WHO: Dunia Kekurangan 5,9 Juta Perawat untuk Perangi Corona
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

WHO: Dunia Kekurangan 5,9 Juta Perawat untuk Perangi Corona

Selasa, 7 April 2020 | 07:54 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jenewa, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak seluruh negara di dunia untuk mencetak setidaknya 6 juta pekerjaan bidang keperawatan baru pada 2030 untuk mengimbangi kekurangan profesi itu menanggapi pandemi virus corona (Covid-19).

Keperawatan adalah kelompok pekerjaan terbesar di sektor kesehatan. "Terhitung sekitar 59 persen dari profesi kesehatan adalah perawat," demikian laporan baru WHO, the International Council of Nurses dan Nursing Now, yang diterbitkan Senin atau Selasa WIB (7/4/2020).

WHO mengatakan, hanya ada 28 juta perawat di seluruh dunia, sehingga ada kekurangan 5,9 juta untuk merawat penduduk yang tumbuh dengan pesat. Kekurangan perawat terbesar ada di negara berpenghasilan rendah hingga menengah di Afrika, Asia Tenggara, wilayah Mediterania Timur dan beberapa bagian Amerika Latin, menurut laporan itu, yang mengamati 191 negara berdasarkan data 2013 dan 2018.

Lebih dari 80 persen perawat bekerja di negara-negara yang menyumbang setengah dari populasi dunia, menurut laporan itu. "Perawat adalah tulang punggung sistem kesehatan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan.

“Hari ini, banyak perawat berdiri di garis depan dalam melawan Covid-19. Laporan ini adalah pengingat akan peran perawat sekaligus seruan untuk memastikan mereka mendapatkan dukungan dalam menjaga dunia tetap sehat.”

Corona yang muncul di Tiongkok 3 bulan lalu, telah menyebar ke hampir seluruh negara. Virus telah menginfeksi lebih 1,3 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 72.700 pada Senin sore, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Lebih dari 350.000 kasus tersebut ada di Amerika Serikat, di mana dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya berjuang merawat pasien ketika rumah sakit mengalami kelebihan permintaan. Sementara pasokan medis semakin menipis. Puluhan perawat dan petugas kesehatan lainnya memprotes di luar rumah sakit New York pada Senin meminta alat pelindung diri yang lebih baik.

Pada Jumat, Wali Kota New York City Bill de Blasio menyerukan pendaftaran tenaga medis nasional di kota itu ketika pejabat setempat memperkirakan akan ada lonjakan pasien virus corona selama beberapa minggu ke depan.

WHO merekomendasikan negara-negara yang mengalami kekurangan perawat perlu meningkatkan sekolah lulusan perawat sekitar 8 persen setiap tahun. WHO juga merekomendasikan bahwa para pemimpin dunia mendidik keterampilan perawat di samping aspek teknologi, dan sosiologis untuk mendorong kemajuan sektor kesehatan.

Para pejabat WHO mengatakan para pemimpin juga harus memperkuat peran perawat dalam sistem kesehatan. WHO mencatat sekitar 90 persen perawat adalah perempuan, tetapi hanya sedikit yang memegang posisi kepemimpinan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menkes: Presiden Minta Implementasi PTM Terbatas Dikaji Kembali

Menkes pun membantah kabar terkait banyaknya klaster sekolah yang muncul saat dilaksanakan kembali PTM terbatas.

KESEHATAN | 27 September 2021

Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemerintah Percepat Vaksinasi Lansia

Pemerintah memercepat vaksinasi Covid-19 terutama pada kelompok lansia yang memiliki risiko mortalitas lebih tinggi.

KESEHATAN | 27 September 2021

Biskuat Ajak Orang Tua Dukung Pengembangan Kekuatan Anak

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan setiap anak.

KESEHATAN | 27 September 2021

Wiku: Hidup Bersama Covid-19 Telah Diatur dalam Inmendagri

Wiku Adisasmito mengatakan, hidup bersama dengan Covid-19 telah diatur dalam pedomanan operasional tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri)

KESEHATAN | 27 September 2021

Penyelamatan Pertama Gawat Darurat Atasi Resiko Tinggi Kematian

Serangan jantung butuh penanganan cepat, tidak boleh ada delay waktu dalam memberi tindakan karena dapat membahayakan pasien atau korban.

KESEHATAN | 27 September 2021

Angka Reproduksi Efektif Covid-19 Bali Masih di Atas 1

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan angka reproduktif efektif Covid-19 mengalami penurunan. Namun, hanya Bali di atas 1,01.

KESEHATAN | 27 September 2021

Pemerintah Perketat Kedatangan WNA dari Negara Potensi Penularan Tinggi

Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintah tetap melakukan pengetatan kedatangan bagi WNA yang datang dari negara yang memiliki potensi penularan tinggi

KESEHATAN | 27 September 2021

Luhut Sebut Rata-rata Testing Covid-19 Sudah 170.000 Orang

Rata-rata testing Covid-19 di Tanah Air sudah mencapai 170.000 orang per hari.

KESEHATAN | 27 September 2021

Wilayah Luar Jawa-Bali Sumbang 62,84% Kasus Aktif Covid-19

PPKM level empat di luar Jawa-Bali masih akan berlaku sampai dengan minggu depan.

KESEHATAN | 27 September 2021

Menkes Akui Banyak Hoax Terkait Klaster Covid di Sekolah

Budi Gunadi Sadikin mengakui, akhir-akhir ini banyak beredar hoax atau berita bohong terkait klaster Covid-19 di sekola

KESEHATAN | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Wagub DKI Optimistus Tidak Ada Penyebaran Covid-19 di Sekolah

Wagub DKI Optimistus Tidak Ada Penyebaran Covid-19 di Sekolah

MEGAPOLITAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings