Kemkes Minta Pemda dan Masyarakat Waspadai DBD
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemkes Minta Pemda dan Masyarakat Waspadai DBD

Jumat, 31 Januari 2020 | 08:51 WIB
Oleh : Dina Manafe / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) cenderung meningkat di musim hujan. Kementerian Kesehatan (Kemkes) memintah pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit ini. Pasalnya, meskipun cenderung menurun dibanding tahun lalu, jumlah kasus DBD sampai bulan Januari ini masih tergolong tinggi. Puncak penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti diperkirakan terjadi hingga bulan Februari-Maret.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes, Anung Sugihantono mengatakan, hingga 30 Januari 2020 dilaporkan jumlah kasus DBD sebanyak 1.358 tersebar di 11 provinsi dengan kematian 12 orang. Jumlah yang meninggal ini ada di NTT 6 orang, Jawa Barat 3, Bengkulu 1, Jawa Tenggah 1, dan Jawa Timur 1 orang. Jumlah ini menurun signifikan dari kasus tahun lalu di periode yang sama sebanyak 11.224 dengan angka kematian 10 orang. Penyebarannya masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Namun tahun ini provinsi NTT tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus terbanyak, yaitu 552 orang, di mana kebanyakan ada di Kabupaten Sikka sebanyak 200 lebih, dan kematian 2 orang.

“Kasus di Sikka paling banyak dan kalau lihat data kasusnya meningkat dari bulan lalu atau minggu lalu. Tetapi pemda tidak melaporkan kejadian luar biasa (KLB) secara administratif,” kata Anung di Kantor Kemkes, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Menurut Anung, belum dipastikan faktor yang menyebabkan Sikka memiliki jumlah kasus terbanyak dan cenderung meningkat di tahun ini. Padahal Kemkes sendiri sudah mengirimkan dua surat edaran ke pemda setempat untuk melakukan pencegahan dan pengendalian terhadap DBD.

Sementara daerah-daerah lain jumlah kasus cenderung menurun. Diperkirakan karena di Sikka terjadi kekeringan di daerah ini dan kelangkaan air bersih. Anung telah meminta bawahannya untuk melakukan semacam pembanding curah hujan tahun lalu dengan curah hujan tahun ini kaitannya terhadap peningkatan kasus DBD. Kemkes sudah mengirimkan surat edaran sejak bulan Oktober 2019 lalu yang isinya mengingatkan pemda untuk antisipasi DBD.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosi Kementerian Kesehatan (Kemkes) Siti Nadya Tarmizi mengatakan, sudah ada surat edaran kewaspadaan terhadap DBD tidak hanya kepada dinas kesehatan tetapi juga seluruh fasilitas kesehatan.

Standar operasional untuk penanggulangan DBD mulai dari pencegahan sampai pada penanganan juga sudah ada pedomannnya. Tinggal pemda setempat melaksanakannya atau tidak. Minimal lakukan kegiatan PSM 3 M, yaitu pembersihan sarang nyamuk, menguras menutup dan mengubur.

Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, dan lain-lain. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan sebagainya. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD. Ditambah dengan kegiatan pencegahan, seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

Kemudian menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Awal DBD ditandai dengan demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari, nyeri kepala, nyeri saat menggerakan bola mata, dan nyeri punggung, kadang disertai adanya tanda-tanda perdarahan, pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan nyeri ulu hati, perdarahan saluran cerna, syok, hingga kematian.

Masa inkubasi penyakit ini 3-14 hari, tetapi pada umumnya 4-7 hari. Yang dikhawatirkan, belum ada obat maupun vaksin untuk mencegah DBD. Pengobatan terhadap penderita hanya bersifat simtomatis dan suportif. Karenanya mencegah jauh lebih baik.



Sumber: Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bedah Bariatrik, Solusi untuk Penderita Obesitas

Angka prevalensi obesitas di Indonesia meningkat signifikan dalam 5 tahun terakhir.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Siloam Bekasi Ingatkan Kembali Bahaya Diabetes Melitus

Penyakit metabolik semakin banyak timbul karena gaya hidup masyarakat yang berubah.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Strok Mulai Menyerang Kalangan Usia Muda

Tren penderita strok berubah, dengan usia pasien yang semakin muda.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Kebutuhan Homecare Tenaga Medis Kian Meningkat

LoveCare merupakan startup yang menghubungkan pasien dan keluarga pasien dengan tenaga medis profesional.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Presiden Instruksikan Segera Evakuasi WNI di Provinsi Hubei

Keputusan diambil setelah rapat koordinasi dnegan sejumlah menteri terkait rencana evakuais WNI.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Ini Kendala Pemerintah untuk Evakuasi WNI di Wuhan

Pemerintah juga mempertimbangkan proses karantina sepulangnya WNI dari Wuhan, untuk perlindungan di dalam negeri.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Virus Korona Mengancam, Prudential Luncurkan Inisiatif Perlindungan Tambahan

Prudential Indonesia mengambil inisiatif untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap ancaman Virus Korona kepada pemegang Polis Prudential Indonesia.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Sambil Menunggu Evakuasi, Kemenlu Pastikan Logistik WNI di Tiongkok Aman

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) pastikan logistik WNI di Tiongkok aman selama tujuh hari ke depan.

NASIONAL | 30 Januari 2020

Indonesia Jajaki Evakuasi WNI di Wuhan

Presiden sudah menyampaikan kepada menteri luar negeri (menlu) untuk mulai menjajaki melakukan evakuasi.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Rayakan Hari Jadi Pertama, RSUI Berikan Layanan Khusus Alumni

Rumah sakit yang berada di area kompleks kampus UI, Depok, Jawa Barat itu memberikan pemotongan tarif pelayanan hingga 10% untuk jasa konsultasi dokter.

KESEHATAN | 13 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS