Ini Saran Ahli Gizi untuk Menangkal Virus Corona

Ini Saran Ahli Gizi untuk Menangkal Virus Corona
Ilustrasi Gizi Seimbang ( Foto: istimewa / istimewa )
Yuliantino Situmorang / YS Kamis, 26 Maret 2020 | 13:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat perlu menerapkan pola hidup sehat dengan gizi seimbang agar bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Sebab, dengan daya tahan tubuh yang prima, seseorang tidak akan mudah terinfeksi Covid-19.

“Ini pola hidup sehat. Dasar pemikirannya adalah keseimbangan antara asupan dan kebutuhan Gizi. Saat bicara gizi seimbang, kita perlu mengetahui empat pilar yang mendasarinya,” ujar ahli gizi dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Louisa A Langi kepada SP di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Ia menjelaskan, empat pilar gizi seimbang itu, pertama, mengkonsumsi aneka ragam pangan. Lalu, kedua, menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Ketiga, melakukan aktivitas fisik dan berolah raga. Kemudian, keempat, mempertahankan dan memantau berat badan yang normal.

Pilar pertama, mengkonsumsi aneka ragam pangan, alasannya karena tidak ada satu jenis pun pangan yang memiliki kandungan gizi komplet kecuali ASI yang dibutuhkan oleh bayi pada usia lahir sampai enam bulan.

Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, memiliki kekayaan pangan sebagai sumber daya alam yang di karuniai Tuhan. Apa saja yang dibutuhkan tubuh, tergambar seperti tumpeng, yang tersusun rapi empat lapis yang mengerucut ke atas.

Lapis pertama adalah makanan pokok, sebagai sumber tenaga, bisa memilih salah satu misalnya nasi, atau jagung, singkong, talas kentang, yang mengandung karbohidrat.

Lapis kedua, yang lebih kecil diameternya terbagi dua, sebagian berisi sayuran dan sebagian berisi buah-buahan. Khusus pada lapisan ini, zat gizinya mengandung vitamin dan mineral oleh WHO disarankan untuk mengkonsumsi paling tidak lima jenis setiap hari.

Misalnya, makanan tradisional Indonesia gado-gado, pecel, bubur Manado, bubur bose, atau gabungan buah-buahan misalnya rujak dll.

Sayuran dan buah-buahan yang mengandung zat anti oksidan sangat dibutuhkan manusia untuk meningkatkan sistim kekebalan tubuh terhadap serangan virus, contoh vitamin merupakan anti oksidan adalah vitamin A dan E. Vitamin2 inilah yang menangkap radikal bebas yang merusak sel2 dalam tubuh hingga menimbulkan penyakit, terutama penyakit kronis, misalnya kanker, stroke dan penyakit jantung.

Selain itu, manfaat mengosumsi makanan yang mengandung vitamin E juga berkaitan dengan peningkatan sistem kekebalan tubuh.

Contohnya buah yang banyak mengandung vitamin C adalah jambu biji. Jambu biji mengandung vitamin C paling tinggi. Lalu pepaya. Setengah buah pepaya mengandung kurang lebih 94 mg vitamin C. Jumlah ini sedikit lebih tinggi dibandingkan kandungan vitamin C dalam buah jeruk, kiwi, stroberi, nanas, dan mangga.

Contoh sayuran/buah yang mengandung vitamin E seperti bayam. Bayam merupakan sayuran yang mengandung banyak vitamin. Bayam mengandung sekitar 41,4 mg vitamin E, Selain vitamin E, bayam juga mengandung zat antioksi lain yaitu flavonoid dan karotenoid yang berfungsi menangkal radikal bebas yang bisa merusak sel-sel tubuh.

Kemudian, paprika menyumbang sekitar 10 persen dari jumlah total kebutuhan vitamin E harian. Tak hanya itu, kandungan beta karoten dan zeaxantin menjadikan paprika juga berfungsi menjaga kesehatan jantung.

Lalu, alpukat yang kaya akan kandungan vitamin E yakni sebesar 21 persen dari total kandungan nutrisi di dalamnya. Ini menjadikan alpukat memiliki banyak manfaat bagi tubuh, seperti menjaga kesehatan tulang dan kulit.

Alpukat juga diperkaya oleh zat antiinflamasi pitosterol (beta sitosterol, stigmasterol), dan zat antioksidan karotenoid. Kandungan asam lemak omega-3 pada alpukat juga menjadikan buah ini baik untuk jantung.

Kemudian, tomat. Manfaat tomat dengan vitamin E-nya tersebut antara lain untuk menjaga kesehatan kulit, hingga mencegah timbulnya penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke. Tomat juga dinilai efektif dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan mencegah terjadinya penggumpalan darah. Sementara itu, tomat juga berperan sebagai fitonutrisi dan antioksidan yang mampu menangkal serangan radikal bebas.

Selain itu ada biji bunga matahari atau biasa dikonsumsi sebagai kuaci. Ini merupakan sumber vitamin E yang baik bagi tubuh. Bahkan, setengah gelas biji bunga matahari sanggup menyumbang 82 persen dari angka total kebutuhan vitamin E harian.

Dikatakan, mengonsumsi biji bunga matahari atau kuaci juga bisa menangkal radikal bebas, menjaga kesehatan jantung, dan mencegah penyakit radang sendi (arthritis).

Lalu ada kacang almond. Jenis kacang yang sering dijadikan komposisi tambahan pada cokelat maupun kue ini ternyata juga menyimpan manfaat vitamin E. Satu gelas kacang almond mengandung sekitar 26,2 mg vitamin E. Kacang almond memiliki banyak manfaat mulai dari mencegah penuaan dini, mengatur kadar kolesterol, hingga melindungi tubuh dari serangan radikal bebas.

Kiwi, buah yang memiliki rasa asam ini identik dengan kandungan vitamin C. Kendati begitu, Anda juga masih bisa mendapatkan manfaat vitamin E dengan mengonsumsi kiwi. Ya, sebuah kiwi menyimpan sekitar 1 mg vitamin E yang bermanfat untuk kulit agar awet muda, juga meningkatkan sistem imun tubuh.

Tak hanya vitamin C dan E, kiwi juga diperkaya dengan sejumlah zat bergizi lainnya seperti kalium, magnesium, dan kalsium.
Lalu ada brokoli. Jenis sayuran satu ini mengandung banyak sekali vitamin dan zat bergizi, tak terkecuali vitamin E.

Kandungan vitamin E pada brokoli sanggup mencukupi 15 persen dari total kebutuhan vitamin E harian.
Manfaat brokoli bagi kesehatan mencakup detoksifikasi, dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang berpotensi menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti jantung.

Selain itu ada minyak zaitun yang mengandung sejumlah vitamin, salah satunya vitamin E. Kandungan vitamin E pada minyak zaitun mencapai 18 persen dari total kandungan nutrisi yang ada di dalam minyak yang berasal dari buah zaitun ini. Minyak zaitun berkhasiat untuk menangkal stres oksidatif yang menjadi awal timbulnya sel kanker.

Wortel yang identik dengan vitamin A ini ternyata merupakan salah satu makanan yang mengandung vitamin E. Satu buah wortel mengandung 5,6 persen vitamin E di dalamnya. Wortel juga diperkaya dengan serat alami sehingga baik untuk pencernaan. Selain itu, kandungan beta karoten pada wortel membantu tubuh untuk memerangi kanker, penyempitan pembuluh darah, dan mencegah penyakit jantung.

Lalu labu yang efektif dalam membantu tubuh menjaga oksidasi darah, menurunkan kadar LDL, dan memperlancar sistem pencernaan oleh karena labu juga kaya akan serat.

Lapisan yang lebih atas berisi protein, baik hewani maupun nabati. Protein hewani terdiri atas ikan, daging ayam, daging sapi dan lainnya, serta protein nabati terdiri atas kacang-kacangan, juga olahan kacang kedelai seperti tempe dan tahu.

Beberapa protein yang mengandung vitamin E seperti, ikan salmon yang memiliki kandungan vitamin E sangat tinggi. Konsumsi 3 ons ikan salmon sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin E harian bagi tubuh.

Ikan salmon juga diperkaya zat antikoksidan yang berfungsi untuk mengurangi stres oksidatif yang memicu pertumbuhan sel kanker, juga meningkatnya kadar kolesterol jahat (LDL) yang menjadi cikal bakal penyakit jantung.

Lalu udang yang mengandung vitamin E. Udang mampu memenuhi 18 persen kebutuhan vitamin E harian. “Mengonsumsi udang secara rutin dapat membuat Anda merasakan berbagai manfaat vitamin E, seperti merawat kesehatan kulit, meningkatkan kekebalan tubuh, dan memperlancar peredaran darah,” tutur Louisa.

Selain itu, udang juga memiliki zat antioksidan karotenoid yang bertugas untuk menangkal radikal bebas sehingga tubuh bebas dari kerusakan sel.

Kemudian ada telur ayam, selain protein kandungan vitamin E pada telur ayam mencapai 1,03 mg atau 7 persen dari total kandungan zat gizi yang dimiliki.

Selain itu, tahu yang sudah jadi makanan sehari hari masyarakat Indonesia. Makanan yang terbuat dari kacang kedelai ini mengandung vitamin E, 5,3 persen untuk setiap 100 gram-nya.

“Mengonsumsi tahu secara rutin akan memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh Anda, seperti menangkal radikal bebas dan merawat kesehatan kulit,” ujar dia.

Lapis teratas berupa kerucut kecil berisi gula, garam, dan minyak. Dengan takaran per harinya, gula terdiri atas 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, minyak sebanyak 5 sendok makan.

Lousia juga memberi petunjuk praktis berapa kita harus makan dalam sehari. Ada petunjuk praktis tentang isi piringku. Sebagian isi piring kita berisi sayuran dan buah (2/6 makanan sayur, 1/6 buah), sebagian makanan pokok dan lauk pauk (2/6 makanan pokok, 1/6 lauk pauk)

Hidup Sehat
Ia menambahkan, pilar kedua adalah membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Harus mencuci tangan sebelum makan. Hal ini menjelaskan bahwa adanya hubungan timbal balik antara infeksi dan status gizi.

Status gizi yang baik bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang tinggi menyebabkan tidak mudah terinfeksi virus maupun bakteri.

Kemudian, pilar ketiga adalah melakukan aktivitas fisik yang teratur. “Dengan melakukan aktivitas fisik teratur, misalnya olahraga senam, jalan kaki, bersepeda dan lainnya selama 30 menit. Sebaiknya dipanas pagi hari, ini juga untuk mematikan virus Covid-19 yang mati pada sinar matahari,” tutur dia.

Ia menambahkan, tujuan aktivitas fisik ini untuk memperlancar metabolisme dalam tubuh. Bila metabolisme berjalan baik, maka daya tahan tubuh juga baik.

Lalu, pilar keempat adalah mempertahankan dan memantau berat badan ideal atau normal.

Sebaiknya memiliki timbangan untuk memantau BB normal. Hal ini merupakan salah satu indikator, bila berat badan normal, maka telah terjadi keseimbangan zat gizi dalam tubuh. Keseimbangan yang baik juga meningkatkan daya tahan tubuh yang baik.

 



Sumber: Suara Pembaruan