Usia Penderita Serangan Jantung Semakin Muda

Usia Penderita Serangan Jantung Semakin Muda
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Surabaya,  DR dr Yudi Her Oktaviono, SpJP(K), FIHA, FICA, FAsCC, FSCAI, MM pada diskusi “Serangan Jantung di Usia Muda”di Boncafe Gubeng, Surabaya, Rabu (4/3/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Rabu, 4 Maret 2020 | 20:10 WIB

 

Surabaya, Beritasatu.com - Siloam Hospitals Surabaya berbagi pengetahuan dan tips untuk mengatasi serangan jantung yang kini menyerang kaum milenial melalui seminar bertajuk 'Serangan Jantung di Usia Muda' di Boncafe Gubeng, Surabaya, Rabu (4/3/2020) petang.

Baca: Strok Mulai Menyerang Kalangan Usia Muda

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Surabaya, DR. dr. Yudi Her Oktaviono, SpJP(K), FIHA, FICA, FAsCC, FSCAI, MM mengatakan di era milenial saat ini, banyak penyakit kritis yang mengancam generasi produktif, salah satunya adalah serangan jantung.

Namun, masih banyak orang belum paham benar mengenai serangan jantung. Bukan hanya pola makan dan gaya hidup yang mempengaruhinya, namun juga ada beberapa faktor resiko yang tidak bisa diubah dan memiliki peranan dalam kesehatan tubuh.

Faktor resiko tersebut terkait dengan gender, usia, serta riwayat penyakit jantung dalam garis keturunan. Sehingga selain menjaga pola makan dan teratur olahraga, skrining kesehatan perlu dilakukan minimal satu kali dalam setahun.

Baca: Kenali Komplikasi Jantung Koroner

Serangan jantung adalah gangguan jantung serius ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah. Kondisi ini akan mengganggu fungsi jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Dalam dunia kedokteran, serangan jantung disebut juga sebagai Acute Myocardial Infarction.

"Tren usia penderita serangan jantung sekarang semakin muda. Jika dulu mulai muncul di usia 60 tahun, sekarang usia 30-an sudah bisa menderita serangan jantung,” ujar Yudi.

Adapun tindakan preventif yang bisa dilakukan cukup beragam. “Seperti pola makan sehat, hindari obesitas, olahraga teratur, dan medical checkup rutin setidaknya setahun sekali untuk usia 30 tahun ke atas,” imbuh dokter yang menyelesaikan pendidikan kedokteran dan spesialisnya di Universitas Airlangga Surabaya.

Baca: Salah Kaprah Saat Memakai Masker

Business Development Siloam Hospitals Surabaya, Chandra Wijaya menambahkan, melalui acara ini, Siloam Hospitals Surabaya mengajak masyarakat untuk rutin melakukan medical checkup sebagai salah satu tindakan preventif.

"Kami mengharapkan medical checkup menjadi salah satu tren dalam masyarakat agar dapat menekan angka kejadian serangan jantung,” kata Chandra.



Sumber: BeritaSatu.com