BMKG: Cuaca Tropis Hambat Virus Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BMKG: Cuaca Tropis Hambat Virus Covid-19

Sabtu, 4 April 2020 | 11:39 WIB
Oleh : Ari Suprianti Rikin / ALD

Jakarta, Beritasatu.com – Kajian tim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bersama guru besar dan doktor di bidang mikrobiologi Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan, kondisi cuaca di lingkungan tropis cenderung tidak ideal untuk penyebaran virus corona (Covid-19).

Namun, fakta menunjukkan bahwa kasus gelombang kedua Covid-19 telah menyebar di Indonesia sejak awal Maret 2020. Hal tersebut diduga akibat faktor mobilitas manusia dan interaksi sosial yang lebih kuat berpengaruh, daripada faktor cuaca.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, tim pengkaji ini telah melakukan analisis statistik, pemodelan matematis, dan studi literatur tentang pengaruh cuaca dan iklim dalam penyebaran Covid-19. Hasil kajian yang telah disampaikan kepada Presiden dan beberapa kementerian terkait pada 26 Maret lalu ini, menunjukkan adanya indikasi pengaruh cuaca dan iklim dalam mendukung penyebaran wabah Covid-19.

“Hasil analisis juga menunjukkan sebaran kasus Covid-19 pada saat outbreak gelombang pertama, berada pada zona iklim yang sama, yaitu pada posisi lintang tinggi wilayah subtropis dan temparate," katanya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Dari hasil penelitian tersebut, lanjut Dwikorita, dapat disimpulkan sementara bahwa negara-negara dengan lintang tinggi cenderung mempunyai kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tropis. Penelitian Chen et. al. (2020) dan Sajadi et. al. (2020) menyatakan bahwa kondisi udara ideal untuk virus corona adalah pada temperatur sekitar 8-10 derajat Celcius dan kelembapan 60-90%.

“Artinya dalam lingkungan terbuka yang memiliki suhu dan kelembapan yang tinggi merupakan kondisi lingkungan yang kurang ideal untuk penyebaran kasus Covid-19,” jelasnya.

Selanjutnya penelitian oleh Bannister-Tyrrell et. al. (2020) juga menemukan adanya korelasi negatif antara temperatur di atas 1 derajat Celcius dengan jumlah dugaan kasus Covid-19 per hari. “Mereka menunjukkan bahwa Covid-19 mempunyai penyebaran yang optimum pada suhu yang sangat rendah (1-9 derajat Celcius). Artinya semakin tinggi temperatur, maka kemungkinan adanya kasus Covid-19 harian akan semakin rendah," ungkap Dwikorita.

Lebih lanjut penelitian Wang et. al. (2020) menjelaskan, bahwa serupa dengan virus influenza, virus corona ini cenderung lebih stabil dalam lingkungan suhu udara dingin dan kering. Kondisi udara dingin dan kering tersebut dapat juga melemahkan imunitas seseorang, dan mengakibatkan orang tersebut lebih rentan terhadap virus.

Faktor Mobilitas Manusia
Sedangkan, penelitian Araujo dan Naimi (2020) memprediksi dengan model matematis yang memasukkan kondisi demografi manusia dan mobilitasnya. Mereka menyimpulkan bahwa iklim tropis dapat membantu menghambat penyebaran virus tersebut.

"Mereka juga menjelaskan lebih lanjut bahwa terhambatnya penyebaran virus dikarenakan kondisi iklim tropis dapat membuat virus lebih cepat menjadi tidak stabil," paparnya.

Kondisi ini menyebabkan penularan virus corona dari orang ke orang melalui lingkungan iklim tropis cenderung terhambat, dan akhirnya kapasitas peningkatan kasus terinfeksi untuk menjadi pandemik juga akan terhambat.

Dwikorita menambahkan, kajian oleh tim gabungan BMKG-UGM ini menjelaskan, bahwa cuaca dan iklim merupakan faktor pendukung untuk kasus wabah ini berkembang pada outbreak yang pertama di negara atau wilayah dengan lintang tinggi. Namun, hal itu bukan faktor penentu jumlah kasus, terutama setelah outbreak gelombang yang kedua.

Meningkatnya kasus pada gelombang kedua saat ini di Indonesia tampaknya lebih kuat dipengaruhi oleh pengaruh pergerakan atau mobilitas manusia dan interaksi sosial.

Disampaikan pula bahwa kondisi cuaca atau iklim serta kondisi geografi kepulauan di Indonesia, sebenarnya relatif lebih rendah risikonya untuk berkembangnya wabah Covid-19. Namun, fakta menunjukkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia sejak awal Maret 2020.

“Indonesia yang juga terletak di sekitar garis khatulistiwa dengan suhu rata-rata berkisar antara 27- 30 derajat Celcius dan kelembapan udara berkisar antara 70-95%, dari kajian literatur sebenarnya merupakan lingkungan yang cenderung tidak ideal untuk outbreak Covid-19,” katanya.

Untuk itu, Tim BMKG-UGM merekomendasikan, apabila mobilitas penduduk dan interaksi sosial benar-benar dapat dibatasi, disertai dengan intervensi kesehatan masyarakat, maka faktor suhu dan kelembapan udara dapat menjadi faktor pendukung dalam memitigasi atau mengurangi risiko penyebaran wabah tersebut.

Selain itu perlu diwaspadai pula bahwa memasuki April hingga Mei 2020 sebagian besar wilayah Indonesia memasuki pergantian musim, yang sering ditandai dengan merebaknya wabah demam berdarah. “Jadi secara umum hasil kajian tim BMKG dan UGM ini juga sangat merekomendasikan kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh," ungkap Dwikorita.

Selain itu juga tentunya dengan lebih ketat menerapkan physical distancing dan pembatasan mobilitas orang ataupun dengan tinggal di rumah, disertai intervensi kesehatan masyarakat, sebagai upaya untuk memitigasi atau mengurangi penyebaran wabah Covid-19 secara lebih efektif.

“Kondisi cuaca yang sebenarnya menguntungkan tidak tidak akan berarti optimal tanpa penerapan seluruh upaya tersebut dengan lebih maksimal dan efektif,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kak Seto: Praktikkan Suasana Gembira saat Physical Distancing

Kekuatan positif tersebut perlu ditumbuhkan dalam keluarga.

KESEHATAN | 4 April 2020

Bantu Penanganan Covid-19, UPH Terjunkan 50 Relawan Medis dan 38 Perawat di Siloam Hospitals

Sebagai bagian dari pendidikan calon dokter dan perawat, FK dan FON UPH terpanggil untuk berkontribusi membantu bangsa dan negara dalam penanganan Covid-19.

KESEHATAN | 4 April 2020

Bantu Penanganan Covid-19, BIN Beri Bantuan Alkes untuk RSUP Persahabatan

BIN berharap para pahlawan kesehatan yang berada di garda terdepan dapat terlindungi dan lebih semangat dalam menangani pasien dengan tambahan alkes ini.

KESEHATAN | 4 April 2020

Gugus Tugas Pastikan Kapasitas Produksi APD Nasional Tercukupi

Kapasitas produksi APD nasional ada sekitar 1,7 juta per bulan dengan bahan baku pengganti.

KESEHATAN | 3 April 2020

Kemkes Tidak Anjurkan Pengunaan Bilik Disinfektan

Pengunaan bilik dinfektan pada tubuh manusiabisa menimbulkan risiko kesehatan, seperti iritasi kulit dan iritasi pada saluran pernafasan.

KESEHATAN | 3 April 2020

IDI Sarankan Pemudik dari Jakarta Jalani Karantina 14 Hari

Karantina rumah bagi pemudik ini harus diawasi oleh pemerintah daerah.

KESEHATAN | 3 April 2020

ASW Foods Dukung Logistik Tim Medis Covid-19

ASW Foods menyalurkan bantuan logistik senilai Rp 1 miliar untuk mendukung tim medis Covid-19.

KESEHATAN | 3 April 2020

48 Laboratorium Telah Memeriksa 7.924 Spesimen Pasien Corona

Pemeriksaan spesimen corona di 48 laboratorium ini melibatkan ribuan tenaga kesehatan baik yang ada di pusat maupun daerah.

KESEHATAN | 3 April 2020

Indonesia Loloskan Resolusi PBB tentang Solidaritas Virus Corona

Resolusi tersebut berisi pesan politis tentang pentingnya persatuan, solidaritas, dan kerja sama internasional dalam upaya mitigasi virus corona.

KESEHATAN | 3 April 2020

Siapa yang Harus Pakai Masker?

WHO memberikan rekomendasi mengenai siapa saja yang paling penting untuk pakai masker.

KESEHATAN | 3 April 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS