Presiden Jokowi Targetkan 2030 Indonesia Bebas Tuberkulosis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Presiden Jokowi Targetkan 2030 Indonesia Bebas Tuberkulosis

Rabu, 29 Januari 2020 | 20:14 WIB
Oleh : Novy Lumanauw, Lenny Tristia Tambun / FMB

Cimahi, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pada tahun 2030 mendatang Indonesia akan terbebas dari penyakit tuberkulosis (TB).

“Saya ingin mendukung keras kegiatan ini, kegiatan bersama menuju eliminasi TB di 2030. Percuma kalau masyarakat kita enggak sehat, merembetnya bisa ke mana-mana. Bisa ke pendidikan, bisa ke keberlanjutan dalam nanti bekerja, ke mana-mana," kata Presiden Jokowi pada peresmian Pencanangan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis 2030 di Cimahi Techno Park, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (29/1/2020).

Presiden Jokowi dalam sambutanya menyatakan bahwa pemerintah mendukung diselenggarakannya Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis demi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, yang menjadi salah satu fokus kerja pemerintah pada lima tahun ke depan.

Berdasarkan data Global Tuberculosis Report WHO 2019, Indonesia merupakan negara dengan beban tuberkulosis (TB) tertinggi ketiga di dunia setelah India dan Tiongkok. Pada tahun 2018, diperkirakan ada 845.000 orang jatuh sakit dan 93.000 jiwa meninggal akibat TB.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga memberikan apresiasi atas kerja keras semua pihak, baik pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), yayasan, hingga kader-kader yang bergerak di lapangan, dalam mengeliminasi TB yang ditargetkan akan bisa diberantas pada tahun 2030.

"Saya sangat menghargai, baik puskesmas, baik yayasan, baik kader-kader yang bergerak di dalam pengurangan, eliminasi TB ke tahun 2030. Dan fokusnya bukan hanya pengobatan, saya setuju ini, tapi pencegahan penyakit ini lebih diperlukan sekali. Sehingga yang namanya pengembangan perkotaan, pedesaan, membangun rumah-rumah yang sehat itu menjadi kunci," jelasnya.

Ia mengatakan, infrastruktur fisik harus turut menjamin dan mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Drainase yang lancar dan bersih, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air bersih menjadi elemen yang sangat penting untuk diperhatikan.

"Tadi Pak Menteri PUPR ikut kita, tetapi ternyata tidak ikut masuk ke ruangan ini. Sebenarnya mau saya perintah, rumah-rumah yang masih belum sehat agar segera dikerjakan, terutama di Provinsi Jawa Barat. Tadi Pak Gubernur juga sudah meminta mengenai itu," katanya.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa menjamin kesehatan masyarakat itu bukan hanya urusan dokter, Menteri Kesehatan, atau Dinas Kesehatan semata. Lebih jauh, urusan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama berbagai pemangku kepentingan.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyatakan bahwa aspek pencegahan melalui lingkungan yang baik dan kesadaran masyarakat yang tinggi merupakan aspek yang sangat penting dan perlu diutamakan. Presiden mengingatkan bahwa Puskesmas merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat, bukan pusat pengobatan masyarakat.

"Jadi, Puskesmas itu menyehatkan masyarakat, bukan pusat pengobatan masyarakat. Artinya, puskesmas itu memang dirancang untuk mencegah penyakit. Jangan ada puskesmas yang bangga karena income-nya banyak. Keliru itu. Pak saya bisa nyetor PAD sekian, keliru itu. Pendapat seperti itu jangan dibenarkan, ini keliru. Puskesmas itu dirancang untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, rakyat Indonesia harus hidup sehat. Sebab mencegah lebih baik dari pada mengobati.

"Sekali lagi, mencegah lebih baik daripada mengobati. Lebih baik kita keluarkan waktu, tenaga, pikiran, dan anggaran ini untuk mencegah. Kita harus memercayai ini, dengan tetap siaga dan waspada sebelum masuk ke pengobatan. Tapi kalau sudah terkena, ya tadi, urusannya adalah TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh)," kata Presiden Jokowi.

Mendampingi Presiden Jokowi pada acara tersebut antara lain, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Dewan Pembina Stop TB Partnership Indonesia yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden Arifin Panigoro, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

1 Pasien Terinfeksi Korona Pernah Makan Daging Hewan Liar

Sat orang pasien dikonfirmasi mengongsumsi daging hewan liar saat di Wuhan

KESEHATAN | 29 Januari 2020

Pemerintah Belum Tolak Wisatawan Tiongkok, Kecuali dari Wuhan

Untuk turis dari Tiongkok selain Wuhan, masih berstatus 'lampu kuning'.

KESEHATAN | 29 Januari 2020

Dinkes Sumut Periksa Kesehatan 95 WNA Asal Tiongkok

Ada sebanyak 95 orang WNA yang bekerja di PT Sinohydro PLTU Sumatera Utara II, menjalani pemeriksaan.

KESEHATAN | 29 Januari 2020

Profesi Kekinian Ini Butuh Suplemen Kesehatan Khusus

Tak sembarang suplemen, masing-masing orang membutuhkan suplemen khusus sesuai kondisi tubuh dan profesi atau aktivitas sehari-harinya.

KESEHATAN | 29 Januari 2020

Pemerintah Diminta Tetapkan Siaga Satu Virus Korona

Seluruh kepala daerah harus membantu untuk membuka informasi dan data seputar penyebaran virus korona di wilayah masing-masing.

KESEHATAN | 29 Januari 2020

Penyebaran Virus Korona Terus Bertambah ke 14 Negara

WHO menyebut sebagian besar pasien yang terjangkit virus korona hanya mengalami gejala penyakit yang ringan

KESEHATAN | 29 Januari 2020

Menkes Terawan Bagikan Tips Cegah Virus Korona

"Jaga imunitas untuk siap-siap melawan virus," kata Terawan.

KESEHATAN | 28 Januari 2020

Hindari Stunting dan Obesitas dengan Gizi Seimbang

Program edukasi kepada Ibu dan remaja untuk menyajikan makanan bergizi seimbang mampu mengurangi risiko obesitas dan stunting.

KESEHATAN | 28 Januari 2020

Antisipasi Virus Korona, Kemkes Siapkan 21 Kapsul Evakuasi

Kapsul evakuasi digunakan untuk membawa pasien terduga Korona ke rumah sakit.

KESEHATAN | 28 Januari 2020

Menko PMK Tegaskan Indonesia Masih Aman Virus Korona

Pemerintah sudah melakukan kesiapsiagaan tinggi tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

KESEHATAN | 28 Januari 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS