Logo BeritaSatu

Peningkatan Daya Tahan Tubuh, Antisipasi Penularan Virus Korona

Jumat, 31 Januari 2020 | 20:33 WIB
Oleh : Elvira Anna Siahaan / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Akhir-akhir ini pemberitaan mengenai penyebaran virus korona membuat banyak orang khawatir. Sebab hingga hari ini belum ada vaksin atau obat yang bisa menyembuhkan penderita. Namun risiko penyebaran virus ini bisa diantisipasi, karena serangan virus, bakteri, infeksi dan lainnya, sangatlah bergantung pada sistem kekebalan tubuh manusia. Kekebalan itulah yang bekerja mengidentifikasi dan melawan virus, bakteri, parasit serta memisahkannya dari jaringan pertahanan tubuh.

Demikian dikemukakan Direktur klinik kesehatan dan kecantikan Rhed Clinic yang juga seorang medical trainer, dr Elvin Gultom kepada Beritasatu.com, Jumat (31/1/2020). Dikatakan proses pengobatan untuk mengatasi semua jenis virus, kecuali HIV adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

"Virus itu bisa diatasi dengan daya tubuh yang bagus, tidak bisa dengan minum antibiotik. Sedangkan obat antivirus seperti Oseltamivir dianggap tidak memiliki efek dan masih dianggap kontroversial untuk penanganan virus korona. Dengan daya tahan tubuh yang baik kita bisa melawan virus yang masuk ke dalam tubuh,” ujar Elvin yang dihubungi via telepon.

Elvin juga menjelaskan, jika terjangkit virus, penanganan yang dilakukan adalah dengan menyembuhkan gejalanya.

"Semisal, jika gejalanya ditandai dengan batuk, pilek, kesulitan bernafas atau demam, maka gejala itulah yang harus segera disembuhkan. Namun untuk membasmi virus itu sendiri, tetap daya tahan tubuh yang akan melawannya. Harus diingat penyebaran virus mudah terjadi apabila daya tahan tubuh lemah, kurang gizi, kurang vitamin, dan memiliki penyakit kekebalan tubuh," jelas Elvin.

Menurut Elvin cara kerja sel-sel pertahanan tubuh ini dapat terganggu, karena radikal bebas yang masuk dalam sel-sel pertahanan tubuh tersebut. Untuk itu dibutuhkan antioksidan yang kuat dan juga aman bagi tubuh untuk menangkal radikal bebas yang bisa menggangu kinerja sel pertahanan tubuh.

Antioksidan ini bisa didapatkan dengan mengonsumsi air hidrogen dan inhalasi gas hidrogen. “Air dan inhalasi hidrogen bisa menjadi salah satu cara mebantu mengoptimalkan kerja sel-sel pertahanan tubuh. Melalui zatnya yang sangat ringan, molekul hidrogen dapat mengikat radikal bebas dalam sel tubuh,” tuturnya.

Elvin menambahkan, Inhalasi dan minum air hidrogen juga sangat mudah dilakukan. “Antioksidan dari gas dan air hidrogen kini bisa kita dapatkan secara praktis seperti pada generator portabel Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler,” lanjutnya.

Menurut Elvin, sudah banyak penelitian yang menyatakan air dan inhalasi hidrogen dapat membantu meningkatkan pemulihan penyakit dan juga daya tahan tubuh. “Salah satunya dalam Journal Medical Gas Research 2014,menyatakan, bahwa hidrogen adalah antioksidan kuat, antiapoptotik, dan antiinflamasi, sehingga memiliki potensi aplikasi medis dalam sel, jaringan, dan organ,” ujarnya.

Leonardo Wiesan, selaku pendiri perusahaan LiveWell Global, distributor generatorportabelair dan inhaler hidrogen pertama di Indonesia, yaitu Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler mengatakan, air hidrogen dan inhalasi hidrogen sudah menjadi kebutuhan di negara-negara maju seperti Amerika, Jepang dan Korea.

Kini masyarakat di Indonesia dapat dengan mudah mengonsumsi air dan inhalasi hidrogen. “Dengan menghasilkan molekul hidrogen tinggi mencapai 1.500 part per billion, serta dibuat dengan teknologi modern di Korea Selatan dengan sertifikasi internasional, kami harap masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat air dan inhalasi hidrogen terutama untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh yang menjadi sumber penyakit kronis,; ujar Leo.

Ditambahkan, sudah banyak yang merasakan dan terbantu dengan manfaatnya. Bahkan penelitian ilmiah dan jurnal kesehatan mengenai manfaat air hidrogen sudah mencapai ribuan,” pungkas Leo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tragedi Kanjuruhan, PSSI Hentikan Liga 1 Selama Sepekan

Buntut tragedi Kanjuruhan, PSSI memutuskan untuk menghentikan BRI Liga 1 2022/2023 selama satu pekan dan melarang Arema FC menjadi tuan rumah.

NEWS | 2 Oktober 2022

Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Bertambah Jadi 62 Orang

Korban tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dikabarkan bertambah menjadi 62 orang. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Arema FC Akan Dilarang Jadi Tuan Rumah di Sisa Musim Liga 1

Komisi Disiplin PSSI menegaskan bahwa Arema FC bisa terkena sanksi tidak dapat menjadi tuan rumah di sisa laga BRI Liga 1 2022/2023.

NEWS | 2 Oktober 2022

Video: Gas Air Mata Bikin Massa di Kanjuruhan Panik

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata di Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ini Video Ribuan Suporter Merangsek Masuk Lapangan

Beredar video yang menunjukkan suporter merangsek masuk lapangan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA, Gas Air Mata Terlarang

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, PSSI: Arema Bisa Kena Sanksi Keras

Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan setelah laga BRI Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu, 1 Oktober 2022.

NEWS | 2 Oktober 2022

Persebaya Berduka atas Korban Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Persebaya Surabaya menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam kerusuhan usai laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi di Kanjuruhan, PSSI Segera Investigasi

PSSI segera melakukan investigasi terkait kerusuhan yang berujung tragedi di dalam Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

NEWS | 2 Oktober 2022

Gas Air Mata Dituding Penyebab Jatuhnya Korban di Kanjuruhan

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dipandang karena tembakan gas air mata di dalam Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kepemilikan Satwa Liar, KLHK Minta Masyarakat Miliki Izin

Kepemilikan Satwa Liar, KLHK Minta Masyarakat Miliki Izin

NEWS | 11 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings