langsung meminta mereka dirujuk ke rumah sakit agar segera ditangani,” katanya, Senin (27/1/2020).

Menurut Deny, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung telah menerapkan prosedur pemeriksaan kesehatan bagi segenap tenaga kerja yang bergabung. Bahkan, hal tersebut telah diterapkan sebelum virus korona menyebar.

Selain itu, menurutnya sejak awal terjadinya wabah Corona, PT KCIC selaku pemilik proyek KCJB telah memberlakukan prosedur screening berupa pemeriksaan kesehatan bagi seluruh karyawan KCIC dan seluruh kontraktor KCJB yang baru tiba dari perjalanan luar negeri.

Sebelumnya, Direktur Utama RSHS Bandung Nina Susana menyebut gejala yang dialami salah seorang pasien WNA asal Tiongkok berinisial HG (35) adalah flu atau infeksi saluran pernapasan akut.

"Dari pemeriksaan didapatkan pasien tersebut keadaan umumnya baik, kesadarannya baik tanda vitalnya baik. Panas badan dalam rujukan itu 37,7 derajat celsius, tetapi pada saat diperiksa hanya 36 derajat celsius," katanya.

Nina mengatakan pasien HG dimasukkan ke ruang isolasi karena memiliki riwayat berpergian ke Tiongkok. Lokasi yang didatangi HG memiliki jarak sekitar 1.300 kilometer dari Kota Wuhan.

Sementara itu, Direktur HR LA & Asset PT KCIC Puspita Anggraeni menyatakan pihaknya memperketat pemeriksaan kesehatan karyawan yang baru tiba dari perjalanan dari luar negeri. 

"Sejak awal terjadinya wabah korona, PT KCIC memberlakukan prosedur screening berupa pemeriksaan kesehatan bagi seluruh karyawan dan seluruh kontraktor yang baru tiba dari perjalanan dari luar negeri, serta keluarga dan tamu yang mengunjungi proyek," katanya melalui keterangan tertulis.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di Jakarta dan Bandung dengan pola standar yang diberlakukan untuk menangani penyakit menular.

.



Sumber: Investor Daily, ANTARA