Perokok Berisiko Tinggi Terkena Covid-19

Perokok Berisiko Tinggi Terkena Covid-19
Grafis perokok di Indonesia. ( Foto: B1/Danung Arifin )
Dina Manafe / FER Jumat, 13 Maret 2020 | 19:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 telah meluas di lima benua, hingga oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkannya sebagai pandemi global.

Selain penderita diabetes melitus, usia tua, penyakit jantung dan paru yang berisiko tinggi, ternyata perilaku merokok juga dapat memperparah komplikasi Covid-19.

Baca: Pasien Virus Corona Nomor 1 Dinyatakan Sembuh

WHO Indonesia mengeluarkan pernyataan yang secara lebih spesifik mengingatkan masyarakat Indonesia mengenai kaitan antara Covid-19 dengan perilaku merokok.

Dalam pernyataan resminya, WHO Representative untuk Indonesia Dr N Paranietharan, menyebutkan, perokok berisiko tinggi untuk penyakit jantung dan penyakit pernapasan, yang merupakan faktor risiko tinggi untuk mengembangkan penyakit parah atau kritis dengan Covid-19. Karena itu, perokok di Indonesia berisiko tinggi terkena Covid-19.

Melihat berbagai temuan ini, Komnas Pengendalian Tembakau, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengimbau masyarakat dan pemerintah agar lebih waspada terhadap Covid-19 mengingat jumlah perokok di Indonesia cukup tinggi. Hal ini karena perilaku merokok merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko infeksi Covid-19 dan memperparah komplikasi penyakit yang diakibatkannya.

Baca: Istri PM Kanada Dinyatakan Positif Corona

"Masyarakat perlu mengetahui bagaimana perilaku merokok memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi dan perparah komplikasi Covid-19, sehingga masyarakat lebih waspada mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah perokok pria yang sangat tinggi,” kata Prof.Dr. Amin Soebandrio, Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Hal senada isampaikan Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Feni Fitriani. Menurut dokter Feni, merokok meningkatkan reseptor angiotensin converting enzyme 2 (ACE 2), yang diketahui juga menjadi reseptor virus corona penyebab Covid-19. Makin banyak virus corona penyebab Covid-19 yang hinggap atau menempati reseptor tersebut, maka perokok makin besar risiko kena Covid-19.

"Ini juga meluruskan disinformasi yang beredar yang menyebutkan merokok atau asap rokok bisa membantu meredakan Covid-19. Ini sama sekali salah. Maka, untuk mengurangi atau mencegah risiko corona dan komplikasinya, kurangi merokok. Berhenti lebih baik," kata Feni.

Baca: Rokok Berkontribusi Besar Terhadap Garis Kemiskinan

Pemerintah juga diharapkan lebih massif lagi menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat bahwa salah satu pencegahan yang harus dilakukan adalah dengan berhenti atau setidaknya mengurangi merokok.

Pemerintah juga perlu menyediakan panduan serta program pendampingan bagi masyarakat yang mau berhenti merokok demi melindungi mereka dari pandemi global.



Sumber: BeritaSatu.com