48 Laboratorium Telah Memeriksa 7.924 Spesimen Pasien Corona

48 Laboratorium Telah Memeriksa 7.924 Spesimen Pasien Corona
Ilustrasi pemeriksaan Covid-19 di laboratorium. ( Foto: AFP )
Dina Manafe / CAH Jumat, 3 April 2020 | 20:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus memperbanyak fasilitas untuk pemeriksaan pasien corona (Covid-19). Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto melaporkan sampai saat ini sudah ada 48 laboratorium yang beroperasi melakukan pemeriksaan spesimen pasien yang menunjukkan gejala corona. Kapasitas lab ini telah memeriksa 7.924 spesimen dari 32 provinsi dan 120 kabupaten/kota.

“Seperti diketahui sudah ada 48 laboratorium yang beroperasi, tentunya dengan kapasitas masing-masing,” kata Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Menurut Yurianto, pemeriksaan spesimen di 48 laboratorium ini melibatkan ribuan tenaga kesehatan baik yang ada di pusat maupun daerah.

Baca Juga: 300.000 APD untuk Tenaga Medis Dikirim ke Daerah-daerah

Selain lab, pemerintah juga akan menambah fasilitas penguji dengan mengaktifkan beberapa alat diagnostik yang digunakan untuk pemeriksaan TBC. Alat pemeriksaan TBC tersebut secara teknologi bisa dikonversi untuk pemeriksan Covid-19. Alat pemeriksaan TB-TCM (Tes Cepat Molekuler) saat ini sudah tersedia di lebih dari 132 rumah sakit dan di beberapa puskesmas terpilih.

“Banyak alatnya dan tersebar di sejumlah wilayah di Tanah Air. Namun masih dibutuhkan beberapa konversi dari mesin dan beberapa pengaturan. Kita akan bekerja keras untuk mengejar ini semua,” kata Yurianto.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 jug telah mendistribusikan lebih dari 300.000 alat pelindung diri (APD) ke seluruh wilayah untuk digunakan para tenaga kesehatan yang menangani kasus Covid-19. S

Baca JugaPerkuat Laboratorium Uji Virus Corona, Eijkman Dapat Donasi Rp 10 Miliar

Juga terus berkoodinasi dengan rumah sakit rujukan baik milik pemerintah, pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN, maupun swasta. Saat ini telah disiapkan 45.000 kamar atau tempat tidur untuk menghadapi pandemi Covid-19. Termasuk rumah sakit darurat, seperti Wisma Atlet Kemayoran yang sudah beroperasi dengan kapasitas tempat tidur sekitar 3000 tempat tidur. Dari jumlah ini yang baru terpakai sampai hari ini baru 500 tempat tidur. 



Sumber: BeritaSatu.com