Curhat Anak Guru Besar UI yang Meninggal Tertular Corona: Papi Sesak Napas Minta Tolong, Saya Tak Bisa Bantu

Curhat Anak Guru Besar UI yang Meninggal Tertular Corona: Papi Sesak Napas Minta Tolong, Saya Tak Bisa Bantu
Prof Dr dr Bambang Sutisna ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / IDS Kamis, 26 Maret 2020 | 15:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Salah satu dokter yang meninggal dunia akibat tertular pasien corona adalah Prof Dr dr Bambang Sutrisna, MHSc. Guru Besar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (23/3/2020) di RS Persahabatan Jakarta. Putrinya, Leonita Triwachyuni yang juga menjadi dokter, mengaku masih sedih dengan tragedi itu. Apalagi, saat meninggal, sang ayah benar-benar sendirian dan ia tak bisa membantunya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Noni itu, Prof Bambang tertular corona dari pasien yang ditanganinya. Pasien tersebut merupakan suspek corona dengan hasil rontgen paru-paru yang sudah putih. Setelah tiga kali melakukan pemeriksaan pada pasien tersebut, sang ayah pun akhirnya memperlihatkan tanda-tanda kesehatan yang menurun.

Dampaknya, Prof Bambang menderita demam dan sesak napas, kemudian dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan. Namun malang, ia tidak tertolong dan kemudian meninggal dunia.

Saat berbincang dengan Beritasatu, Rabu (25/3/2020), Noni mengaku kesedihannya memuncak saat ia tidak memiliki kesempatan untuk melihat wajah sang ayah untuk terakhir kalinya. Bahkan ia mengatakan, ia tidak memiliki foto terakhir sang ayah dan tidak bisa memilih lokasi pemakaman untuk sang ayah tercinta.

“Hal yang menyedihkan buat pasien Covid-19 adalah meninggal sendirian dan sesak sendirian. Mau minta tolong? Tidak ada perawat berjaga, ruangan isolasi tertutup, keluarga enggak bisa lihat," kisahnya dengan nada tercekat.

Yang lebih menyakitkan, ia yang berprofesi sebagai dokter tak bisa ikut membantu menangani sang ayah, meski sang ayah menelepon dan minta bantuan.

"Tahu apa yang papi lakukan pas sesak napas pada malam itu? Dia telepon saya jam 12 malam dan berkata, 'Noni, tolong Papi, Papi sesak'. Kita juga tidak bisa ngapa-ngapain, karena masuk ruang isolasi tidak boleh hanya di ruang tunggu,” lanjutnya. 

Noni pun sempat menuliskan curahan hatinya itu lewat media sosial instagram. Sontak, respons ucapan duka cita dari warganet pun membanjirinya.

Noni yang merupakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi lulusan Universitas Indonesia itu mengaku, melalui unggahan tersebut ia ingin mengingatkan masyarakat luas untuk tidak menyia-nyiakan jasa para tenaga medis yang saat ini tengah bertaruh dengan nyawa melawan virus corona.



Sumber: BeritaSatu.com