Ridwan Kamil Minta Pemerintah Perbanyak Rapid Test Covid-19

Ridwan Kamil Minta Pemerintah Perbanyak Rapid Test Covid-19
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Minggu, 22 Maret 2020, mengecek kesiapan Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi menjadi tempat rapid test massal penyebaran virus Covid-19, pada pekan depan. (Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman)
Aditya L Djono / ALD Jumat, 3 April 2020 | 14:43 WIB

Bandung, Beritasatu.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta pemerintah untuk memperbanyak pelaksanaan rapid test untuk mendeteksi dini seseorang terinfeksi virus corona (Covid-19) atau tidak. Permintaan itu didasari fakta kasus-kasus positif Covid-19 di Jabar diketahui dari rapid test.

Demikian disampaikan Ridwan Kamil dalam telekonferensi dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Jumat (3/4/2020). Diungkapkan, di Jabar telah dilaksanakan rapid test terhadap sekitar 16.000 warga. Hasilnya 677 positif.

Ridwan mengungkapkan, ada dua klaster penyebaran di Jabar yang diketahui dari rapid test. Pertama, sekolah polisi di Sukabumi. “Awalnya ada tujuh yang positif, setelah saya kirim alat rapid test, akhirnya diketahui ada 300 orang yang positif dari hasil rapid test. Sekarang Sukabumi menjadi kota terbanyak penderita positif di luar Jakarta,” ungkpanya.

Kedua, di Bandung ada ada 226 jemaat Gereja Bethel yang terkonfirmasi positif setelah dilakukan rapid test. “Di klaster Gereja Bethel ini pendetanya positif Covid-19. Selanjutnya kami lakukan rapid test terhadap sekitar 600 jemaat, hasilnya 226 positif atau 35%,” tambahnya.

Melilhat kenyataan tersebut, Ridwan Kamil mendorong pemerintah memperbanyak rapid test agar segera diketahui penyebarannya. Dia membandingkan di Korea Selatan dengan 51 juta populasi, dilakukan rapid test terhadap 300.000 warga, atau 0,56%. “Di Indonesia dengan 260 juta populasi, seharusnya dilakukan rapid test terhadap 2 juta warga. Baru ada gambaran penyebarannya,” jelasnya.

Dia memperkirakan, di Indonesia baru sekitar 50.000-60.000 orang yang menjalani rapid test. “Di Jabar sekitar 16.000 orang, di Jakarta saya kira jumlahnya sama. Jadi daerah-daerah harus banyak melakukan rapid test,” ujarnya.

Ridwan Kamil juga meminta agar warga tidak memaksakan diri mudik. Sebab, saat ini di Jabar sudah kedatangan 70.000 pemudik. “Pemprov Jabar sedang giat-giatnya melakukan rapid test terhadap semua ODP. Kalau ada tambahan ODP dari pemudik, kami akan kewalahan melakukan rapid test,” ujarnya.

Diungkapkan, akibat mudik sudah ada korban positif di Ciamis. “Di Ciamis ada lansia yang positif Covid dan kritis, setelah anaknya pulang mudik,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com