Isolasi Mandiri Secara Berkelompok, Bolehkah?
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Isolasi Mandiri Secara Berkelompok, Bolehkah?

Senin, 6 April 2020 | 16:44 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menganjurkan isolasi atau karantina mandiri untuk mereka yang membutuhkannya. Umumnya isolasi mandiri ini dilakukan individu dengan cara hanya berada di rumah dan menjaga jarak dengan anggota keluarga lain atau orang sekitarnya selama 14 hari.

Baca Juga: Isolasi Mandiri Kunci Utama Pencegahan Penularan Covid-19

Namun belakangan, di sejumlah daerah muncul insiatif dari perangkat desa atau kelompok masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri secara berkelompok.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 sekaligus Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), Achmad Yurianto mengatakan, inisiatif kelompok masyarakat untuk melakukan karantina mandiri secara berkelompok patut diapresiasi.

"Ini bentuk partisipasi dan gotong royong masyarakat untuk melawan Covid-19. Akan tetapi, karantina secara berkelompok ini perlu memperhatikan beberapa hal," kata Yurianto di Graha BNPB, Jakart, Senin (6/4/2020).

Baca Juga: Begini Protokol Isolasi Mandiri

Yurianto menjelaskan, karantina tidak harus dilakukan secara berkelompok. Jika memang ada anggota masyarakat yang merasa berpotensi menjadi pembawa atau sumber penularan virus, maka bisa lakukan isolasi secara individu di rumah.

"Dengan ketentuan tidak kontak erat dan kontak dekat dengan anggota keluarga lain, selalu gunakan masker, dan makan tidak menggunakan peralatan atau di tempat yang sama," jelas Yurianto.

Jika tidak dimungkinkan untuk isolasi mandiri di rumah, perangkat desa bisa mengumpulkan mereka dalam satu tempat. Asalkan, lokasi tempat berkumpul tersebut nyaman.

Baca Juga: Doni Monardo Apresiasi Desa yang Isolasi Mandiri Warga

"Artinya, pastikan mereka bisa beristirahat dengan baik, selalu gembira, dan banyak kegiatan bersama seperti olah raga, dan lain-lain. Kemudian jaga jarak kontak fisik dengan orang lain. Sarana kebutuhan dasar mereka harus dipenuhi, seperti MCK, makanan bergizi, dan lain-lain," tandasnya.

"Karena kalau kita buat isolasi kelompok tetapi malah menimbulkan stres atau kesedihan, maka ini akan berdampak pada imunitas yang menurun, maka penyakitnya makin parah," kata Yurianto.

Yurianto mengatakan, penelitian menunjukkan, perasaan gembira, tidak stres, dan tidak tertekan sangat mempengaruhi perbaikan imunitas pada penderita.

Baca Juga: Komunikasi Bencana Covid-19 Harus Dilakukan Satu Pintu

"Karena itu, kuncinya untuk karantina berkelompok di masyarakat adalah lokasinya yang membuat gembira. Kemudian jaga jarak kontak fisik satu sama lain. Jarak paling aman adalah 1,5 meter sampai 2 meter," tandas Yurianto.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Isolasi Mandiri Kunci Utama Pencegahan Penularan Covid-19

Isolasi mandiri prinsipnya memisahkan orang sakit dengan orang sehat.

KESEHATAN | 6 April 2020

Penerapan PSBB Akan Diiringi Penegakan Hukum

Agar masyarakat menaati aturan yang telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan

KESEHATAN | 6 April 2020

Penambahan 218, Total Kasus Positif Corona di Indonesia Menjadi 2.491

Data terakhir sampai, Senin (6/4/2020) sampai pukul 12.00 WIB terjadi penambahan kasus dan jumlah kematian akibat virus corona.

KESEHATAN | 6 April 2020

2 PDP Covid-19 Meninggal Dunia di RSPI Sulianti Saroso

Jumlah pasien di RSPI Sulianti Saroso Sunter Jakarta Utara yang masih dirawat sebanyak 24 orang terdiri dari 13 pasien positif Covid-19 dan 11 pasien PDP.

KESEHATAN | 6 April 2020

Ini Pentingnya Vitamin C untuk Menjaga Kekebalan Tubuh

Vitamin C memberikan peran penting bagi sistem kekebalan tubuh. Konsumsi makanan sumber vitamin C untuk membantu memenuhi kebutuhannya.

KESEHATAN | 6 April 2020

Mundipharma Gandeng Tokopedia Dukung Tenaga Medis Covid-19

Mundhiparma akan mendonasikan 85 persen hasil penjualan Peduli Package di platform Tokopedia untuk membeli APD.

KESEHATAN | 6 April 2020

Begini Protokol Isolasi Mandiri

Isolasi mandiri bukan sekadar tinggal di rumah dan istirahat, melainkan ada tata caranya sendiri.

KESEHATAN | 6 April 2020

Pemerintah Belum Setujui Usulan Daerah untuk Terapkan PSBB

Kepala daerah harus melangkapi persyaratan administrasi yang diperlukan

KESEHATAN | 6 April 2020

Penanganan Covid-19, BPJSK Didesak Lunasi Klaim Rumah Sakit

Pelunasan klaim mendesak mengingat rumah sakit ibarat di medan peperangan menghadapi pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 6 April 2020

Batasi Kegiatan, PSBB Bukan Sekadar Imbauan

Semua masih bisa bergerak tentunya dengan mengedepankan keselamatan dan kepentingan masyarakat.

KESEHATAN | 5 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS