Kabar Baik! Dari 19 Pasien Corona, Dua Sudah Negatif

Kabar Baik! Dari 19 Pasien Corona, Dua Sudah Negatif
Petugas menunjukkan penyebaran virus corona (covid-19) di layar pemantau di Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Lenny Tristia Tambun / WBP Selasa, 10 Maret 2020 | 14:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto mengatakan ada perkembangan baru yang menggembirakan dari 19 pasien positif virus corona atau Covid-19. Dari jumlah tersebut, dua pasien sudah dinyatakan negatif, yakni pasien kasus 6 dan 14. Sedangkan 17 pasien lainnya masih dinyatakan positif.

“Untuk kasus yang kita laporkan dari nomor 1 sampai 19, ada beberapa hal yang membahagiakan kita, bahwa kasus 6 sudah masuk hari kelima pemeriksaannya, dan hasilnya negatif,” kata Achmad Yurianto di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/3/2020).

Menurut dia, bila pemeriksaan kedua dalam dua hari ke depan, hasilnya tetap negatif, maka pasien sudah bisa pulang ke rumah. “Setelah negatif pertama, kita tunggu dua hari kemudian untuk pemeriksaannya, bila negatif juga, maka akan kita keluarkan dari rumah sakit,” ujar Achmad Yurianto.

Pasien kasus 6 ini termasuk imported case, yakni tertular ketika melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia merupakan eks anak buah kapal (ABK) Diamond Princess yang sempat berlabuh di Yokohama, Jepang. Lalu dievakuasi bersama 68 ABK lainnya ke Pulau Sebaru Kecil.

Baca juga: Kasus Virus Corona Turun Drastis, Presiden Xi Jinping Berkunjung ke Wuhan

Sambil menunggu pemeriksaan kedua, pemerintah melakukan edukasi kasus 6 untuk melakukan self isolated selama 14 hari di rumah. Bukan berarti dia tidak boleh melakukan kegiatan atau kontak dengan siapa pun. Tetapi saat melakukan kegiatan, dia menggunakan masker dan mengambil jarak sekitar dua meter dari orang-orang di sekitarnya.

Selain itu, ia harus melakukan self monitoring, dengan memperhatikan keluhan. Bila ada deman, batuk dan sesak napas, harus melaporkan kondisinya langsung ke petugas kesehatan yang telah ditunjuk pemerintah. “Nanti kita akan memberikan kontak petugas kesehatannnya,” jelas Achmad Yurianto.

Baca juga: Semprotan Antikuman Setiap Hari Turunkan Risiko Tertular Covid-19

Kemudian, pasien yang sudah menunjukkan negatif adalah kasus 14 berjenis kelamin pria umur 50 tahun. Kondisinya sakit ringan sedang dan merupakan imported case. Sebelum dirawat di rumah sakit, kasus 14 sudah mengalami sakit dengan gejala batuk, demam dan pilek di rumah. Dia sudah mengupayakan berobat dengan membeli obat sendiri.

“Ini merupakan hasil contact tracing, tetapi bukan dari kasus pertama atau induknya, melainkan subklaster. Setelah kita lakukan tracing kemana-mana, akhirnya dia ingat jangan-jangan ketularan. Lalu dia melaporkan diri, dan masuk ke rumah sakit dan sudah masuk hari ketiga,” paparnya.

Sama dengan kasus 6, kasus 14 akan dilakukan pemeriksaan kedua dalam dua hari ke depan. Bila negatif, sudah bisa pulang. Kasus 14 juga harus melakukan self isolated dan self monitoring. “Kondisi keduanya dalam keadaan bagus. Bila dalam dua hari ke depan tetap negatif, akan kita pulangkan keduanya,” tutur Achmad Yurianto.

Sedangkan 17 pasien positif lainnya, masih teridentifikasi Covid-19. Seperti kasus 1, sudah memasuki hari ketujuh, namun masih teridentifikasi positif corona. Meski dilihat dari sisi kondisi fisik sudah membaik, namun secara psikis masih tertekan akibat identifikasinya terpublikasi.

Sementara pasien kasus 8 yang awalnya dilaporkan menggunakan alat bantu napas, oksigen, infus dan inkubator, kini sudah mulai membaik. Dia sudah bisa bernapas sendiri meski menggunakan selang oksigen dan tidak menggunakan ventilator. “Dia sudah bisa bernapas spontan, meski masih menggunakan tabung oksigen,” ungkapnya.

Pasien kasus 8, berjenis kelamin pria, dengan umum 56 tahun. Pasien ini tertular kasus 7, karena keduanya suami istri.



Sumber: BeritaSatu.com