Logo BeritaSatu

Kemkes Siapkan Karantina untuk WNI dari Hubei

Jumat, 31 Januari 2020 | 22:09 WIB
Oleh : Dina Manafe / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengumumkan wabah novel coronavirus (nCoV) atau virus korona di Tiongkok masuk darurat kesehatan global. Direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan keputusan itu setelah sidang Komisi Darurat, sebuah panel para ahli independen. Keputusan ini diambil karena jumlah kasus yang konfirmasi maupun angka kematian terus bertambah. Virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok ini telah menewaskan 171 orang dan menyebar di 18 negara.

Menurut data WHO, Kamis (30/1/2020), ada 7.800 kasus lebih yang terdeteksi di seluruh dunia, dan sebagian besar terjadi di Tiongkok daratan. Sementara Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengumumkan jumlah total kasus virus corona di negara itu telah meningkat menjadi 9.692 hingga kamis malam. Angka itu melonjak 1,982 dari hari sebelumnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Lansung Kemkes, dr Wiendra Waroruntu mengatakan, setelah WHO menetapkan sebagai kegawatdaruratan kesehatan internasional, maka semua negara termasuk Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Di Indonesia sendiri, sebelum dikeluarkannya status darurat oleh WHO pun pemerintah sudah meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi ancaman virus ini.

Dimulai dari pintu masuk negara telah disiapkan skrining untuk memastikan orang yang masuk tidak sakit. Kalau pun ditemukan sakit sudah disiapkan skema rujukan ke rumah sakit yang telah disiapkan untuk mendapat perawatan khusus dan diisolasi sehingga tidak terjadi penularan ke sekitarnya. Di pintu masuk negara juga disiapkan ambulans khusus untuk evakuasi jika memang ditemukan gejala sakit.

Jokowi Perintahkan TNI Evakuasi WNI di Tiongkok

“Untuk kesiapsiagaan tenaga dan rumah sakit ini terus kami lakukan penilaian. Mulai dari kesiapan SDM, sarana di rumah sakit, termasuk kesiapan reagen, data dan laboratorium di Libangkes Kemenkes. Karena kita dekat dengan Singapura dan Malaysia yang sudah ada kasus, maka kesiapsiagaan harus kita tingkatkan,” kata Wiendra di Kantor Kemkes, Jakarta, Jumat (31/1).

Selain siaga terhadap penularan virus ini dari pintu masuk negara, Kemkes juga sudah siap menerima kepulangan WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok. Sebanyak 249 WNI yang dipulangkan tersebut akan dikarantina di tempat non rumah sakit. Namun Kemkes belum menyebutkan di mana lokasi karantina tersebut. Skema karantina ini sudah dipersiapkan matang oleh pemerintah. Mulai dari penjemputan di Provinsi Hubei, sekitar 5 tenaga kesehatan dari Kemkes yang terdiri dari dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam, dokter obgyn, dokter umum, dan perawat ikut dalam pesawat yang akan menjemput WNI. Mereka yang ikut dalam penjemputan nanti juga akan masuk dalam karantina bersama-sama WNI yang dipulangkan tersebut.

KBRI Beijing Siapkan Surat Keterangan untuk WNI Tinggalkan Tiongkok

Meskipun WNI yang akan dipulangkan tidak sakit, tetapi perlu dikarantina untuk memastikan tidak ada penyebaran virus dari Tiongkok. Karena mereka baru datang dari kota yang sedang terjadi wabah nCoV. Secara teknis, Wiendra menjelaskan, WNI akan dijemput langsung dari Provinsi Hubei ke Indonesia dan mendarat di sebuah bandara udara yang namanya masih dirahasiakan. Setibanya di bandara di Indonesia, ratusan WNI kembali diskrining untuk memastikan yang sakit dan yang sehat.

Jika dalam kondisi sehat, maka mereka akan dikarantina di sebuah tempat khusus selama 14 hari, yaitu selama masa inkubasi virus corona ini. Lamanya masa karantina ini menurut Wiendra memang berbeda dengan Amerika Serikat yang hanya 3 hari. Ini untuk memastikan sudah aman atau virus tersebut sudah berakhir masa inkubasinya, sehingga tidak menyebar.

Lamanya masa karantina ini, menurut Wiendra, juga sesuai dengan standar prosedur operasional internasional atau The International Health Regulations (IHR) 2005. Ini berbeda dengan Amerika Serikat yang mengarantina warga negaranya hanya 3 hari.

“Tiap negara berbeda masa karantina ini. Tetapi Indonesia tetap patuh pada regulasi internasional, karena kita mengadopsi IHR 2005 maka harus patuh,” katanya.

Selama masa karantina, menurut Wiendra, kemungkinan mereka boleh dikunjungi keluarganya di Indonesia, tetapi tidak boleh berinteraksi langsung. Di tempat karantina, pemerintah akan memenuhi kebutuhan dasar mereka mulai dari makanan, kegiatan olah raga, kesenian, ibadah, dan lain-lain. Di karantina ini mereka didalam pemantauan 24 jam oleh tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru, dokter umum, dokter spesialis jiwa, dan tenaga kesehatan lainnya. Kemkes sedang mempersiapkan pedoman untuk penanganan WNI dari Tiongkok yang akan dikarantina.

“Jadi yang dikarantina ini orang sehat, bukan sakit. Karena sehat, maka negara harus memenuhi kebutuhan dasar mereka tiap hari. Kita pastikan kejiwaan mereka sudah sehat, tidak stress, karena kalau stres juga mudah sakit,” kata Wiendra.

Jubir Presiden Sebut Proses Evakuasi Tak Semudah Naik Angkot

Menurut Wiendra, diharapkan semua WNI yang dipulangkan tidak sampai sakit. Kalau pun setibanya di Indonesia ternyata sakit dengan gejala seperti nCoV, maka sudah disiapkan skema penangannya. Pasien langsung dibawa ke RS rujukan untuk dirawat khusus dalam ruangan khusus dan diawasi selama 24 jam.

Wiendra menambahkan, pemerintah Tiongkok memang masih memberlakukan karantina kota di mana melarang pergerakan masuk atau keluar dari Wuhan. Setiap warga negara yang keluar dari Wuhan harus melalui exit screening, dan mendapat semacam sertifikat bahwa yang bersangkutan sehat untuk keluar dari kota itu. Namun, atas perintah Presiden Jokowi dan setelah pemerintah Indonesia melakukan lobi-lobi dengan pemerintah Tiongkok, WNI di Wuhan boleh dipulangkan. Sebelumnya dua negara, yaitu Jepang dan Amerika Serikat, juga terlebih dahulu mengevakuasi warganya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menko PMK Sebut Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan 130 Orang

Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 130 orang. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Zulkifli Hasan: Usut Tuntas Tragedi Kemanusiaan di Kanjuruhan

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas mendesak pengusutan secara tuntas tragedi Kanjuruhan, usai laga Arema FC vs Persebaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Survei Indikator: Kokoh di Puncak, Elektabilitas Ganjar Pranowo Tidak Terkejar

Survei terbaru Indikator Politik menunjukkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kokoh di puncak elektabilitas calon presiden (capres).

NEWS | 2 Oktober 2022

DPR Sesalkan PT LIB Abaikan Rekomendasi Polisi soal Jadwal Arema vs Persebaya

Habiburokhman menyesalkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang mengabaikan rekomendasi polisi untuk mengubah jadwal pertandingan Arema vs Persebaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Legawa Laga Persib vs Persija Ditunda

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil legawa pertandingan Persib melawan Persija ditunda imbas dari tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Korban Badai Ian bertambah, Biden Akan Kunjungi Florida

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengunjungi Florida saat korban tewas akibat Badai Ian naik menjadi 44 orang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, DPR: Aparat Harus Tahu Larangan Penggunaan Gas Air Mata

Pengunaan gas air mata menjadi salah satu hal yang disorot publik dalam tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

DPR: Tragedi Kanjuruhan Akan Sangat Berpengaruh terhadap Olahraga Nasional

Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian menyampaikan keprihatinannya atas tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, GMPI Jawa Timur: "Aremania vs Gas Air Mata"

Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Jawa Timur (Jatim) menyayangkan terjadinya tragedi Kanjuruhan, usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Komnas HAM Kirim Tim Usut Tragedi Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 174 Orang

Komnas HAM turunkan tim penyelidikan terkait tragedi Kanjuruhan di Stadion Kanjuruhan, Malang yang dilaporkan telah tewaskan 174 orang.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Menko PMK Sebut Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan 130 Orang

Menko PMK Sebut Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan 130 Orang

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings