Terindikasi Corona? Begini Syarat untuk Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Terindikasi Corona? Begini Syarat untuk Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet

Kamis, 26 Maret 2020 | 13:23 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Wisma Atlet Kemayoran yang kini dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid-19 siap menampung 3.000 pasien dengan sarana medis sesuai standar WHO. Namun, untuk bisa dirawat di RS ini, terdapat sejumalh syarat yang harus dipenuhi.

Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta, Mayjen Eko Margiyono mengatakan, untuk datang berobat ke RS Darurat Wisma Atlet bisa melalui beberapa mekanisme berikut.

Pertama, datang sendiri. Apabila ada yang mengalami gejala seperti corona, seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas, maka ia bisa datang ke RS ini. Mereka yang tidak menunjukkan gejala, tetapi merasa pernah kontak dekat dengan pasien yang dinyatakan positif corona (Covid-19), bisa juga ke RS ini.

“Kalau ada gejala, silakan datang. Datang, turun di lobi RS, nanti (ada petugas), periksa di situ. Dari hasil pemeriksaan akan dipilah,” kata Eko dalam konferensi pers secara daring di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Kedua, melalui layanan call center 119. Jika tidak memungkinkan untuk datang sendiri ke RS Darurat Wisma Atlet, maka silakan menelepon layanan call center 119 ext 9. Ini adalah kontak nasional untuk mendapatkan layanan darurat terkait wabah corona. Setelah pasien menelepon, akan ada petugas 119 yang akan menjemput dan mengantarnya ke RS Wisma Atlet.

Ketiga, melalui rujukan. Beberapa pasien yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet adalah pasien rujukan dari rumah sakit lain. RS swasta yang tidak bisa lagi menampung pasien dengan gejala Covid-19 bisa dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet.

“RS swasta yang tidak mampu lagi menampung boleh dirujuk. Tapi kami berharap sudah ada pemeriksaan awal, sehingga saat kami terima kami sudah punya data awal dari pasien,” kata Eko.

Keempat, umur pasien yang bisa diterima di RS ini adalah 15 tahun ke atas. Jadi anak-anak tidak diterima di RS ini.

Selain itu, mereka yang diterima pun harus memenuhi kriteria berikut.

Pertama, orang dalam pemantauan (ODP), berusia lebih dari 60 tahun, komorbid (penyakit penyerta) terkontrol, dan safe handling.

Kedua, pasien dalam pengawasan (PDP) dengan keluhan ringan, sesak ringan sampai dengan sedang, dan usia di atas 15 tahun.

Ketiga, pasien positif Covid-19 berusia lebih dari 15 tahun, sesak ringan sampai sedang, dan tanpa komorbid.

“Apabila pasien positif yang meskipun gejala ringan tetapi membawa penyakit komplikasi yang lain, maka kita rujuk. Karena rumah sakit ini tidak didesain untuk menangani penyakit lain,” kata Eko.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan, ODP adalah kategori orang yang datang dari negara maupun daerah terinfeksi Covid-19. Orang-orang ini dipantau terus untuk mengantisipasi ketika mereka sakit sehingga cepat dilakukan pelacakan. Namun bukan berarti semua ODP sakit.

Jika ODP menderita sakit yang gejalanya mengarah ke influensa sedang dan berat, misalnya batuk, pilek, demam, dan gangguan napas, maka ia langsung dimasukkan dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Artinya, mereka harus dirawat.

Namun, PDP pun belum tentu suspect Covid-19. Apabila PDP diyakini memiliki riwayat kontak dengan orang yang sudah terkonfirmasi positif, maka ia dinyatakan sebagai pasien suspect. Pasien suspect inilah yang diambil spesimennya kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium untuk menentukan dia positif atau tidak.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak di Masa Pandemi Covid-19

Orang tua harus memantau pertumbuhan anak dengan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Gandeng Pertamina Retail, Antis Edukasi Pengendara Jaga Protokol Kesehatan

Hand sanitizer, Antis menggandeng PT Pertamina Retail mengedukasi pengendara agar menjaga protokol kesehatan.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Update Covid-19: Hari ini 47 Meninggal

Tren penanganan Covid-19 terus membaik dengan indikator, antara lain, positivity rate tetap bertahan di bawah 1%

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Sentra Vaksinasi Prudential Dukung Percepatan Vaksinasi Nasional

Setelah enam bulan beroperasi, sentra vaksinasi Prudential Indonesia telah memberikan lebih dari 41.000 dosis vaksin kepada lebih dari 22.000 warga.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

220 Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

Data per hari ini, Sabtu (16/10/2021) pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran bertambah 8 orang dari hari sebelumnya sehingga menjadi 220.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Ini Satu-satunya Merek Masker Lokal dengan Teknologi Nano Silver dan Stopper

Kosmemask memecahkan rekor MURI dengan kategori “Masker Pertama yang Dilengkapi dengan Pengunci” dan juga kategori “Masker Pertama yang mengandung Nano Silver”.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021


Satgas IDI: Karantina bagi Pelaku Perjalanan Internasional Bersifat Wajib

Karantina kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional bersifat wajib dan berlaku baik untuk WNI dan WNA

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Satgas: Hari Cuci Tangan Sedunia Jadi Momentum Kendalikan Covid-19

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia dapat menjadi momentum untuk mengendalikan Covid-19 dengan cara mudah secara bersama-sama.

KESEHATAN | 15 Oktober 2021

2024, Sejumlah Kepala Daerah Sepakat Hentikan Total BABS

Sejumlah kepala daerah sepakat bahwa pada tahun 2024 mendatang kegiatan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tidak akan terjadi lagi.

KESEHATAN | 15 Oktober 2021


TAG POPULER

# Dodi Reza Alex Noerdin


# OJK


# Piala Thomas


# Pinjol Ilegal


# Kasus Covid-19



TERKINI
Raksasa Microchip Taiwan TSMC Bangun Pabrik di Jepang

Raksasa Microchip Taiwan TSMC Bangun Pabrik di Jepang

EKONOMI | 48 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings