Pemerintah Janji Segera Bayar Rumah Sakit yang Rawat Pasien Corona

Pemerintah Janji Segera Bayar Rumah Sakit yang Rawat Pasien Corona
Muhadjir Effendy. ( Foto: Antara )
Dina Manafe / AB Rabu, 1 April 2020 | 11:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah berjanji segera membayar rumah sakit yang merawat pasien terinfeksi virus corona (Covid-19). Namun, realisasinya masih menunggu surat keputusan menteri kesehatan (SK menkes) mengenai kriteria pembayaran.

Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy kepada Beritasatu.com, Selasa (1/4/2020).

Muhadjir meminta Menkes Terawan Agus Putranto untuk sesegera mungkin mengeluarkan SK menkes mengenai kriteria pembayaran tersebut karena kondisinya mendesak.

“Saya harap sesegera mungkin karena ini sangat mendesak. Pak Menkes juga mengatakan hal itu. Saya sudah cek hari ini, masih menunggu SK menkes,” katanya.

Muhadjir mengatakan ia akan terus memantau proses yang dilakukan instansi terkait untuk pembayaran ke rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 ini. 

"Mestinya proses untuk pembayaran ini tidak lama. Surat perintah ke BPJS Kesehatan sebagai pihak yang melakukan verifikasi sudah saya berikan beberapa hari lalu,” kata Muhadjir.

Dihubungi terpisah, Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf membenarkan bahwa surat penugasan untuk melakukan verifikasi klaim sudah diterima sejak 28 Maret 2020. Namun, masih ada hal teknis yang dipersiapkan dan akan menjadi pedoman bagi BPJS Kesehatan melakukan verifikasi klaim rumah sakit yang memberikan layanan pada pasien Covid-19.

“Tentu BPJS akan melaksanakan penugasan khusus itu. Tapi sebenarnya semua diatur oleh kementerian terkait. Masih ada hal teknis yang dipersiapkan, dan itu akan jadi pedoman kami,” kata Iqbal.

BPJS Kesehatan, lanjutnya, hanya melakukan verifikasi klaim, sedangkan pihak yang membayar ke rumah sakit adalah Kementerian Kesehatan.

Hal tersebut telah ditegaskan Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Kalsum Komaryani.

“Pembayarannya oleh Kemkes ke rumah sakit lewat Ditjen Pelayanan Kesehatan," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com