Indonesia Loloskan Resolusi PBB tentang Solidaritas Virus Corona

Indonesia Loloskan Resolusi PBB tentang Solidaritas Virus Corona
Ilustrasi kampanye pencegahan "corona". (Foto: AFP)
Natasia Christy Wahyuni / FMB Jumat, 3 April 2020 | 20:11 WIB

New York, Beritasatu.com - Indonesia bersama lima negara yaitu Ghana, Liechtenstein, Norwegia, Singapura dan Swiss berhasil meloloskan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) berjudul “Global Solidarity to Fight Covid-19” (Solidaritas Global untuk Melawan Covid-19). Resolusi melawan virus corona itu diputuskan secara aklamasi pada Kamis (2/4/2020) di markas besar PBB, New York (NY).

Ini menjadi resolusi pertama yang dihasilkan PBB terkait Covid-19 sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkannya sebagai pandemi global pada 11 Maret. Resolusi tersebut berisi pesan politis tentang pentingnya persatuan, solidaritas, dan kerja sama internasional dalam upaya mitigasi Covid-19.

“Di situasi prihatin seperti ini sangat diperlukan kesatuan, solidaritas dan kerja sama internasional untuk dapat merespons Covid-19 secara tepat dan kolektif,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam siaran pers dari Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di NY, Amerika Serikat (AS).

Resolusi tersebut memberikan pesan kepada dunia internasional, yaitu PBB sebagai organisasi universal memiliki peran sentral untuk mengoordinasikan respon global. PBB juga harus dapat memberikan harapan kepada komunitas internasional terkait kerja sama, solidaritas, dan kebijakan yang tepat agar setiap negara dapat mengatasi krisis ini.

“Tidak ada satu negara yang imun terhadap virus yang telah menjadi pandemik dan sebabkan tingginya angka kematian di banyak negara,” tambah Retno.

Resolusi itu menyebutkan peran PBB antara lain meminta kerja sama negara-negara untuk menahan laju penyebaran virus, mitigasi dampak melalui pertukaran informasi, kerja sama pengetahuan para ilmuwan, serta praktik baik dari tiap negara. Resolusi juga menegaskan peran sentral WHO sebagai garda terdepan dalam koordinasi dengan semua elemen masyarakat internasional.

Resolusi tersebut secara khusus juga mengapresiasi seluruh pekerja bidang kesehatan, profesi medis, dan para peneliti yang terus bekerja di bawah kondisi sulit.

Perwakilan Tetap RI pada PBB, Duta Besar Dian Triansyah Djani, mengatakan 188 negara menjadi co-sponsor dari resolusi tersebut, sehingga bisa dikatakan sebagai jumlah signifikan dan pertama kalinya dalam sejarah PBB.

“Ini menunjukan bahwa meskipun dalam situasi pandemik, diplomasi Indonesia di PBB masih tetap berjalan dan PBB tetap melakukan tugasnya,” kata Dian.

Dia menambahkan resolusi itu disepakati secara virtual tanpa pertemuan fisik, menyusul lockdown oleh gubernur negara bagian NY.

Sesuai data WHO, sampai 2 April, terdapat lebih dari 900,00 total kasus Covid-19 di seluruh dunia dengan angka kematian lebih dari 45.693 jiwa. Sejalan dengan diplomasi bidang kesehatan, Indonesia saat ini adalah ketua Foreign Policy and Global Health Initiative, yaitu forum yang membahas dan memprakarsai isu kesehatan dan kebijakan politik multilateral yang beranggotakan Indonesia, Brasil, Norwegia, Prancis, Senegal, dan Thailand.

Indonesia saat ini juga menjadi anggota Executive Board WHO, yakni badan eksekutif WHO yang membahas dan memutuskan arah kebijakan dan agenda kerja badan kesehatan dunia tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com