RS Darurat Wisma Atlet Rawat 208 Pasien Corona

RS Darurat Wisma Atlet Rawat 208 Pasien Corona
Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu, 22 Maret 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Dina Manafe / WBP Kamis, 26 Maret 2020 | 11:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak beroperasi 23 Maret 2020, , jumlah pasien virus corona (Covid-19) yang dirawat di rumah sakit (RS) darurat Wisma Atlet terus bertambah. Hingga Kamis (26/3) pagi, rumah sakit ini telah merawat 208 pasien Covid-19.

“Pasien yang diterima di rumah sakit ini pada 24 Maret pagi 74 pasien, tanggal 25 Maret pagi 178 pasien, dan saat ini 208 pasien,” kata Pangdam Jaya, Mayjen Eko Margiyono di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Menurut Eko, rumah sakit darurat Wisma Atlet dibangun khusus untuk merawat pasien yang menunjukkan gejala ringan dan sedang. Sedangkan gejala berat tetap diarahan ke rumah sakit rujukan khusus Covid-19, seperti RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan, dan RSPAD Gatot Subroto. “Sudah ada beberapa pasien yang datang kemudian setelah diperiksa ternyata berat, kemudian dirujuk,” kata Eko.

Baca juga1 Juta Orang Berisiko Tertular Corona, Kapasitas Medis Tak Cukup

Menurut Eko, rumah sakit ini khusus dibangun untuk pasien dengan gejala Covid-19, bukan penyakit lain. Jadi apabila ada pasien datang dengan gejala ringan, tetapi membawa komplikasi penyakit lain, maka tidak dirawat di sini melainkan dirujuk lagi ke rumah sakit lainnya.

Awalnya rumah sakit ini didirikan untuk menampung pasien di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Namun ada beberapa pasien yang datang dari luar daerah, seperti Surabaya dan Semarang. Mereka tetap diterima di rumah sakit ini.

Baca juga: Warga Antre Periksa ke RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet, Ini Tanggapan Jokowi

Eko menjelaskan, ada dua tower di rumah sakit ini yang sudah disiapkan untuk menerima pasien Covid-19. Adapun yang sudah mulai beroperasi sejak awal adalah tower 7 dengan daya tampung 1.700 orang. Sedangkan tower memiliki daya tampung 1.300. Jadi kapasitas dua tower ini bisa menampung 3.000 orang. Jika jumlah pasien terus bertambah, bisa menggunakan dua tower lainnya, yaitu tower 4 dan 5.

Menurut Eko, rumah sakit darurat ini berbeda dengan rumah sakit lain. Dia menerapkan sistem pelayanan save handling, dan visit video call. Kemudian, self karantina, limitasi kontak dengan petugas. Apabila kondisi pasien makin berat, maka dirujuk ke rumah sakit rujukan khusus Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com