Penggemar Gim Berisiko Alami Mata Kering

Penggemar Gim Berisiko Alami Mata Kering
Insto mendukung Piala Presiden E-Sport 2020 yang diselenggarakan oleh lESPL, sebagai lanjutan dari kampanye lNSTO Dry Eyeducation, di Jakarta, Rabu (29/1/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani)
Indah Handayani / FER Rabu, 29 Januari 2020 | 20:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kalangan penggemar gim atau gamers, berisiko mengalami mata kering atau suatu kondisi saat produksi air mata tidak mampu melumasi mata secara memadai. Alhasil, mata tidak dapat membasuh debu atau benda asing yang mengganggu mata.

Kenali Gejala Mata Kering Akibat Gawai

Adapun beberapa faktor penyebab termasuk kebiasaan mengakses gawai dalam waktu lama yang dilakukan oleh masyarakat, termasuk gamers, dapat memicu permasalahan mata kering.

Data Nielsen Consumer Media View menyebutkan, kebanyakan gamers menghabiskan waktu hingga 7 jam per hari, dan 87 persen diantaranya menggunakan smartphone.

Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar, Weitarsa Hendarto, menjelaskan para gamers biasanya fokus menatap layar sehingga suka kurang berkedip. Ini salah satu penyebab gejala mata kering. Untuk itu, pihaknya melalui brand Insto ingin meningkatkan kesadaran atas gejala mata kering, seperti kondisi mata sepet, pegal dan perih.

Hadir di Indonesia, WCKD Bidik Perempuan Modern

"Kami percaya bila para gamers, terutama atlet eSport, sadar akan kondisi ini dan soiusi mengatasi mata kering, bisa membantu mereka bermain lebih sehat dan berprestasi untuk Indonesia,” ungkap Weitarsa Hendarto di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Dokter Spesialis Mata JEC, dr Nina Asrini Noor SpM, menjelaskan, gamers membutuhkan konsentrasi penuh pada mata mereka untuk menatap layar komputer atau smartphone. Hal itu sangat memungkinkan mereka mengalami mata kering atau gangguan air mata.

"Proses berkedip atau blinking rate sangat penting untuk menjaga kelembapan mata. Aktivitas dengan atensi visual atau fokus tinggi dalam durasi waktu lama, seperti menatap monitor atau gawai, dapat menjadi faktor penyebab mata kering," tandas Nina.

Kacamata Ion Belum Terbukti Medis

Menurut Nina, hal itu karena pada saat sedang fokus, frekuensi berkedip berkurang, sehingga air mata terganggu dan timbul gejala seperti mengganjal, mudah merah berulang, berair, terasa kering, sensasi berpasir, ada kotoran mata, terasa lengket, rasa gatal yang memicu untuk mengucek mata.

"Mengemudikan kendaraan juga termasuk kegiatan dengan atensi visual tinggi, yang juga dapat menimbulkan mata lelah atau kering," tambahnya.



Sumber: Investor Daily