Mendikbud: 15.000 Mahasiswa Siap Jadi Relawan Covid-19

Mendikbud: 15.000 Mahasiswa Siap Jadi Relawan Covid-19
Nadiem Makarim. ( Foto: Antara )
Maria Fatima Bona / ALD Jumat, 27 Maret 2020 | 10:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, untuk tahap pertama, tercatat 15.000 mahasiswa secara sukarela telah siap menjadi relawan membantu pemerintah menangani penyebaran pandemi virus corona (Covid-19) di Tanah Air.

“Ini sangat luar biasa. Gerakan ini bisa terwujud karena motivasi kuat para mahasiswa kesehatan dan bidang-bidang lain yang ditunjang semangat gotong royong memberikan kontribusi secara sukarela bagi masyarakat demi memerangi pandemi yang mengancam masa depan Indonesia,” kata Nadiem Makarim saat pembekalan pelatihan bagi relawan mahasiswa, sebagaimana dilansir melalui siaran pers, Kamis (26/3/2020).

Nadiem mengatakan, relawan mahasiswa ini diterjunkan untuk melakukan program-program preventif dan promotif melalui komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19. Selain itu, relawan mahasiswa juga dapat membantu pemerintah daerah melakukan pelacakan atau tracing and tracking, membantu pelayanan call center di pusat maupun daerah serta pusat-pusat layanan Covid-19.

Plt Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Nizam menambahkan, selain mengajak relawan dari mahasiswa bidang kesehatan secara sukarela, Kemdikbud juga mendorong dan berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) untuk menyiapkan Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) sebagai sub center tes Covid-19.

Selain itu, RSP di bawah Kemdikbud juga disiapkan untuk merawat pasien Covid-19 sesuai kapasitas masing-masing. Saat ini, Nizam menyebutkan, terdapat 13 Fakultas Kedokteran dan 13 RSP yang ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai laboratorium untuk tes Covid-19.

Terkait dengan pelatihan, Nizam menyebutkan, pelatihan menghadapi Covid-19 ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan meningkatkan kompetensi relawan dengan baik. "Meskipun lewat daring, pelatihan tetap berjalan optimal dan diharapkan nanti relawan mahasiswa akan berjalan sesuai prosedur yang diberikan," ucap Nizam.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Navaratnasamy Paranietharan, mengatakan kondisi dunia saat ini semakin buruk akibat wabah Covid-19 yang tersebar secara global menyerang hampir setiap negara di dunia.

Kepada mahasiswa, Paranietharan berpesan harus mampu menjaga diri selama mengikuti menjadi relawan. "Jika merasakan tekanan selama masa pengabdian, bicaralah kepada dosen atau profesor di tempat kalian agar dapat menenangkan diri," kata Paranietharan.

Paranietharan juga meminta relawan mahasiswa tetap tenang, menjaga kesehatan, dan tetap berpikir positif. "Kami ingin anda tetap aman. Jadi silakan mengambil langkah-langkah perlindungan dasar yang diperlukan seperti sering cuci tangan, melakukan strategi yang tepat, siapapun yang sakit harap menjauhkan diri, berusaha menjaga jarak secara fisik. Ini adalah langkah-langkah penting untuk menjaga diri anda tetap aman dan sehat," ujarnya.

Sebagai informasi, pelatihan pembekalan bagi relawan mahasiswa digelar dengan melibatkan pewakilan WHO, Kemkes, dan para dokter senior. Kegiatan ini adalah hasil kerja sama Kemdikbud dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI).



Sumber: BeritaSatu.com