Awak Media Tunggu Kedatangan WNI dari Karantina Natuna

Awak Media Tunggu Kedatangan WNI dari Karantina Natuna
Para awak media menunggu kedatangan 237 WNI dari karantina Natuna di Sasana Manggala Praja, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020). ( Foto: Beritasatu.com / Mikael Niman )
Mikael Niman / FMB Sabtu, 15 Februari 2020 | 14:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Para awak media masih menunggu kedatangan ‎237 WNI di Sasana Manggala Praja, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020). Kehadiran awak media ini menunggu kedatangan 237 WNI yang telah selesai masa karantina di Natuna selama 14 hari. Sedangkan, satu orang asal Aceh, tidak ikut ke Bandara Halim Perdana Kusuma, tetapi langsung dipulangkan ke Aceh.

Beberapa petugas Kemenkes yang berada di depan lobi VVIP Bandara Halim Perdana Kusuma tampak bolak-balik sambil menghubungi via telepon kepada otoritas bandara. Sekitar empat orang perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemkes) menunggu instruksi dari otoritas bandara, apakah para awak media ini dapat memasuki sekitar ‎landasan pacu, menunggu kedatangan para WNI dari Natuna

"Sebentar ya, kami koordinasi dahulu dengan pihak bandara," ujar salah satu petugas Kemkes, Sabtu (15/2/2020).

Tak lama kemudian, perwakilan kemkes ini masuk ke dalam ditemani petugas Avsec Angkasa Pura II. Sementara puluhan awak media masih menunggu di luar gedung, belum diperbolehkan masuk ke dalam.

"Kami sudah dari jam 10.00 WIB tadi menunggu di sini, belum ada kepastian bisa masuk atau tidak," ujar salah satu reporter Antara, Andi.

Satu pesawat rombongan pengantar 238 WNI telah berangkat dari Natuna sekitar pukul 13.00 WIB, menyusul bebeeapa pesawat berikutnya menuju ke Bandara Halim Perdana Kusuma.

Pemerintah akan memulangkan 238 WNI yang selesai dikarantina di Natuna, Sabtu (15/2/2020) siang. Kepulangan para WNI dipusatkan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Selanjutnya, pemerintah akan mengantarkan para WNI ke masing-masing pemerintah daerah. Belum diketahui secera detil, skema pemulangan para WNI ‎dari Halim Perdana Kusuma ke wilayah asal mereka.



Sumber: BeritaSatu.com