8 Dokter Wafat di Tengah Pandemi, IDI: Hanya 4 yang Merawat Pasien Corona Langsung
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

8 Dokter Wafat di Tengah Pandemi, IDI: Hanya 4 yang Merawat Pasien Corona Langsung

Kamis, 26 Maret 2020 | 15:02 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Hingga saat ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menginfokan bahwa terdapat delapan dokter yang sudah meninggal dunia di tengah pandemi corona (Covid-19). Namun Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng Mohammad Faqih, menjelaskan bahwa dari delapan dokter yang gugur itu, hanya empat yang bertugas merawat pasien corona secara langsung.

Mereka adalah dr. Hadio Ali, SpS anggota IDI Cabang Jakarta Selatan, dr. Djoko Judodjoko, SpB anggota IDI cabang Kota Bogor, dr. Bambang Sutrisna anggota IDI cabang Jakarta Timur, dan dr. Adi Mirsaputra SpTHT anggota IDI cabang Kota Bekasi.

“Kami memang sangat sedih dan berduka mendengar kawan kita jatuh menjadi korban karena pandemi corona ini. Namun tenaga medis dan kesehatan lainnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kami tidak ada pilihan selain bersemangat, sabar dan juga hati-hati dalam merawat pasien. Kami imbau pengorbanan kawan-kawan yang sudah jatuh menjadi korban harus dihargai bersama,” tuturnya kepada Beritasatu, Rabu (25/3/2020) malam.

Sementara tiga dokter lainnya yang juga terinfeksi virus ini dan meninggal dunia adalah dr Laurentius P, SpKJ anggota IDI cabang Jakarta Timur, dr Ucok Martin, SpP anggota IDI cabang Medan, dan dr Iwan Dwiprahasto, M.Med anggota IDI cabang Yogyakarta. Mereka tidak bertugas merawat pasien secara langsung tapi turut terinfeksi virus corona.

“Prof Iwan bukan karena melayani, tetapi beliau itu ahli farmatologi. Ada kolega yang menyatakan beliau pernah bertemu tamu dari luar negeri, ada juga bilang karena beliau melayat kawannya yang meninggal karena Covid-19. Sedangkan dr Laurentius, beliau adalah direktur di RS Jiwa Soeharto Heerdjan, Grogol. Sampai meninggal tidak disadari positif Covid-19, tapi dari informasi setelah beliau meninggal, keluarganya juga positif Covid-19. Namun, kami belum tahu mereka tertular dari mana,” terangnya.

Kemudian satu dokter lagi, yakni dr. Toni Daniel Silitonga anggota IDI Cabang Bandung Barat, wafat karena penyakit jantung. Daeng mengisahkan, di hari-hari terakhirnya dr Toni sibuk mempersiapkan fasilitas kesehatan khususnya di wilayah Bandung Barat agar siap terhadap ancaman corona. Ia juga memberikan edukasi secara luas kepada masyarakat untuk mencegah corona.

"Beliau terkena gangguan jantung akibat kecapekan. Ia diketahui sangat sibuk melaksanakan tugas di Dinkes Bandung sebagai PIC penanganan Covid-19 di daerahnya," ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Apotek Digital Ini Jadi Solusi Pasien Penyakit Kronis di Tengah Covid 19

Lifepack adalah sebuah apotek digital yang menawarkan layanan lengkap dan didukung oleh tim dokter dan apoteker yang berpengalaman.

KESEHATAN | 26 Maret 2020

Ini Saran Ahli Gizi untuk Menangkal Virus Corona

"Dasar pemikirannya adalah keseimbangan antara asupan dan kebutuhan Gizi. Saat bicara gizi seimbang, kita perlu mengetahui empat pilar yang mendasarinya.”

KESEHATAN | 26 Maret 2020

Terindikasi Corona? Begini Syarat untuk Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet

Pertama, datang sendiri. Apabila ada yang mengalami gejala seperti corona, seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas, maka ia bisa datang ke RS ini.

KESEHATAN | 26 Maret 2020

RS Darurat Wisma Atlet Rawat 208 Pasien Corona

Rumah sakit darurat Wisma Atlet dibangun khusus untuk merawat pasien yang menunjukkan gejala ringan dan sedang.

KESEHATAN | 26 Maret 2020

1 Juta Orang Berisiko Tertular Corona, Kapasitas Medis Tak Cukup

Dengan jumlah pasien yang masih minim saja, kapasitas medis tidak mencukupi, apalagi yang terpapar corona mencapai ratusan ribu, bahkan menembus 1 juta orang.

KESEHATAN | 26 Maret 2020

Putus Mata Rantai Sebaran Corona, Pemerintah Serukan Physical Distancing

Imbauan physical distancing ini, tidak hanya berlaku di tempat umum, tetapi juga berlaku di seluruh rumah tangga dan keluarga guna memutus rantai corona.

KESEHATAN | 25 Maret 2020

Tingkatkan Produksi APD untuk Tenaga Medis Virus Corona

Berbagai pabrik sektor kesehatan didorong untuk mempercepat produksi alat pelindung diri (APD) dari virus corona karena jumlahnya dinilai masih kurang.

KESEHATAN | 25 Maret 2020

Lewat Media Sosial, Dokter Stella Arzsa Aktif Sebar Informasi soal Corona

Dokter Stella Arszamembagikan pengetahuan dan memberikan tips kepada para followers-nya tentang bagaimana corona dan penyebarannnya.

KESEHATAN | 24 Maret 2020

Menlu RI dan Jepang Bertukar Informasi Perkembangan Corona

Menlu Motegi menyampaikan mutlak pentingnya kerja sama antara masyarakat internasional demi mencegah penyebaran wabah.

KESEHATAN | 24 Maret 2020

Satu Hari Beroperasi, 71 Pasien Positif Corona Dirawat di Wisma Atlet

Sudah ada 102 kunjungan pasien corona (Covid-19) ke rumah sakit darurat di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. 71 orang langsung dirawat dan 31 orang tidak.

KESEHATAN | 24 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS