Hati-hati Gunakan Disinfektan di Tengah Wabah Virus Corona

Hati-hati Gunakan Disinfektan di Tengah Wabah Virus Corona
Warga menyemprot disenfektan di Perumahan Vila Pamulang, Pondok Petir, Bojongsari, Depok, Sabtu (28/3/2020). Warga secara bersama-sama membeli cairan disinfektan untuk mengurangi kekhawatiran penyebaran Covid-19. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Ari Suprianti Rikin / AO Senin, 30 Maret 2020 | 12:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19), penggunaann disinfektan mulai masif di kalangan masyarakat. Namun, penggunaan disinfektan pun tetap harus hati-hati dan memperhatikan aspek kesehatan terhadap manusia.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adi Sasmito mengatakan, penggunaan cairan disinfektan saat ini dilakukan di sejumlah area publik, seperti pasar, sekolah, tempat ibadah, bahkan rumah.

Wiku menjelaskan, penyemprotan disinfektan seharusnya dilakukan pada permukaan lantai, kursi, meja, gagang pintu, handle eskalator, tombol lift, wastafel, mesin ATM, dan etalase.

"Cairan disinfektan ini perlu memperhatikan komposisi, tidak dianjurkan berlebihan, jangan sampai menyebabkan iritasi kulit dan gangguan pernafasan," katanya dalam telekonferensi dari Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020). Setelah disemprot, kata dia, tunggu sekitar satu menit untuk kemudian dilakukan pengelapan dengan sarung tangan.

Sementara itu, untuk disinfeksi dengan chamber (bilik) sesungguhnya tidak direkomendasikan karena bisa berbahaya dan menyebabkan iritasi kulit dan mata. Disinfeksi menggunakan sinar ultra violet dengan konsentrasi berlebihan juga perlu diperhatikan, karena dalam jangka panjang bisa memicu kanker kulit.

Wiku menyarankan, untuk mencegah penularan Covid-19, langkah terbaik yang harus dilakukan antara lain mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, langsung mandi jika melakukan aktivitas di luar rumah, mencuci pakaian dengan sabun, menyeterika baju, dan diberi cairan disinfeksi hipoklorit

"Sebelum mencuci tangan, hindari menyentuh area wajah, mata, hidung dan mulut," ucapnya.

Wiku menjelaskan, disinfektan hanya membersihkan virus pada permukaan benda-benda dan pada tubuh atau baju. Hal ini tidak akan melindungi seseorang dari virus jika berkontak erat dengan orang sakit, karena bersifat semantara.



Sumber: BeritaSatu.com