Virus Korona

Wakil Ketua DPR Pertanyakan Nasib WNI di Diamond Princess

Wakil Ketua DPR Pertanyakan Nasib WNI di Diamond Princess
Rachmad Gobel ( Foto: Istimewa )
Aditya L Djono / ALD Kamis, 27 Februari 2020 | 08:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR Rachmad Gobel mempertanyakan keputusan pemerintah yang berubah-ubah terkait rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari kapal pesiar Diamond Princess. Kapal itu tengah menjalani karantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang, sejak 5 Februari 2020, lantaran ditemukan penumpang yang positif terinfeksi virus korona (Covid-19).

“Terdapat 78 kru WNI yang bekerja di Kapal Diamond Princess. Pada tanggal 17 Februari terdapat 2 kru WNI yang dinyatakan terinfeksi Covid-19 dan terus bertambah menjadi 9 kru WNI,” ungkap Rachmad, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (26/2).

Pada awalnya, ungkap Rachmad, pemerintah Indonesia mengambil keputusan untuk mengevakuasi para kru WNI dengan opsi menggunakan pesawat atau KRI dr Soeharso. “Namun kemudian keputusan tersebut berubah,” ujarnya.

Padahal, sambung wakil rakyat dari Partai Nasdem itu, pada 27 Februari, sejumlah negara memulangkan warganya yang menjadi kru di kapal itu, seperti Filipina 477 warga, dan India 132 warga.

Indonesia sebagai negara asal kru terbesar ketiga belum menyampaikan jadwal evakuasi. “Mengapa keputusan pemerintah berubah-ubah antara mengevakuasi dan kemudian menggantung jadwal evakuasi? Hal ini membuat masyarakat dan terutama para kru dan keluarganya menjadi bingung mengenai arah kebijakan pemerintah,” ungkap Rachmad.

Racmad menegaskan, butuh kepastian keputusan pemerintah. “Saya sepakat perlu kehati-hatian dalam mengambil kebijakan karena kita perlu melindungi 264 juta rakyat Indonesia. Namun, apakah itu berarti kita melupakan nasib 78 warga negara Indonesia di Diamond Princess?” lanjut Rachmad.

Dia juga mengingatkan adanya protokol kesehatan dan karantina untuk mencegah terjadinya penularan. “Atau Pak Menkes tidak yakin dengan kemampuan Kemenkes sendiri dalam menjalankan protokol karantina dengan benar?”

Tingkatkan Kewaspadaan
Secara terpisah, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat minta pemerintah tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan atas kemungkinan penyebaran Covid-19. “Kita perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mendeteksi virus ini. Meskipun dinyatakan belum ditemukan di Indonesia, dan kita mensyukuri ini, namun dengan perkembangan dunia saat ini, kita tetap harus waspada - dan masih ada potensi kemunculan virus corona di Indonesia,” kata Rerie, sapaan akrab Lestari.

Rerie lalu merujuk sebuah laporan yang menyebutkan Covid-19 kini telah menyebar luas di beberapa bagian Asia, Eropa, dan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. “Terakhir diberitakan Wakil Menteri Kesehatan dan anggota parlemen Iran dinyatakan positif terjangkit virus korona,” lanjut Rerie.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan pada 10 Februari 2020 melaporkan ada 62 spesimen yang diambil dari hidung dan tenggorokan dari 28 rumah sakit di 16 provinsi. Hasilnya, 59 adalah negatif dan tiga masih dalam pemeriksaan. Kemudian pada 12 Februari 2020, Kemenkes melaporkan ada 70 spesimen yang diperiksa, di mana 68 dinyatakan negatif dan dua spesimen masih diperiksa.

Merujuk laporan Kemenkes tersebut, Rerie mengingatkan bahwa informasi lanjutan hasil pemeriksaan spesimen yang statusnya masih dalam pemeriksaan, sangat ditunggu. “Banyak pertanyaan perihal data penyebaran virus tersebut di Indonesia. Bahkan banyak yang mempertanyakan, apakah Indonesia luar biasa beruntung atau deteksi yang buruk?” ungkap politisi Partai Nasdem itu.

Dalam sambungan jarak jauh yang dilakukan dengan Rerie yang saat ini berada di Tokyo, disampaikan bahwa media-media di Jepang saat ini ramai memberitakan adanya temuan kasus positif virus korona menimpa warga negara Jepang yang baru saja mengunjungi Indonesia. Karena itu, Rerie menekankan perlunya pemerintah segera merespons dan melakukan klarifikasi agar tidak terjadi kepanikan yang tidak diperlukan.



Sumber: BeritaSatu.com