Jokowi: Pemerintah Siapkan 100 RS untuk Antisipasi Korona

Jokowi: Pemerintah Siapkan 100 RS untuk Antisipasi Korona
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ( Foto: Beritasatu Photo / Novy Lumanauw )
/ WBP Senin, 27 Januari 2020 | 17:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa hingga Senin (27/1/2020) belum ada indikasi menyebarnya virus korona ke Indonesia.

Kendati demikian, Jokowi meminta masyarakat tetap berhati-hati dan mewaspadai potensi penularan virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok itu.

"Saya telah menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mengantisipasi wabah virus ini sekaligus meningkatkan kesiagaan," kata Presiden Jokowi melalui akun resminya di Instagram di Jakarta, Senin. (27/1/2020).

Sebagai langkah preventif, kata Presiden, pemerintah sudah menyiagakan sebanyak 100 rumah sakit dengan ruang isolasi untuk pasien dengan gejala penyakit paru-paru dan saluran pernapasan.

"Rumah sakit itu seperti Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, dan rumah sakit-rumah sakit lain di berbagai daerah," kata Jokowi.

Selain menyiagakan rumah sakit, kata Kepala Negara, pemerintah juga memperketat pengawasan di bandara untuk mendeteksi dan memantau penumpang yang datang, terutama dari negara-negara yang diperkirakan telah mengonfirmasi kehadiran virus baru ini.

Pemerintah menyiapkan sebanyak 135 alat pemindai suhu tubuh (thermo scanner) di 135 pintu masuk Tanah Air.

"Sebanyak 135 'thermo scanner' telah diaktifkan di 135 pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara," kata Jokowi.

Virus korona, seperti diberitakan sebelumnya, meluas dengan begitu cepat, termasuk ke beberapa negara di Asia Tenggara.

Tidak lama setelah kasus tersebut terkonfirmasi ditemukan di Wuhan, Tiongkok beberapa negara lain melaporkan kejadian serupa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 26 Januari 2020 menyebutkan sebanyak 2.014 orang positif terjangkit virus korona atau novel coronavirus (nCov) dan 56 meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Dari total 2.014 kasus yang terkonfirmasi, sebanyak 1.985 kasus dilaporkan berasal dari Tiongkok termasuk lima kasus di Hong Kong, dua kasus di Macau, dan tiga kasus di Taipei, Taiwan.

Negara tetangga yang berbatasan dengan Indonesia, yakni Malaysia yang sebelumnya tidak terjadi penyebaran virus kini melaporkan adanya tiga kasus sekaligus pada 26 Januari 2020.

Sementara, di Thailand terdapat lima kasus terkait virus korona, Singapura empat kasus, dan Australia empat kasus.



Sumber: ANTARA