Rektor UI: Pernyataan Ketua Guru Besar FKUI Tak Mewakili Lembaga

Rektor UI: Pernyataan Ketua Guru Besar FKUI Tak Mewakili Lembaga
Ari Kunncoro. ( Foto: ID/Gagarin )
Bhakti Hariani / ALD Jumat, 27 Maret 2020 | 10:21 WIB

Depok, Beritasatu.com – Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro menegaskan, pernyataan Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Siti Setiati perihal usulan lockdown lokal atau parsial untuk mencegah penyebaran virus corona tidak mewakili UI secara kelembagaan. Pernyataan tersebut bukan atas nama UI, bahkan tak semua guru besar FKUI menyetujui dan mengetahui perihal penyataan Siti yang viral di media sosial.

"Sejak awal kami tak menyetujui opsi lockdown karena akan merugikan masyarakat miskin. Boleh saja memberikan usul tapi harus usul yang masuk akal. Penduduk Jakarta ini ada sekitar 10 juta bagaimana cara memberi makan orang dengan jumlah begitu banyak jika lockdown dijalankan?" kata Ari Kuncoro kepada Beritasatu.com, Jumat (27/3/2020) pagi.

Menurut Ari, apa yang telah dipilih oleh pemerintah saat ini adalah keputusan yang tepat, dengan meminta masyarakat berdiam di rumah, menjaga jarak sosial dan jarak fisik, menghindari kerumunan, bekerja dari rumah, dan belajar dari rumah.

"Tanpa harus di-lockdown pun saat ini kita semua sudah menurunkan aktivitas dari biasanya. Bayangkan jika pemerintah mengumumkan lockdown maka yang muncul adalah kepanikan dan keresahan. Bisa saja minimarket dijarah," tutur Ari.

Hal tersebut, lanjut dia, tentu tak diharapkan oleh siapa pun dan dapat dipastikan orang miskin adalah pihak yang paling menderita karena hal tersebut. Tanpa perintah lockdown pun saat ini banyak pedagang, pelaku usaha yang kehilangan pelanggan, sehingga pendapatan mereka berkurang drastis.

Saat ini, secara makro berbagai stimulus telah diberikan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Sektor informal berperan penting menjaga resiliensi perekonomian.

Pesan viral yang beredar di aplikasi media sosial yang di dalamnya tercantum nama Ketua Dewan Guru Besar FKUI Siti Setiati menyebutkan bahwa opsi lockdown lokal/ parsial perlu dipertimbangkan oleh pemerintah. Hal ini seteah melihat upaya social distancing belum konsisten diterapkan di masyarakat, masih terjadi kepadatan di beberapa transportasi publik, sebagian tempat wisata tetap dikunjungi, serta sebagian perkantoran, tempat makan, taman terbuka, dan pusat perbelanjaan tetap buka dan dikunjungi warga.



Sumber: BeritaSatu.com