Kemkes Siapkan Karantina untuk WNI dari Hubei
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemkes Siapkan Karantina untuk WNI dari Hubei

Jumat, 31 Januari 2020 | 22:09 WIB
Oleh : Dina Manafe / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengumumkan wabah novel coronavirus (nCoV) atau virus korona di Tiongkok masuk darurat kesehatan global. Direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan keputusan itu setelah sidang Komisi Darurat, sebuah panel para ahli independen. Keputusan ini diambil karena jumlah kasus yang konfirmasi maupun angka kematian terus bertambah. Virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok ini telah menewaskan 171 orang dan menyebar di 18 negara.

Menurut data WHO, Kamis (30/1/2020), ada 7.800 kasus lebih yang terdeteksi di seluruh dunia, dan sebagian besar terjadi di Tiongkok daratan. Sementara Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengumumkan jumlah total kasus virus corona di negara itu telah meningkat menjadi 9.692 hingga kamis malam. Angka itu melonjak 1,982 dari hari sebelumnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Lansung Kemkes, dr Wiendra Waroruntu mengatakan, setelah WHO menetapkan sebagai kegawatdaruratan kesehatan internasional, maka semua negara termasuk Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Di Indonesia sendiri, sebelum dikeluarkannya status darurat oleh WHO pun pemerintah sudah meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi ancaman virus ini.

Dimulai dari pintu masuk negara telah disiapkan skrining untuk memastikan orang yang masuk tidak sakit. Kalau pun ditemukan sakit sudah disiapkan skema rujukan ke rumah sakit yang telah disiapkan untuk mendapat perawatan khusus dan diisolasi sehingga tidak terjadi penularan ke sekitarnya. Di pintu masuk negara juga disiapkan ambulans khusus untuk evakuasi jika memang ditemukan gejala sakit.

Jokowi Perintahkan TNI Evakuasi WNI di Tiongkok

“Untuk kesiapsiagaan tenaga dan rumah sakit ini terus kami lakukan penilaian. Mulai dari kesiapan SDM, sarana di rumah sakit, termasuk kesiapan reagen, data dan laboratorium di Libangkes Kemenkes. Karena kita dekat dengan Singapura dan Malaysia yang sudah ada kasus, maka kesiapsiagaan harus kita tingkatkan,” kata Wiendra di Kantor Kemkes, Jakarta, Jumat (31/1).

Selain siaga terhadap penularan virus ini dari pintu masuk negara, Kemkes juga sudah siap menerima kepulangan WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok. Sebanyak 249 WNI yang dipulangkan tersebut akan dikarantina di tempat non rumah sakit. Namun Kemkes belum menyebutkan di mana lokasi karantina tersebut. Skema karantina ini sudah dipersiapkan matang oleh pemerintah. Mulai dari penjemputan di Provinsi Hubei, sekitar 5 tenaga kesehatan dari Kemkes yang terdiri dari dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam, dokter obgyn, dokter umum, dan perawat ikut dalam pesawat yang akan menjemput WNI. Mereka yang ikut dalam penjemputan nanti juga akan masuk dalam karantina bersama-sama WNI yang dipulangkan tersebut.

KBRI Beijing Siapkan Surat Keterangan untuk WNI Tinggalkan Tiongkok

Meskipun WNI yang akan dipulangkan tidak sakit, tetapi perlu dikarantina untuk memastikan tidak ada penyebaran virus dari Tiongkok. Karena mereka baru datang dari kota yang sedang terjadi wabah nCoV. Secara teknis, Wiendra menjelaskan, WNI akan dijemput langsung dari Provinsi Hubei ke Indonesia dan mendarat di sebuah bandara udara yang namanya masih dirahasiakan. Setibanya di bandara di Indonesia, ratusan WNI kembali diskrining untuk memastikan yang sakit dan yang sehat.

Jika dalam kondisi sehat, maka mereka akan dikarantina di sebuah tempat khusus selama 14 hari, yaitu selama masa inkubasi virus corona ini. Lamanya masa karantina ini menurut Wiendra memang berbeda dengan Amerika Serikat yang hanya 3 hari. Ini untuk memastikan sudah aman atau virus tersebut sudah berakhir masa inkubasinya, sehingga tidak menyebar.

Lamanya masa karantina ini, menurut Wiendra, juga sesuai dengan standar prosedur operasional internasional atau The International Health Regulations (IHR) 2005. Ini berbeda dengan Amerika Serikat yang mengarantina warga negaranya hanya 3 hari.

“Tiap negara berbeda masa karantina ini. Tetapi Indonesia tetap patuh pada regulasi internasional, karena kita mengadopsi IHR 2005 maka harus patuh,” katanya.

Selama masa karantina, menurut Wiendra, kemungkinan mereka boleh dikunjungi keluarganya di Indonesia, tetapi tidak boleh berinteraksi langsung. Di tempat karantina, pemerintah akan memenuhi kebutuhan dasar mereka mulai dari makanan, kegiatan olah raga, kesenian, ibadah, dan lain-lain. Di karantina ini mereka didalam pemantauan 24 jam oleh tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru, dokter umum, dokter spesialis jiwa, dan tenaga kesehatan lainnya. Kemkes sedang mempersiapkan pedoman untuk penanganan WNI dari Tiongkok yang akan dikarantina.

“Jadi yang dikarantina ini orang sehat, bukan sakit. Karena sehat, maka negara harus memenuhi kebutuhan dasar mereka tiap hari. Kita pastikan kejiwaan mereka sudah sehat, tidak stress, karena kalau stres juga mudah sakit,” kata Wiendra.

Jubir Presiden Sebut Proses Evakuasi Tak Semudah Naik Angkot

Menurut Wiendra, diharapkan semua WNI yang dipulangkan tidak sampai sakit. Kalau pun setibanya di Indonesia ternyata sakit dengan gejala seperti nCoV, maka sudah disiapkan skema penangannya. Pasien langsung dibawa ke RS rujukan untuk dirawat khusus dalam ruangan khusus dan diawasi selama 24 jam.

Wiendra menambahkan, pemerintah Tiongkok memang masih memberlakukan karantina kota di mana melarang pergerakan masuk atau keluar dari Wuhan. Setiap warga negara yang keluar dari Wuhan harus melalui exit screening, dan mendapat semacam sertifikat bahwa yang bersangkutan sehat untuk keluar dari kota itu. Namun, atas perintah Presiden Jokowi dan setelah pemerintah Indonesia melakukan lobi-lobi dengan pemerintah Tiongkok, WNI di Wuhan boleh dipulangkan. Sebelumnya dua negara, yaitu Jepang dan Amerika Serikat, juga terlebih dahulu mengevakuasi warganya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Peningkatan Daya Tahan Tubuh, Antisipasi Penularan Virus Korona

Proses pengobatan untuk mengatasi semua jenis virus, kecuali HIV adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

KESEHATAN | 31 Januari 2020

21 Negara Terkonfirmasi Terpapar Virus Corona

Negara yang baru saja mengonfirmasi penemuan kasus virus ini yaitu Italia, Filipina, dan India.

KESEHATAN | 31 Januari 2020

Ini Manfaat Siwak untuk Kesehatan Gigi dan Mulut

Siwak mengandung begitu banyak kebaikan untuk kesehatan gigi dan mulut.

KESEHATAN | 31 Januari 2020

Kemkes Minta Pemda dan Masyarakat Waspadai DBD

Meskipun cenderung menurun dibanding tahun lalu, jumlah kasus DBD sampai bulan Januari ini masih tergolong tinggi.

KESEHATAN | 31 Januari 2020

Bedah Bariatrik, Solusi untuk Penderita Obesitas

Angka prevalensi obesitas di Indonesia meningkat signifikan dalam 5 tahun terakhir.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Siloam Bekasi Ingatkan Kembali Bahaya Diabetes Melitus

Penyakit metabolik semakin banyak timbul karena gaya hidup masyarakat yang berubah.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Strok Mulai Menyerang Kalangan Usia Muda

Tren penderita strok berubah, dengan usia pasien yang semakin muda.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Kebutuhan Homecare Tenaga Medis Kian Meningkat

LoveCare merupakan startup yang menghubungkan pasien dan keluarga pasien dengan tenaga medis profesional.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Presiden Instruksikan Segera Evakuasi WNI di Provinsi Hubei

Keputusan diambil setelah rapat koordinasi dnegan sejumlah menteri terkait rencana evakuais WNI.

KESEHATAN | 30 Januari 2020

Ini Kendala Pemerintah untuk Evakuasi WNI di Wuhan

Pemerintah juga mempertimbangkan proses karantina sepulangnya WNI dari Wuhan, untuk perlindungan di dalam negeri.

KESEHATAN | 30 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS