Jokowi Minta Evakuasi WNI di Diamond Princess Dilakukan Hati-Hati

Jokowi Minta Evakuasi WNI di Diamond Princess Dilakukan Hati-Hati
Kapal pesiar Diamond Princess dikarantina di Daikoku Pier Cruise Terminal, Yokohama, Jepang, karena kekhawatiran akan covid-19. ( Foto: AFP )
Lenny Tristia Tambun / DAS Rabu, 26 Februari 2020 | 13:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta proses evakuasi 74 ABK WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang, dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Agar tidak menimbulkan episentrum baru yang membahayakan 267 juta penduduk Indonesia.

“Karena masalahnya ini sudah menjalar ke banyak negara. Awalnya Tiongkok, kemudian Korea juga, di Jepang, Iran, Italia. Semua keputusan harus hati-hati tidak boleh tergesa-gesa. Kita punya 267 juta penduduk RI yang harus dikalkulasi. Saya pesan ke menteri, ke menko, hati-hari mengkalkulasi, seperti ke Natuna kemarin,” kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Jokowi ingin proses evakuasi dirampungkan satu per satu. Dimulai dari melaksanakan proses evakuasi 188 ABK WNI di kapal pesiar World Dream, baru dilanjutkan dengan evakuasi 74 ABK WNI di kapal pesiar Diamond Princess.

“Ini dirampungkan dulu satu-satu. Orang belum merapat ke sana. Yang ini (World Dream) saja belum sampai di pulau Sebaru. Nanti kalo sudah sampai, ditata.  Kita menyiapkan yang ini lagi (Diamond Princess),” ujar Jokowi.

Sampai saat ini, pemerintah Indonesia masih melakukan negosiasi dengan pemerintah Jepang. Menurut Jokowi diplomasi negosiasi tidak mudah. Tetapi, Jokowi berjanji akan segera merampungkan negosiasi dengan pemerintah Jepang sehingga proses evakuasi dapat secepatnya dilakukan.

”Apalagi kemudian kita berbicara yang di kapal Diamond, karena ini juga masih negosiasi dengan pemerintah Jepang. Tidak segampang itu diplomasi,” jelas Jokowi.

Untuk evakuasi WNI di Diamond Princess, masih ada dua opsi, yakni lewat jalur laut dan udara. “Ada risiko dan hitung-hitungan semuanya. Pulaunya di mana juga belum. Jangan dianggap mudah,” ungkap Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com