BKKBN Ungkap Dua Tantangan Turunkan Angka Kelahiran
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BKKBN Ungkap Dua Tantangan Turunkan Angka Kelahiran

Selasa, 11 Februari 2020 | 23:29 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) mencatat rata-rata perempuan usia subur di Indonesia memiliki anak lebih dari dua atau tiga. Ini terlihat dari total fertility rate (TFR) atau angka kelahiran total yang kembali naik.

Angka Kelahiran Naik Bikin BKKN Galau

Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal, mengatakan TFR mulai jalan di tempat. Padahal sebelumnya sempat turun. Rata-rata perempuan usia subur memiliki di 2017 masih di angka 2,4. Angka ini sempat turun beberapa poin di 2018 menjadi 2,38. Tetapi sekarang angka ini kembali naik menjadi 2.45, yang menandakan rata-rata perempuan usia subur di Indonesia memiliki anak lebih dari dua. TFR adalah salah satu parameter capaian program BKKBN.

Menurut Nofrijal, setelah diidentifikasi ternyata ada dua masalah utama. Pertama, karena pembiayaan atau penganggaran untuk program KB belum efektif di kabupaten/kota. Kedua, peran atau fungsi petugas/penyuluh lapangan KB (PLKB) belum maksimal.

"Dua masalah inilah yang akan kita benahi di 2020, sehingga di 2021 kembali ke jalurnya,” kata Nofrijal usai acara pembukaan pra rakernas Banggakencana di Kantor Pusat BKKBN, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Hasto Berharap Milenial Dukung Rebranding BKKBN

Soal PLKB, lanjut Nofrijal, masih jadi masalah. Mereka adalah garda terdepan dalam mengampanyekan dan mengajak pasangan usia subur untuk ber-KB. Juga turut memastikan rantai pasok alat kontrasepsi sampai di fasilitas layanan kesehatan. Sayangnya jumlah mereka tidak memadai.

Saat ini, hanya ada kira kira 22.000 PLBK berstatus PNS dan non PNS. Jumlah ini tidak cukup menjangkau sekitar 82.000 desa. Idealnya satu PLKB membawahi 2 desa. Faktanya sekarang satu PLKB membawahi 6 desa hingga 7 desa. Di daerah-daerah yang capaian KB-nya rendah justru jumlah KB lebih sedikit. Di Papua, misalnya, bahkan satu PLKB menjaungkau 20 desa.

Ketersediaan alat kontrasepsi sampai ke daerah juga jadi tantangan tersendiri. Manajemen rantai pasok alat kontrasepsi belum terjamin di semua fasilitas layanan kesehatan. Selain itu vakumnya kepemimpinan BKKBN di tahun 2017-2018 ikut berpengaruh.

Kepala BKKN Sebut NTT Sulit Meraih Bonus Demografi

Selama beberapa tahun BKKBN tidak memiliki pemimpin definitif, sehingga beberapa program pengadaan alat kontrasepsi tersendat dan terlambat sampai ke daerah hingga akhir 2019. Ini menyebabkan akses masyarakat terhadap alat kontrasepsi terganggu di beberapa daerah.

Hambatan lainnya, program KB tidak lagi didukung oleh lingkungan yang strategis sejak otonomi daerah. Penolakan terhadap KB masih berlangsung baik oleh tokoh formal maupun informal.

Sementara BKKBN sebagai instansi vertikal tidak punya hubungan birokrasi dan tidak memiliki akses kontrol sampai ke daerah. Alhasil, bisa saja pemda tidak peduli ada tidaknya alat kontrasepsi di daerahnya. Tidak ada yang menjamin apakah alat kontrasepsi sudah kadaluarsa dan tersimpan dengan baik. Padahal BKKBN sudah membangun gudang penyimpanan sampai ke tingkat kabupaten/kota. Tidak semuanya terurus dengan baik entah itu kondisi fisik maupun sistem informasinya.

“Inilah yang jadi kendala kita, bahwa pasien kita ada jutaan tidak dipastikan tersedia atau tidak alat kontrasepsinya. Tahun ini kita mulai perbarui sistem, dan aplikasinya dibangun untuk memantau kepastian alat kontrasepsi di daerah,” kata Nofrijal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

WHO Imbau Produsen Obat Covid-19 Regeneron Turunkan Harga

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak produsen obat antibodi Covid-19 Regeneron untuk mengurangi harga dan memastikan distribusi yang adil.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pasien Covid-19 Turun, Tempat Tidur RSDC Wisma Atlet Terpakai 4,77%

Jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat mengalami penurunan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Kapal Ocean Combat #001 Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

FASTLab Ocean Combat #001 yang merupakan kapal vaksinasi inovasi anak negeri, mendukung percepatan program vaksinasi covid-19 bagi masyarakat kepulauan.

KESEHATAN | 24 September 2021

Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Dicegah, Pemerintah dan Masyarakat Harus Konsisten Atasi Bersama

Ancaman gelombang ketiga Covid-19 pada Desember nanti khususnya liburan Natal dan tahun baru bisa dicegah asal pemerintah dan masyarakat konsisten

KESEHATAN | 24 September 2021

Indonesia Kembali Dapatkan 2 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Indonesia kembali menerima kedatangan 2 juta vaksin Sinovac hari ini, Jumat (24/9/2021).

KESEHATAN | 24 September 2021

BKKBN Luncurkan Program Mahasiswa Peduli Stunting

BKKBN meluncurkan program Mahasiswa Peduli Stunting atau disebut Mahasiswa Penting

KESEHATAN | 24 September 2021

Update Covid-19: Kasus Aktif Kembali Turun, Positivity Rate 1,48%

Pada hari ini, Jumat (24/9/2021), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat bahwa positivity rate harian Covid-19 per mencapai 1,48%.

KESEHATAN | 24 September 2021

Vaksin Covid-19 Aman dan Dibutuhkan Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu hamil dan menyusui diminta tidak ragu melaksanakan vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 24 September 2021

Lintasarta Donasikan Alat Kesehatan Medis ke RS di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Lintasarta melalui kegiatan CSR-nya kembali menyalurkan ribuan alat kesehatan untuk tenaga medis di rumah sakit Jawa Barat dan Jawa Tengah.

KESEHATAN | 24 September 2021

2,8% Sekolah Jadi Klaster Covid-19, Ini Klarifikasi Kemendikbudristek

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri, memberi klarifikasi terkait data 2,8% satuan pendidikan menjadi klaster Covid-19.

KESEHATAN | 24 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Olahraga Bareng Cak Imin, Airlangga: Jalan Pagi Itu Tak Ada Politiknya

Olahraga Bareng Cak Imin, Airlangga: Jalan Pagi Itu Tak Ada Politiknya

POLITIK | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings