Produksi 50.000 Test Kit Corona, Tim Riset BPPT Dapat Donasi Rp 5 M

Produksi 50.000 Test Kit Corona, Tim Riset BPPT Dapat Donasi Rp 5 M
Proses desain dan uji laboratorium akurasi test kit yang diberi nama NUSANTARA TFRIC-19. Pengembangan test kit ini dilakukan oleh Nusantics. (Foto: Ist)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Selasa, 7 April 2020 | 13:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Indonesia PASTI BISA, gerakan gotong-royong yang diinisiasi oleh East Ventures untuk mendukung upaya penanggulangan wabah virus corona (Covid-19), hari ini, Selasa (7/4/2020), menyalurkan Rp 5 miliar untuk membeli bahan baku produksi 50.000 set test kit qPCR Covid-19

Gerakan Indonesia PASTI BISA melakukan penggalangan dana dengan target Rp 10 miliar untuk mendukung upaya Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC19) bentukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dana Rp 9 miliar rencananya digunakan untuk membiayai produksi 100.000 test kit qPCR Covid-19 di Indonesia, sedangkan Rp 1 miliar akan digunakan untuk membiayai proyek whole genome sequencing virus penyebab Covid-19 yang menyebar di Indonesia.

Penggalangan dana Indonesia PASTI BISA telah bergulir sejak Senin, 30 Maret 2020. Per Senin sore, 6 April 2020, Indonesia PASTI BISA telah mengumpulkan Rp 6,98 miliar dari sekitar 1.300 donatur, atau sekitar 70 persen dari target Rp 10 miliar.

Baca juga: Purwarupa Test Kit Virus Corona Buatan Indonesia Rampung

East Ventures, sebagai koordinator gerakan Indonesia PASTI BISA, bersama BPPT memutuskan untuk mengucurkan sebagian dana yang telah terkumpul untuk mempercepat proses produksi massal test kit qPCR Covid19.

Dana senilai Rp 5 miliar hari ini disalurkan untuk pembelian bahan baku berupa primer, probe, dan mastermix yang akan digunakan untuk memproduksi 50.000 test kit qPCR Covid-19 di Indonesia. Penggunaan dana tersebut didasari oleh nota kesepahaman (MoU) antara East Ventures, BPPT, KoinWorks, Nusantics, dan Indonesia International Institute of Life Sciences (i3L).

Perangkat test kit akan diproduksi berdasarkan NUSANTARA TFRIC19, prototipe desain yang dikembangkan oleh Nusantics. Nusantics mengembangkan dan memvalidasi NUSANTARA TFRIC-19 menggunakan informasi genomic strain virus penyebab Covid-19 yang menjangkit wilayah Asia.

Proses selanjutnya setelah dan seiring pemesanan bahan baku hingga test kit tersedia secara massal akan melibatkan berbagai pihak.

Sebelum memasuki tahapan produksi massal, NUSANTARA TFRIC19 masih harus melalui proses uji dan validasi menggunakan strain virus penyebab Covid-19 yang menyebar di Indonesia di Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan. Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu sampai lima hari.

Produksi massal akan dikerjakan oleh Bio Farma dan i3L di bawah koordinasi BPPT. Hasil produksi kemudian akan diserahkan kepada BPPT untuk didistribusikan ke laboratorium kesehatan.

Proses produksi massal 50.000 test kit qPCR ditargetkan rampung sekitar sebulan setelah bahan baku diterima. Sambil menunggu proses pengiriman seluruh bahan baku, batch pertama yang terdiri dari 6.400 test kit akan mulai diproduksi pada pertengahan April.

Indonesia PASTI BISA melakukan penggalangan dana melalui platform KoinWorks, Komunal, StockBit, dan situs web indonesiapastibisa.com. Xendit turut berperan menunjang pengumpulan donasi ini. Adapun, informasi tentang perkembangan pengumpulan dana dan produksi test kit bisa didapatkan melalui IDN Times.

Kegiatan penggalangan dana terus berlanjut hingga mencapai target Rp 10 miliar untuk merealisasikan rencana pembuatan 100.000 test kit PCR dan pelaksanaan proyek whole genome sequencing.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi kerja sama dengan East Ventures yang menggalang anggaran untuk digunakan dalam pengembangan PCR kit hingga dapat memproduksi 100.000 unit.

Untuk itu, dirinya menekankan bahwa langkah penting selanjutnya adalah fokus untuk menghasilkan produk teknologi sesuai rencana aksi TFRIC19, guna mendukung penanganan pandemi Covid-19 di tanah air.

"Penandatanganan nota kesepahaman ini, semoga menjadi penyemangat bagi kita semua, untuk melakukan percepatan pengembangan produk buatan lokal, guna penanganan pandemi Covid-19," tegas Hammam.

Co-founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan, “Gerakan Indonesia PASTI BISA telah berkembang dengan cepat. Dalam sepekan, prototipe desain test kit telah selesai dan 70 persen dari target penggalangan dana telah terkumpul. Kemajuan tersebut membuat kami bisa mulai menyalurkan sebagian dari donasi yang dikumpulkan untuk merealisasikan produksi massal test kit Covid-19 di Indonesia. Kami sangat berterima kasih kepada para donatur, sukarelawan, dan seluruh pihak yang telah bekerja siang dan malam untuk gerakan Indonesia PASTI BISA.”



Sumber: BeritaSatu.com