Tatalaksana Strok yang Tepat dan Akurat

Tatalaksana Strok yang Tepat dan Akurat
Siloam Hospitals Bekasi, ( Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Jumat, 14 Februari 2020 | 20:19 WIB

Beritasatu.com - Stroke atau strok merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak di derita masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mencegah penyakit strok sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat.

Strok Mulai Menyerang Kalangan Usia Muda

Berdasarkan data, penyakit strok tak hanya menyerang pasien dari kalangan lanjut usia (lansia). Penyakit yang ditandai dengan kelumpuhan organ tubuh ini, juga menyerang anak muda yang masih berumur 32 tahun.

Dokter neurologi Siloam Hospitals Bekasi, dr Rezy Sesareza SpN, menjelaskan, setiap penyakit yang terjangkit di dalam manusia harus segera ditangani dan diobati berdasarkan beratnya penyakit tersebut.

"Ada yang cukup dengan istirahat, namun ada yang harus ditangani secara khusus oleh dokter dan segera seperti strok. Terlebih, strok dapat menyebabkan disabilitas hingga kematian. Semakin cepat ditangani maka semakin rendah pula dampaknya dalam tubuh manusia," kata dr Rezy Sesareza dalam keterangan persnya, Jumat (14/2/2020).

Ini Cara Tepat Cegah Strok

Menurut dr Rezy Sesareza, pentingnya tatalaksana strok yang tepat dan akurat. Pasalnya, ada beberapa hal yang menjadi penyebab penyakit ini. "Aliran darah ke otak terganggu, dan kurangnya pasokan darah berarti bahwa tidak cukup oksigen atau nutrisi mencapai otak. Serta, sel-sel otak menjadi rusak atau hancur secara permanen,” ungkapnya.

Adapun cara untuk mengetahui seseorang mengalami strok adalah sakit kepala parah dan timbul tiba-tiba, pusing, tidak sadarkan diri, gangguan pengelihatan, kesulitan berbicara atau membentuk kata-kata, kebingungan dalam memahami apa yang dikatakan, mengulai mulut di satu sisi, lemahnya atau kehilangan gerakan dan atau sensasi pada satu anggota tubuh atau lebih. 



"Namun, strok sangat bisa dicegah dengan berhenti merokok, hindari alkohol, kontrol kadar kolesterol, kontrol tekanan darah, kontrol kadar gula darah, diet sehat, meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan yang sesuai untuk mengontrol penyakit yang menjadi faktor resiko," pungkas dr Rezy Sesareza.



Sumber: BeritaSatu.com