Cegah Covid-19, Temulawak Dapat Perkuat Daya Tahan Tubuh

Cegah Covid-19, Temulawak Dapat Perkuat Daya Tahan Tubuh
Temulawak ( Foto: Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Kamis, 2 April 2020 | 16:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, Presiden Jokowi telah meminta masyarakat untuk serius menerapkan social distancing dan hal preventif lainnya seperti menjaga pola hidup bersih dan sehat. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk memelihara daya tahan tubuh adalah temulawak atau Curcuma xanthorrhiza Roxb yang mengandung curcumin.

“Temulawak sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan, dan pengobatan penyakit, serta pada masa pemulihan,” ujar Chairul A Nidom, Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF) dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2020).

Nidom menjelaskan curcumin dalam temulawak mampu mengendalikan produksi sitokin akibat dari satu sel yang terinfeksi oleh virus, baik itu virus infuenza maupun Covid-19. Sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh, bila terpapar virus terus-menerus bisa terjadi badai sitokin yang membuat paru-paru padat dan kaku sehingga terjadi sesak nafas bahkan gagal nafas, dan bisa berlanjut ke kematian.

Nidom mengungkapkan, dalam penelitian yang dilakukan pada 2008, curcumin pada temulawak mampu mengendalikan sitokin inflamatori sehingga tidak terjadi badai sitokin. Hasil penelitian Nidom ini sejalan dan memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan, bahwa temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) yang mengandung curcumin memiliki efek terhadap daya tahan tubuh yaitu sebagai imunomodulator.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisonal dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania mendukung hasil penelitian tersebut. Menurut Inggrid, temulawak sudah dikonsumsi masyarakat Indonesia selama berabad-abad. Berdasarkan empirical experiental evidence, scientific evidence, dan clinical evidence temulawak terbukti aman dan memberikan manfaat daya tahan tubuh. Berbagai penelitian, terutama penelitian in-vitro dan praklinis di dunia terhadap curcumin menunjukkan bahwa curcumin bersifat antiperadangan, antivirus, antibakteri, antijamur, dan antioksidan.

Raphael Aswin Susilowidodo, VP Research and Development SOHO Global Health menganjurkan masyarakat untuk menggunakan temulawak yang telah diekstrak. Penggunaan temulawak yang telah diekstrak menurut Aswin lebih efektif menjaga kesehatan tubuh karena kadar curcuminnya lebih terukur sehingga sesuai dengan kebutuhan tubuh.

“Untuk mendapatkan ekstrak curcumin 20 mg diperlukan 7500 mg temulawak segar, sehingga produk Curcuma FCT sangat simple dan nyaman digunakan pasien tanpa harus repot membuat rebusan,” ungkap Aswin.

Produk unggulan SOHO yang berbasis temulawak adalah Curcuma FCT, Curcuma tablet dan Curcuma Plus. Untuk Anak, Curcuma Plus tersedia dalam bentuk vitamin sirup dan tablet, juga susu pertumbuhan. Untuk dewasa ada Curcuma FCT dalam bentuk tablet.



Sumber: BeritaSatu.com