Gugus Tugas Corona Ingatkan Disinfektan Tidak Disemprotkan ke Tubuh

Gugus Tugas Corona Ingatkan Disinfektan Tidak Disemprotkan ke Tubuh
Bilik Disinfektan ( Foto: Antara )
/ WBP Minggu, 5 April 2020 | 13:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19, Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat agar tidak menyemprotkan langsung cairan disinfektan ke tubuh meski diketahui ampuh membasmi virus corona maupun kuman.

"Disinfektan hanya boleh untuk benda atau barang sehingga tidak disarankan untuk disemprotkan ke tubuh manusia," kata dia dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Baca juga: Tes Corona, Indonesia Paling Rendah di ASEAN

Atas hal itu, ia menyarankan masyarakat untuk menghindari penggunaan bilik disinfektan sesuai surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemkes). Disinfektan dalam edaran Kemkes RI merupakan bagian dari upaya pencegahan kedua setelah upaya pencegahan pertama berupa cuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir.

Kemkes menganjurkan disinfektan lebih baik digunakan untuk bahan campuran mencuci baju usai berpergian dari luar rumah sehingga baju tersebut dapat terhindar dari virus corona.

Baca juga: Ombudsman Harapkan Penanganan Covid-19 oleh Pemprov DKI Lebih Baik Lagi

Ia menganjurkan masyarakat termasuk pemerintah daerah untuk memperbanyak wastafel portabel sehingga memudahkan masyarakat yang berpergian untuk dapat sering mencuci tangan sebagai langkah pertama mencegah Covid-19. "Kita ada baiknya dengan swadaya masyarakat untuk memperbanyak tempat cuci tangan di area publik yang dapat diakses di tempat umum, di tempat transportasi umum, supermarket, tempat belanja, dan sebagainya," ujar Wiku.

Ia berharap, anjuran itu diterapkan secara disiplin oleh seluruh masyarakat mulai dari tingkat RT/RW hingga pemerintah pusat sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Jika kita menerapkan disiplin perilaku ini, baik nasional, provinsi, kota, desa, RW/RT sampai tingkat keluarga kami sangat percaya bahwa kita bisa secepatnya menekan kasus ini," tutup Wiku.



Sumber: ANTARA