BUMN Farmasi Siapkan 4,7 Juta Masker dan Obat Virus Corona

BUMN Farmasi Siapkan 4,7 Juta Masker dan Obat Virus Corona
Erick Thohir. (Foto: Antara)
Lona Olavia / FMB Jumat, 20 Maret 2020 | 13:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjanjikan pada 31 Maret 2020 akan tersedia stok 4,7 juta masker untuk mencegah penyebaran virus corona. Masker tersebut merupakan produksi dari BUMN Farmasi. BUMN saat ini dikatakan Menteri BUMN Erick Thohir, tengah fokus pada isu kesehatan termasuk pengadaan obat, masker dan alat pelindung diri.

“Kita produksi (masker) sendiri, bahan baku yang kertas putih ambil dari negara lain,” ujarnya di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Bahkan, ke depannya, untuk kebutuhan haji dan umrah, Kementerian BUMN ingin bersinergi dengan Kementerian Agama untuk menggunakan masker buatan Indonesia. Hal itu terjadi jikalau ada kepastian pesanan untuk beberapa tahun, seperti halnya peluru pada Kementerian Pertahanan. “Tapi, untuk detailnya bahan baku kami tidak mau terlalu terbuka, pokoknya kami sudah dapatkan bahan baku sehingga bisa produksi,” katanya.

Selain masker, BUMN Farmasi, sambung Erick juga sudah menyediakan obat untuk mengobati virus corona (covid-19). Meski enggan menyebutkan, merek obatnya, namun ia mengatakan obat tersebut sudah dipakai di beberapa negara. Bahkan, bisa menyembuhkan hingga 60.000 pasien. “Stoknya ada untuk yang sakit,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan CEO SpaceX, Elon Musk menjajaki untuk mengembangkan klorokuin sebagai obat yang mungkin untuk vaksin corona (Covid-19). Sementara Pemerintah Tiongkok merekomendasikan obat bermerk Avigan atau favipiravir yang dibuat oleh Fujifilm Toyama Chemical sebagai obat yang ampuh melawan corona

Sementara, untuk alat pelindung diri, pihaknya juga tengah mencari sumbernya saat ini. Kementerian BUMN pun tengah menjalin kerjasama dengan kalangan pengusaha seperti dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang menyatakan ingin membentuk tim untuk membantu pengadaan alat kesehatan yang dibutuhkan saat ini. “Kita bentuk tim untuk menampung ini. Kalau sudah terkumpul baru kami ambil,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com