Pemerintah Telah Siapkan 1 Juta Kit Rapid Test Corona

Pemerintah Telah Siapkan 1 Juta Kit Rapid Test Corona
Seperangkat alat untuk melakukan tes cepat "corona". (Foto: Istimewa)
Dina Manafe / CAH Jumat, 20 Maret 2020 | 18:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menemukan lebih banyak kasus positif virus corona (Covid-19) di masyarakat, pemerintah akan segera melaksanakan pemeriksaan massal dengan rapid test atau tes cepat. Pemerintah sudah menyiapkan sekitar 1 juta kit rapid test untuk skrining massal tersebut.

“Sudah kita siapkan secepatnya. Pada hari ini kami sudah menerima 2.000 kit untuk pemeriksaan cepat. Kemudian harapannya besok sudah bisa masuk 2.000 lagi masuk, dan 100.000 yang masuk di hari berikutnya,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19, Achmad Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Selain kit untuk pemeriksaan cepat, juga disiapkan sebanyak 10.000 lebih alat pelindung diri (APD), 150.000 lebih masker, sarung tangan, dan lain-lain. Artinya, menurut Yurianto, posisi logistik untuk perawatan di rumah sakit cukup.

Baca JugaHari Ini, Pemerintah Lakukan Rapid Test di Jakarta Selatan

Titik distribusi alat-alat ini ada di Dinas Kesehatan Provinsi. Karenanya bagi rumah sakit diminta untuk mengaksesnya lewat Dinkes provinsi di masing-masing daerah.

Yurianto mengatakan, rapid test ini adalah berupa pemeriksaan darah. Darah diambil sedikit kemudian dilakukan pemeriksaan dengan kit. Hasilnya akan muncul dalam waktu singkat, yaitu setelah 2 menit.

Yurianto mengatakan, rapid test yang dipakai dalam pemeriksaan massal ini berbeda dengan metode yang selama ini digunakan untuk mendiagnosa pasien positif. Pemeriksaan untuk diagnosa adalah pemeriksaan molekuler yang didapatkan dari usapan dinding hidung belakang dan dinding mulut belakang. Kemudian dilakukan pemeriksaan dengan polymerase chain reaction (PCR) untuk menentukan seseorang positif atau tidak.

Baca Juga700.000 Orang Indonesia Berisiko Tertular Corona

Tentu sensitifitas rapid test terhadap Covid-19 jauh berbeda dengan PCR. Namun, ini adalah penapisan awal secara masal yang tujuannya menemukan kasus-kasus yang berpotensi menjadi positif. Jika dari pemeriksaan darah hasilnya positif, maka ditindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR untuk memastikan benar-benar itu positif.

“Ini penapisan terbaik dengan pemeriksaan secara massal, sehingga kita menemukan dengan cepat potensi yang positif di masyarakat,” kata Yurianto. 



Sumber: BeritaSatu.com