Kemkes Laporkan 112 Kasus Dugaan Covid-19

Kemkes Laporkan 112 Kasus Dugaan Covid-19
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus korona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, 6 Februari 2020. ( Foto: Antara / Umarul Faruq )
Dina Manafe / CAH Rabu, 19 Februari 2020 | 13:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) melaporkan sudah menerima 112 spesimen kasus suspect atau terduga novel coronavirus atau Covid-19 per hari ini, Rabu (19/2/2020). Spesimen yang dikirim dari 41 rumah sakit ini sudah dilakukan pemeriksaan di laboratorium Badan Litbangkes Kemkes. Dari jumlah itu, 110 di antaranya dinyatakan negatif, dan 2 lagi masih dalam proses pemeriksaan. Jumlah terus bertambah dari dua hari lalu sebanyak 104 kasus.

“Jadi sampai sekarang belum ada kasus konfirmasi positif dari pemeriksaan di seluruh wilayah di Indonesia,” kata Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes, Achmad Yurianto, di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Yurianto mengatakan, dari 112 spesimen yang dilakukan pemeriksaan semuanya terdeteksi hanya menderita flu biasa atau flu musiman. Sebanyak 112 spesimen itu dikirim dari 41 rumah sakit di 21 provinsi. Adapun rinciannya tersebar di provinsi DKI Jakarta sebanyak 29 spesimen, Bali 16, Jateng 10, Kepulauan Riau 10, Jawa Barat 8, Jawa Tmur 10, Banten 5, Sulawesi Utara 6, Yogyakarta 3, Kalimantan Timur 3, dan Sulawesi Selatan 2. Provinsi lainnya yaitu Jambi, Papua Barat, Nusa Tenggara Barat , Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Maliku, Sumatera Barat, dan Bangka Belitung masing-masing satu kasus.

Sudah Lebih 2.000 Orang Meninggal Dunia Akibat Virus Korona

Selain kasus Covid di dalam negeri, Kemkes juga melaporkan kondisi terkini warga negara Indonesia (WNI) yang ada di kapal pesiar Diamond Princes, Jepang. Dari rapat koordinasi terakhir dengan Kementerian Luar Negeri, menurut Yurianto, dari 78 anak buah kapal Dimond Princes sudah 3 dilaporkan konfirmasi positif melalui pemeriksaan Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (PCR).

PCR merupakan pemeriksaan dengan menggunakan teknologi amplifikasi asam nukleat virus untuk mengetahui ada tidaknya virus atau DNA virus. Metode ini hanya memeriksa virus dengan pilihan negatif atau positif. Seluruh WNI yang positif ini dalam perawatan di rumah sakit di Jepang. Ketiganya sudah dalam kondisi stabil. 

Pemerintah Masih Terus Waspadai Perkembangan Covid-19

“Pemerintah Indonesia tidak meragukan penanganan yang sudah dilakukan otoritas Jepang terhadap ketiga WNI kita,” kata Yurianto.

Menurut kode etik bersama, lanjut Yurianto, pemerintah Jepang tidak akan mengumumkan nama rumah sakit di mana WNI itu dirawat. Ini penting untuk mencegah jangan sampai menimbulkan keresahan pasien atau pengguna jasa layanan kesehatan lain di rumah sakit tersebut. Juga tidak disebutkan nama pasiennya.

“Ini etika. Jadi jangan diterjemahkan bahwa Jepang tidak terbuka. Bukan seperti itu. Sama dengan di Singapura juga tidak diungkap namanya,” kata Yurianto.

Yang pasti, lanjut dia, komunikasi detail dan intens dilakukan antara pemerintahan Jepang dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang. Data-data pasien juga diketahui KBRI, tetapi secara etika bersama tidak boleh diumumkan ke publik. 



Sumber: BeritaSatu.com