Apakah ibu hamil lebih berisiko tertular Covid-19?

Bagaimana Pengaruh Virus Corona pada Ibu Hamil

Bagaimana Pengaruh Virus Corona pada Ibu Hamil
Apakah ibu hamil lebih rentan tertular virus Corona baru? ( Foto: Istimewa )
Claudia Ramadhani / CLA Selasa, 7 April 2020 | 19:00 WIB

Sampai saat ini, virus Corona baru atau SARS-CoV-2 masih terus menghampiri semua orang. Ini jelas mengkhawatirkan, terlebih bagi para wanita yang tengah hamil. Pasalnya, mereka tak hanya harus menyelamatkan diri mereka sendiri, melainkan juga bayi yang ada dalam kandungannya.

Meskipun banyak anggapan bahwa daya tahan tubuh ibu hamil biasanya lebih lemah daripada orang-orang lainnya, namun fakta penelitian menunjukkan hingga saat ini tak ada bukti yang memperkuat anggapan bahwa ibu hamil lebih rentan tertular virus Corona baru dibandingkan orang-orang lain yang tidak hamil.

Penelitian ini juga mengatakan bahwa virus Corona berbeda sifat dengan virus flu, di mana ibu hamil memang lebih rentan untuk tertular ketika di sekitarnya ada yang tengah mengalami flu. Selain itu, bagi ibu hamil yang telah positif Covid-19, belum ada bukti juga yang menunjukkan bahwa virus Corona dapat ditularkan ke janin.
Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa jawaban dari pertanyaan yang sering diajukan seputar virus Corona dan Covid-19:

1. Apa efek virus Corona pada ibu hamil?

Para ahli kesehatan menduga bahwa sebagian besar ibu hamil hanya akan mengalami gejala ringan, seperti pilek dan flu. Gejala parah seperti pneumonia dilaporkan pada orang tua, orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan orang-orang dengan riwayat penyakit jangka panjang.

2. Apakah Covid-19 menyebabkan masalah untuk kehamilan?

Menurut data dari studi dan penelitian, berbeda dengan flu, ibu hamil mungkin tidak memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular SARS-CoV-2. Ini artinya, risiko ibu hamil untuk mengalami Covid-19 sama besarnya dengan orang-orang biasa yang tidak hamil. Belum ada laporan yang menunjukkan adanya kematian ibu hamil akibat infeksi virus Corona.
Oleh karena itu, sampai sekarang, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan masalah selama kehamilan atau memengaruhi kesehatan bayi setelah lahir.

3. Bisakah Covid-19 ditularkan dari ibu hamil ke janin atau bayi baru lahir?

Kasus flu berat pada ibu hamil justru lebih mengkhawatirkan dibandingkan dengan Covid-19. Pada tahap akhir kehamilan, fungsi organ banyak mengalami penurunan, termasuk paru-paru yang menjadi kurang mampu untuk mengedarkan udara, sehingga membuat ibu hamil rentan terhadap infeksi. Sebuah penelitian oleh Universitas Sains dan Teknologi Huazhong di China, mengamati empat wanita yang terinfeksi virus ketika mereka melahirkan empat bayi.

Hasilnya menunjukkan bahwa keempat wanita itu baru terinfeksi virus ketika mereka melahirkan. Sementara keempat bayi yang baru dilahirkan tetap dalam keadaan sehat, tanpa gejala Covid-19. Satu bayi memiliki masalah pernapasan ringan tetapi pulih dengan baik setelah beberapa hari perawatan. Dua memiliki ruam tetapi kemudian menghilang dalam 10 hari tanpa pengobatan. Ada tiga bayi yang dites untuk virus Corona dan hasilnya tidak ada dari mereka yang memiliki virus ini dalam tubuhnya.

4. Apa yang bisa saya lakukan untuk mengurangi risiko terinfeksi virus Corona?

Yang paling penting untuk dilakukan adalah mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir secara berkala, rutin membersihkan tubuh dan diri, mengonsumsi makanan bergizi, olahraga ringan secara rutin, tidur cukup dan ganti baju segera setelah Anda kembali dari tempat-tempat umum atau tempat kerja Anda.



Sumber: BeritaSatu.com