Anugerah Pharmindo Resmikan National Distribution Center Rp 300 Miliar
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

Anugerah Pharmindo Resmikan National Distribution Center Rp 300 Miliar

Selasa, 4 Februari 2020 | 19:20 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Cikarang, Beritasatu.com - Perusahaan layanan kesehatan, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), meresmikan National Distribution Center (NDC) dengan investasi Rp 300 miliar di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (4/2/2020). NDC merupakan warehouse berskala nasional guna mendukung pemerintah meningkatkan distribusi produk kesehatan untuk membuat bangsa Indonesia menjadi lebih sehat.

"NDC merupakan inovasi sebagai wujud komitmen making healthcare more accessible," kata Presiden Director APL, Christophe Piganiol, dala keterangan yang diterima Selasa (4/2/2020).

Hadir dalam peresmian itu, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemkes) Engko Sosialine Magdalene, didampingi Presiden Komisaris APL Biantoro Wanandi, President Director APL Christophe Piganol, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zak Adiktif, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Rita Endang, dan Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum.

Christophe Piganol mengatakan, APL telah mendukung industri kesehatan di Indonesia sejak 1985 dengan menjangkau 34 provinsi dan 504 kota. APL mendukung percepatan industri 4.0, khususnya dalam bidang kesehatan di Indonesia melalui distribusi produk kesehatan, pemasaran produk, pemberian dukungan tata laksana, dan digitalisasi.

Christophe Piganol mengatakan, APL yang merupakan jaringan internasional Zuellig Pharma, membangun National Distribution Center dengan standar kepatuhan tinggi serta fasilitas canggih hingga mampu mendistribusikan produk farmasi dan alat kesehatan sampai ke seluruh pelosok Indonesia dengan kualitas terjaga. "NDC yang berada di lahan seluas 39.930 m2 dilengkapi fasilitas berstandar internasional untuk mengakomodir beragam produk kesehatan," kata Christophe Piganol.

Christophe Piganiol mengatakan, melalui National Distribution Center ini, APL membantu distribusi produk kesehatan ke masyarakat Indonesia sejalan instruksi pemerintah Indonesia, untuk pengembangan industri farmasi dan industri alat kesehatan.

NDC telah mendapatkan pengakuan sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dari BPOM dan lisensi izin penjualan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan. NDC di Cikarang mampu menampung produk kesehatan dalam kapasitas 19.000 pallet dan memiliki beberapa jenis ruang temperatur sehingga distribusi produk akan lebih tepat waktu, tepat guna, dan tempat yang tepat dengan kualitas produk terbaik. Fasilitas ini dilengkapi sistem pemadam kebakaran dan akses kontrol 24 jam membuat tingkat keamanan sangat tinggi. NDC juga memiliki 16 total loading dock yang dilengkapi dengan inflatable dock shelter dan dock leveler.

Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemkes Engko Sosialine Magdalene mengatakan, salah satu prioritas Kementerian Kesehatan saat ini adalah menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan produk-produk kesehatan yang berkualitas dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. "National Distribution Center ini sebagai salah satu inovasi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pendistribusian obat dan alat kesehatan hingga ke seluruh wilayah Indonesia," kata Engko Sosialine Magdalene.

Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif, BPOM Rita Endang menyampaikan, BPOM terus melakukan upaya peningkatan komunikasi, pendampingan, dan desk consultation untuk pengawalan pelaku usaha, baik industri farmasi maupun distributor (Pedagang Besar Farmasi/PBF). Berbagai upaya ini bertujuan mendukung akses dan ketersediaan obat untuk masyarakat sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan terutama di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada kesempatan ini Rita Endang juga memberikan dua sertifikat CDOB kategori Cold Chain Product dan Obat Lain kepada pedagang besar farmasi APL atas komitmennya dan upaya pemenuhan persyaratan distribusi.

CEO Zuellig Pharma, John Davison mengatakan, sebagai salah satu perusahaan farmasi terbesar di Asia, Zuellig konsisten memastikan layanan distribusi kesehatan menjadi lebih terjangkau. Sejalan strategi industri 4.0 di Indonesia, Zuellig mendukung APL melalui transfer teknologi dan pengetahuan serta mengintegrasikan dan menyesuaikan solusi digital untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang. "Kami juga membantu memerangi produk palsu dengan memanfaatkan teknologi blockchain yang dikembangkan dengan SAP dan kemampuan analitik data yang canggih,” kata John Davison.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkes Pastikan 38 Spesimen Negatif Virus Korona

Kemkes terus melakukan pemantauan dan mengumpulkan informasi dari berbagai daerah terkait dengan nCoV.

KESEHATAN | 4 Februari 2020

Kemkes Kirim Logistik untuk WNI di Natuna

WNI yang dievakuasi dari Wuhan akan dikarantina selama 14 hari.

KESEHATAN | 4 Februari 2020

Tips dr.Sonia Wibisono dan dr.Reisa Cegah Virus Korona

dr Sonia Wibisono dan dr Reisa Brotoasmoro sangat concern terhadap persoalan virus Korona ini. Duo dokter cantik ini memiliki kiat jitu dan tips paten agar keluarga, kolega, dan sahabat selalu aman dari wabah ini.

KESEHATAN | 3 Februari 2020

Kemkes Siapkan Dua Skenario untuk WNI di Natuna

Jika dalam 14 hari masa karantina ada WNI yang menunjukkan gejala nCoV, maka masa observasi akan diperpanjang.

KESEHATAN | 3 Februari 2020

Menkes Hormati Keputusan WNI yang Tidak Mau Pulang dari Wuhan

KBRI di Tiongkok akan tetap memberi perhatian dengan memastikan pasokan logistik ke mereka.

KESEHATAN | 3 Februari 2020

Menkes: Perkuat Imunitas Tubuh untuk Cegah Virus Korona

Indonesia sendiri terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi virus korona.

KESEHATAN | 3 Februari 2020

Mitos dan Fakta Seputar Virus Korona

Fakta: Masa inkubasi 14 hari, jadi bisa saja gejala klinik virus muncul kemudian walau lolos thermal scanner.

KESEHATAN | 3 Februari 2020

Pemerintah Terus Pantau Kondisi Tujuh WNI di Wuhan

Tujuh WNI yang tetap berada di Hubei akan terus dipantau dan berhubungan dengan KBRI.

KESEHATAN | 3 Februari 2020

Masyarakat Tidak Perlu Takut dengan Kepulangan WNI dari Wuhan

Pemerintah harus terus memberikan informasi dan mengedukasi masyarakat bahwa penularan nCoV ini tidak seperti yang dikhawatirkan selama ini.

KESEHATAN | 2 Februari 2020

Menkes: Tujuh WNI dari Wuhan Batal Diisolasi di Natuna

Ada empat yang lebih memilih tinggal di Wuhan dan tiga yang tidak lolos screening. Total ada 238 dari rencana awal 245 WNI diisolasi di Natuna.

KESEHATAN | 2 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS