Kemkes: Penurunan Stunting 14% Hanya Cita-cita Politis

Kemkes: Penurunan Stunting 14% Hanya Cita-cita Politis
Kepala Balitbang Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siswanto. (Foto: Antara / Muhammad Zulfikar )
Dwi Argo Santosa / DAS Senin, 10 Februari 2020 | 14:46 WIB

Jakarta, Beritsatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) menyatakan Indonesia membutuhkan suatu inovasi yang bagus dan mumpuni agar bisa menurunkan angka stunting (pengerdilan) dari 30,8 persen menjadi 19 persen pada akhir 2024. Sedangkan target Presiden Jokowi 14 persen mustahil dicapai. Angka 14 tersebut hanyalah cita-cita politik. 

Hal itu disampaikan Kepala Badan Litbang Kesehatan Kemkes, Siswanto di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Pada Jumat (7/2/2020), Presiden Jokowi mengatakan  menargetkan penurunan angka stunting balita di Indonesia turun menyentuh angka 14 persen. "Jadi target kita sekarang kira-kira 28 persen akan kita tekan masuk ke angka 14 persen. Targetnya 14 persen. Memang RPJMN Bappenas 20 (persen), tapi saya minta 14 (persen)," kata Jokowi di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

"Kalau kata para ahli gizi itu mustahil tapi ini barang kali ini cita-cita secara politis," ujar Siswanto seperti dikutip Antara.

Untuk menurunkan angka stunting 30,8 persen  menjadi 19 persen dalam lima tahun itu berat. Maka, menurut Siswanto,  harus ada inovasi yang bisa menurunkan angka stunting di Indonesia.

Kemkes, kata dia, terus mencari inovasi yang bisa menekan stunting. Namun sampai sekarang belum ada yang menemukan inovasi tersebut. Selama lima tahun terakhir pihak terkait masih sebatas koordinasi antarkementerian dan lembaga. "Sebetulnya belum menemukan suatu inovasi yang bisa menurunkan stunting dengan cepat pada level operasional," katanya.

Saat ini wilayah Indonesia bagian timur masih menunjukkan angka stunting  yang cukup tinggi terutama Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni 42,6 persen diikuti Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Gorontalo.

Meskipun demikian, katanya, sebagian Pulau Sumatera dan Jawa sudah bagus. Bahkan, DKI Jakarta sudah berada pada angka 17 persen. Sementara badan kesehatan dunia atau WHO menetapkan batasan pengerdilan sebesar 20 persen.

"Paling bagus Bali, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan DKI Jakarta itu bagus di bawah 20 persen," katanya.

Secara umum, pemerintah serius menangani pengerdilan karena persoalan tersebut merupakan proyek utama. Saat ini terdapat sekitar 20 proyek utama nasional dua ada di antaranya ada Kemenkes.

"Menurunkan stunting sama menurunkan angka kematian ibu," katanya.

Ia menambahkan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan pengerdilan yaitu intervensi kepada ibu hamil. Selain itu, orang tua juga diminta memerhatikan 1.000 hari kehidupan anak terutama pemberian asupan gizi.

 



Sumber: ANTARA