Beres Diobservasi, WNI dari Natuna Dipulangkan Sabtu

Beres Diobservasi, WNI dari Natuna Dipulangkan Sabtu
Dua petugas medis berjalan usai melakukan observasi Warga Negara Indonesia (WNI) pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China di Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa, 4 Februari 2020. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.)
Dina Manafe / IDS Kamis, 13 Februari 2020 | 20:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pascaobservasi Covid-19 dilakukan, pemerintah telah melakukan koordinasi dan menentukan waktu pelepasan peserta transit observasi serta sejumlah petugas lainnya yang berada di Natuna, Kepulauan Riau. Rencananya, pemulangan para WNI itu akan dilakukan pada Sabtu (15/2/2020) mendatang, dengan catatan, mereka tetap sehat sampai batas waktu observasi pukul 12.00 hari itu.

Ini merujuk pada aturan masa waktu efektif untuk observasi yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) yakni selama 14 hari.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo telah mematangkan rencana pelepasan WNI yang tuntas melewati masa observasi di Natuna.

"Mengikuti masa observasi selama dua minggu, rencana akan kita lepas atau kita akan kembalikan karena prosesnya berlangsung dengan baik, tetap sehat, dan aman," kata Muhadjir di Kantor Kemko PMK, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Muhadjir pun berpesan agar media massa dapat turut memberikan dukungan dengan menyebarluaskan informasi yang mengedukasi bagi masyarakat, khususnya terkait pemulangan WNI pascaobservasi dari Natuna ke lingkungan keluarga dan daerah masing-masing.

"Jangan sampai terjadi suasana panik atau salah paham yang bisa tidak mendukung upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan, rasa aman, rasa baik untuk warga negaranya," kata Menko PMK.

Sementara menyinggung maraknya pemberitaan mengenai masa waktu efektif observasi yang dikabarkan tidak cukup 14 hari melainkan 24 hari, Doni menyatakan akan terus berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemkes). Sementara Kemkes juga akan terus berkoordinasi dengan WHO.

"Tadi sudah ditanyakan kepada perwakilan kita, bahwa WHO masih menentukan waktu masa inkubasinya selama 14 hari. Namun tidak menutup kemungkinan, apabila nanti ada perkembangan dan dinamika, tentunya kami BNPB bersama lembaga lainnya termasuk TNI dan Kemkes dibawah arahan Pak Menko PMK menyesuaikan," kata Doni.

Secara teknis, dijelaskan bahwa Panglima TNI telah menyiapkan pesawat yang sudah dialokasikan berjumlah empat unit dengan jadwal penerbangan antara pukul 13.00-14.00 WIB. BNPB pun sudah menyiapkan tiket pesawat komersil bagi WNI yang akan kembali ke kampung halamannya.

Masing-masing perwakilan dari tiap daerah telah dikoordinasikan untuk mendampingi proses penjemputan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Kalau toh mereka akan pulang pada hari berikutnya yaitu hari Minggu, pemerintah juga sepakat memberikan bantuan biaya penginapan dan transportasi sehingga diharapkan saudara-saudara kita yang dari Wuhan ini tidak mengalami kesulitan untuk menuju ke kampung halamannya," pungkas Doni.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemko PMK, Agus Suprapto menambahkan, total sebanyak 285 orang yang akan dipulangkan dengan 238 orang adalah WNI dari Wuhan dan sisanya termasuk para petugas kesehatan dan lainnya. Mereka semua diketahui berasal dari 29 provinsi di Indonesia.

"Paling banyak dari Jatim. Namun yang perlu ditekankan bahwa mereka semua yang dipulangkan dalam keadaan sehat," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com