Segera Dipulangkan, 74 WNI di Kapal Diamond Princess Akan Dikarantina 28 Hari

Segera Dipulangkan, 74 WNI di Kapal Diamond Princess Akan Dikarantina 28 Hari
Kapal pesiar Diamond Princess. ( Foto: ANTARA )
Dina Manafe / CAH Jumat, 21 Februari 2020 | 21:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah akan segera menjemput 74 warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini masih di atas kapal pesiar Diamond Princess di Jepang. WNI ini rencananya dipulangkan menggunakan KRI dr Soeharso milik TNI Angkatan Laut dalam waktu dekat. Setibanya di Indonesia, WNI akan dikarantina selama dua kali masa inkubasi atau 28 hari.

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes, Achmad Yurianto mengatakan, saat ini di atas kapal tersebut hanya tersisa anak buah kapal (ABK), sedangkan penumpangnya sudah diturunkan di darat. Dari ABK itu sebanyak 78 adalah WNI. Empat di antara mereka dinyatakan positif dan saat ini dalam perawatan di rumah sakit oleh otoritas Jepang. Sedangkan 74 lainnya masih di atas kapal pesiar tersebut. Selain empat WNI, ada ratusan orang dalam kapal ini yang juga positif. Selama 14 hari mereka yang masih sehat menjalani observasi.

Masalah besarnya, menurut Yurianto, saat ini kapal tersebut sudah menjadi epicentrum baru penyebaran Covid-19. Kondisinya serupa dengan Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, tempat asal mula ditemukannya novel coronavirus atau Covid-19. Artinya orang yang berada di dalam kapal ini sangat mungkin tertular.

Baca JugaJokowi: WNI di Kapal Diamond Princess Diperlakukan Sesuai Protokol Kesehatan WHO

“Ini yang sekarang jadi perhatian serius kita. Sudah harus lebih waspada. Karena banyak orang yang jadi PDP. Bahkan di antara mereka jadi positif dengan pemeriksaan PCR,” kata Yurianto di Kantor Kemkes, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

ABK yang sehat, lanjut Yurianto, tidak dilakukan pemeriksaan spesimen oleh otoritas Jepang karena tidak ada keluhan atau sakit. Tetapi untuk pulang ke Indonesia mereka tetap menjalani pemeriksaan spesimen untuk memastikan mereka tidak tertular Covid-19. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar hari ini, Jumat. Pemerintah Indonesia masih menunggu data kesehatan 74 ABK tersebut sehingga segera dijemput.

Dari hasil pemeriksaan ini jika ada ternyata positif, maka tidak ada pilihan lain selain dirawat di rumah sakit di Jepang. Tetapi ketika dinyatakan negatif oleh otoritas Jepang, mereka wajib dipulangkan ke Indonesia. Saat sudah berada di atas KRI Soeharso, 74 WNI akan dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang secara keseluruhan. Tidak hanya pemeriksaan fisik, tetapi juga pemeriksaan virus.

“Kenapa pemeriksaan ulang ? Karena mereka ini kita anggap semuanya sudah masuk kelompok penderita dalam pengawasan, bukan lagi orang dengan pemantauan. Kita akan skrining total,” kata Yurianto.

Baca Juga: Pemerintah Terus Pantau Kondisi 78 WNI di Kapal Pesiar

Skrining ulang menurut Yurianto adalah tindakan awal sebelum nantinya mereka dikarantina selama 28 hari atau dua kali masa inkubasi. Bahkan idealnya harus ada data dasar foto rontgen paru. Pemerintah sedang mempersiapkan teknis rontgen ini apakah perlu menyediakan rontgen mobile, sehingga memudahkan pemeriksaan. Skrining awal ini penting untuk clustering atau pengelompokkan sesuai kondisinya saat karantina. Mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan orang positif di kapal, misalnya teman sekamar, akan dikelompokkan terpisah dengan mereka yang tidak punya kontak erat atau negatif.

Prosedur terhadap WNI dari kapal pesiar Diamond Princess ini agak berbeda dengan 237 WNI yang dipulangkan dari Wuhan dan telah selesai menjalani masa observasi 14 hari. Untuk tempat observasi bagi ABK ini masih dalam perencanaan. Ada beberapa alternatif tempat yang sudah disiapkan. Termasuk juga Natuna, Kepulauan Riau kembali dipersiapkan apabila nanti dibutuhkan.

“Tidak hanya di Natuna, ada beberapa tempat kita sudah siapkan. Banyak tim sudah ke banyak daerah untuk lakukan observasi tempat. Tapi tempat ini tidak penting. Di mana pun itu, yang penting prosedur itu tetap dijalankan,” kata Yurianto. 

 



Sumber: BeritaSatu.com