Indonesia Dapat Alat Tes Covid-19 Baru Berkapasitas 10.000 Spesimen per Hari

Indonesia Dapat Alat Tes Covid-19 Baru Berkapasitas 10.000 Spesimen per Hari
Ilustrasi "swab". ( Foto: AFP )
Ari Supriyanti Rikin / FMB Rabu, 8 April 2020 | 14:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia kini memiliki 20 alat tes polymerase chain reaction atau tes reaksi berantai polimerase (PCR) yang terdiri atas dua buah RNA extractor automatic dan 18 detector PCR yang bisa mengetahui ketepatan hasil tes virus corona (Covid-19) hingga 10.000 per hari.

"Sekitar tiga minggu lalu, kita sudah berhasil membeli alat dari Swiss Roche sudah datang ke Indonesia. Detailnya adalah ada dua buah manufacture ribonucleic acid (RNA) ini adalah automatic RNA untuk ekstraktor biasanya di Indonesia ada yang manual dan matic juga," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Arya mengatakan, kedua alat ini memiliki kemampuan tes corona yang berbeda. RNA extractor bisa mengetahui hasil tes RNA hingga 1.000 per hari, sementara detector PCR memiliki kapasitas 500 tes per hari.

Apabila semua alat tes telah terpasang maka dalam satu hari bisa mengetahui hasil tes 9.000 hingga 10.000. Menurut hitung-hitungannya, apabila dalam satu hari bisa dilakukan 5.000 hingga 10.000 tes, maka dalam sebulan bisa mencapai 300.000 tes.

"Sehingga ini bisa mengejar orang yang bisa dites, dengan alat PCR kepastian bahwa orang itu terkena corona atau tidak. Alat ini sudah hadir dan sudah di-set-up," ucapnya.

Ia berharap, dengan adanya alat ini Indonesia akan semakin mudah mendata berapa banyak masyarakat yang positif tertular Covid-19. Dengan begitu, upaya penyembuhan serta memutus rantai penularan akan semakin mudah.

"Ini langkah cepat supaya bisa mengantisipasi kondisi corona yang ada di Indonesia. Semua negara berebutan karena hampir seluruh dunia terkena corona," imbuhnya.

Arya menambahkan, gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 segera mendistribusikan lab test PCR ini ke sejumlah provinsi. Saat ini satu alat PCR telah terpasang di salah satu rumah sakit di DKI Jakarta.

Di samping DKI Jakarta, provinsi lain yang menerima alat ini yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

Perakitan alat ini lanjutnya, membutuhkan waktu beberapa hari dan kehati-hatian yang tinggi. Alat ini pun harus terpasang di ruang tekanan negatif.

“Kalau rumah sakit sudah punya tempat namanya negative pressure, maka sudah bisa alat tersebut digunakan. Butuh bangunan terjaga jangan sampai virus ini tersebar ke mana-mana," ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com