Satu Hari Beroperasi, 71 Pasien Positif Corona Dirawat di Wisma Atlet

Satu Hari Beroperasi, 71 Pasien Positif Corona Dirawat di Wisma Atlet
Presiden Joko Widodo melihat kesiapan fasilitas perawatan di Wisma Atlet Kemayoran yang dijadikan sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19, Senin (23/3/2020) ( Foto: Antara/Hafidz Mubarak/POOL )
Ari Supriyanti Rikin / IDS Selasa, 24 Maret 2020 | 16:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah resmi beroperasi pada Senin (23/3/2020) sore, hingga hari ini, Selasa (24/3/2020) sudah ada 102 kunjungan pasien corona (Covid-19) ke rumah sakit darurat di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Dari jumlah itu, 71 orang langsung dirawat dan 31 orang tidak dirawat karena secara umum kondisinya ringan. Mereka lalu diminta mengisolasi diri di rumah.

Ketua Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, berdasarkan UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, ada sejumlah tahapan dalam proses tersebut. Isolasi diri merupakan tahap pertama dan akan efektif jika diimplementasikan. Pada kasus ini, seseorang hanya mengalami keluhan ringan bahkan tanpa keluhan. Bahkan katanya, kasus gejala ringan atau tanpa gejala ini hampir 80 persen dari kasus yang ada.

"Dengan isolasi di rumah sudah cukup bagus dan efektif. Hal ini perlu didorong sehingga tidak menjadi beban perawatan di rumah sakit," kata Doni dalam telekonferensi dari Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Jika seseorang terdeteksi positif dan ada keluhan sedang dan memiliki penyakit penyerta, maka ia bisa dirujuk ke rumah sakit darurat Wisma Atlet sebagai barrier awal untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan.

Jika ada kondisi berat, pasien positif dirujuk ke rumah sakit rujukan yang ditentukan seperti RSPI Sulianti Suroso dan Rumah Sakit Persahabatan.

"Tidak semua kasus masuk ke rumah sakit. Ini sejalan dengan kita masif melakukan penelusuran kontak. Kondisi ini untuk mempercepat pemutusan rantai penularan di masyarakat," ucapnya.

Ia pun mengingatkan hal terpenting yang harus dilakukan masyarakat adalah menjaga jarak fisik. Hal ini sangat efektif memutuskan rantai penularan virus corona.



Sumber: BeritaSatu.com