68 ABK Diamond Princes Juga Diobservasi di Pulau Sebaru Kecil

68 ABK Diamond Princes Juga Diobservasi di Pulau Sebaru Kecil
Rapat Tingkat Menteri (RTM) tentang Pemulangan WNI ABK Diamond Princess digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (27/2/2020) ( Foto: istimewa )
Dina Manafe / IDS Kamis, 27 Februari 2020 | 17:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah sudah memutuskan untuk segera memulangkan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Diamond Princess. Untuk waktu evakuasinya, pemerintah masih menunggu koordinasi dengan pemerintah Jepang. Namun yang pasti, sekembalinya ke Indonesia mereka akan dikarantina atau observasi kesehatan di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Para ABK Diamond Princess akan dikarantina di tempat yang sama dengan 188 ABK WNI kapal World Dream yang saat ini sudah berada di atas Kapal Rumah Sakit (KRS) dr Soeharso. Kapal milik TNI ini sudah bertolak dari Teluk Durian, Riau dari kemarin, Rabu (26/2/2020) menuju ke Pulau Sebaru Kecil dan diperkirakan tiba Jumat (28/2/2020) pukul 03.00 WIB.

“Adapun tempat untuk evakuasi, tempat untuk observasi sudah ditetapkan yaitu di Pulau Sebaru Kecil yang nanti akan diatur sedemikian rupa dan itu akan menjadi domain atau tanggung jawab dari Kementerian Kesehatan dari Pak Menkes,” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, usai memimpin rapat koordinasi tingkat menteri di Kantor Kemko PMK, Kamis (27/2/2020). Rakor ini juga dihadiri Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, dan Kepala BNPB.

Muhadjir mengatakan, Presiden Jokowi sudah memutuskan untuk segera mengevakuasi 68 ABK di kapal Diamond Princess yang saat ini bersandar di Yokohama, Jepang. Mereka akan dievakuasi menggunakan pesawat dengan memberlakukan protokol kesehatan sangat ketat.

Sesuai standar WHO, meskipun 68 ABK ini sudah mengikuti pemeriksaan spesimen dan masa observasi yang dilakukan otoritas Jepang, tetapi mereka akan tetap menjalani pemeriksaan ulang dan karantina setibanya di Indonesia.

“Jadi masih akan tetap menjalani pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction). Kemudian informasinya akan lebih lanjut nanti akan dibahas lebih detail. Kali ini kita belum bisa memberitahukan atau menyampaikan secara yang mendetail,” kata Muhadjir.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, total terdapat 78 ABK WNI yang berada di atas kapal Diamond Princess yang kini menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19. Sembilan di antaranya teridentifikasi positif, lalu diturunkan dari kapal dirawat di rumah sakit di Jepang. Namun belakangan satu di antara mereka ternyata negatif. Dari 70 yang negatif, 68 di antaranya bersedia dievakuasi, sedangkan dua lainnya memutuskan tetap tinggal di atas kapal.

“Berdasarkan informasi dari perusahaan, ada dua WNI yang memang memilih untuk tinggal,” kata Retno.

Ia mengatakan, evakuasi WNI dari negara atau tempat terinfeksi Covid-19 sifatnya sukarela alias tidak ada paksaan. Kalau ada warga negara yang memutuskan untuk tinggal, maka pemerintah tidak bisa memaksakannya.

“Dengan hitungan seperti itu, sekali lagi sampai saat ini ya teman-teman, karena sampai saat nanti evakuasi bisa saja terjadi perubahan. Oleh karena itu kalimat sampai saat ini menjadi sangat penting sekali jumlah yang akan dievakuasi seperti yang disampaikan oleh Pak Menko PMK adalah 68 orang,” kata Retno.

Pulau Sebaru Kecil dipilih sebagai tempat karantina untuk 188 ABK World Dream dan 68 ABK Diamond Princes. Tempat ini merupakan pulau tanpa penghuni, begitu pun pulau-pulau di sekitarnya kosong. Sebaru Kecil merupakan tempat bekas klinik rehabilitas pecandu narkoba yang dibangun tahun 2008. Klinik ini sudah terpakai tetapi masih terpelihara dengan baik. Tempat ini memiliki fasilitas cukup lengkap mulai dari kamar, tempat tidur, ruang makan, fasilitas dapur, dan fasilitas penunjang lain seperti air juga listrik. Jumlah kamar tidurnya ada 168. Pemerintah akan menambah kapasitas tempat tidur ini untuk bisa menampung semua orang yang akan dikarantina.

Namun mengenai detail penempatan 256 ABK ini belum dijelaskan. Seperti diketahui, untuk 188 ABK World Dream semuanya sampai saat ini dinyatakan negatif. Mereka akan diobservasi selama 14 hari atau satu kali masa inkubasi. Sedangkan untuk ABK Diamond Princes karena mereka berasal dari epicentrum baru Covid 19 dan pernah kontak langsung dengan kasus positif, maka kemungkinan terhadap mereka diberlakukan masa karantina atau observasi selama dua kali masa inkubasi atau 28 hari.



Sumber: BeritaSatu.com